Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Persiapan Matang Sebelum Perayaan Waisak

04 Mei 2016 Jurnalis : Fammy Kosasih (He Qi Timur)
Fotografer : Fammy Kosasih, Giok Chin Lie (He Qi Timur)

Dharmawati Djajaputra menjelaskan formasi barisan yang membentuk formasi angka 50 tahun, Menandakan usia Tzu Chi Internasional yang telah genap 50 tahun.

Minggu pagi tanggal 24 April 2016, bertempat di lapangan parkir Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, relawan Tzu Chi komunitas (He Qi) Timur – Kelapa Gading, menggelar latihan formasi untuk perayaan tiga hari besar: Hari Raya Waisak, Hari Ibu Internasional, dan Hari Tzu Chi Sedunia yang bertepatan pula dengan ulang tahun ke-50 Tzu Chi Internasional.

Tepat pukul 07.30, prosesi latihan formasi dibuka dan dibawakan langsung oleh Dharmawati Djajaputra. Ia didampingi penanggung jawab utama penggalangan barisan formasi dari He Qi Timur, Sharon Tanamas. Dharmawati menjelaskan bahwa latihan ini bertujuan untuk menyosialisasikan formasi baru, yakni angka 50 yang sesuai dengan usia Tzu Chi internasional.

“Persiapan kita sudah sejak dua minggu yang lalu kita sudah infoin, kita kirimin surat, kita sosialisasikan bahwa kita akan ada doa jutaan insan. Harapannya agar masyarakat tahu bahwa kita akan mengadakan acara ini dan supaya mereka juga mengenal Tzu Chi lebih jauh lagi,” ujar Dharmawati.

Sharon Tanamas sendiri sempat merasa khawatir tentang persiapan Waisak, namun dengan melihat banyaknya peserta yang datang berlatih, kepercayaan diri panitia kembali meningkat.

Relawan memeragakan tata cara pradaksina (penghormatan).

Relawan memeragakan tata cara pemandian rupang Buddha.

Proses latihan dimulai dengan simulasi tata cara pemandian rupang Buddha terdiri dari tiga tahap: prosesi pradaksina, simulasi doa, dan penghormatan. Lily Suryani, salah satu peserta umum yang baru pertama kali mengikuti latihan ini merasakan ketenang. Ia juga berharap bahwa semua peserta dapat menjaga kerapihan dan bekerja sama satu sama lain.

Selain Lily Suryani, ada pula Sugianto yang telah bergabung menjadi relawan Tzu Chi. Ia yang dulunya merupakan penerima bantuan Tzu Chi merasa senang masih bisa kembali berkesempatan untuk turut dalam formasi Waisak. “Ada kepuasan tersendiri, mudah-mudahan kita diberi kesehatan sehingga bisa ikut sampai acara selesai,” ungkapnya usai latihan.

Ada pula drg. Andrew Laurent yang datang bersama ayahnya. Keluarganya yang juga pernah turut dalam prosesi Waisak pada tahun sebelumnya merasa ingin kembali berpartisipasi dalam doa jutaan insan ini. Ia mengaku banyak makna yang didapat melalui prosesi Waisak seperti ini, karena dirinya juga seorang Buddhis.

Artikel dibaca sebanyak : 1274 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tiga faktor utama untuk menyehatkan batin adalah: bersikap optimis, penuh pengertian, dan memiliki cinta kasih.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat