Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Pohon Cinta Kasih yang Terus Tumbuh di Desa Binaan

28 November 2016 Jurnalis : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang)
Fotografer : Bong Bui Kim (Tzu Chi Singkawang)

Pohon Cinta Kasih yang Terus Tumbuh di Desa Binaan

Iring-iringan kendaraan memasuki lokasi desa binaan. Jalan tanah yang berlubang dan berkubang tidak menyurutkan semangat insan Tzu Chi Singkawang melakukan kunjungan ke Desa Binaan, Minggu 25 September 2016.

Puluhan relawan tua-muda pagi itu sudah berada di Kantor Tzu Chi Singkawang. Mereka menyiapkan beberapa keperluan dengan wajah ceria seakan hendak pergi rekreasi keluarga. Makanan dan minuman mereka angkut masuk ke kendaraan.

Sebanyak empat mobil dan satu truk yang didalamnya sudah disiapkan bangku dan kursi di dalamnya juga sudah bertengger di depan kantor Tzu Chi Singkawang. Para relawan yang tua naik mobil dan yang muda naik truk. Ya, insan Tzu Chi Singkawang tengah bersiap menuju Desa Binaan yang berjarak tempuh 50 kilometer, namun karena melewati sebagian besar jalan tanah yang rusak, berlubang dan berkubang maka waktu tempuhnya sekitar 2,5 – 3 jam.

Tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB, para relawan langsung menuju salah satu ruangan di komplek sekolahan SMP Negeri 3 Mempawah Hulu yang pada 14 Desember 2014 lalu menjadi lokasi Baksos Kesehatan Umum oleh Tzu Chi Singkawang. Masyarakat Desa Binaan di Desa Salumang, Caokng dan Bilayuk yang mayoritas beragama Katolik mulai berdatangan selepas melakukan ibadah di gereja.

Kecamatan Mempawah Hulu termasuk wilayah Kabupaten Landak, tapi aktivitas sosial dan ekonomi warga, seperti menjual hasil pertanian/kebun, berobat ke rumah sakit, dan lain-lain lebih mudah menjangkau Kota Singkawang daripada ke ibukota Kabupaten Landak.

Pohon Cinta Kasih yang Terus Tumbuh di Desa Binaan

Gerakan tai chi Da di he feng yang dipimpin oleh Alfian mencairkan suasana sebelum dimulainya rangkaian acara.

Sembari menunggu warga lainnya yang masih dalam perjalanan, mereka yang sudah datang diajak melakukan gerakan tai chi Da di he feng yang dipimpin oleh Relawan Alfian. Anak-anak dan beberapa orang dewasa mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat hingga tanpa terasa badan mereka penuh keringat.

Tepat pukul 13.00 WIB, acara pun dimulai dan dibuka dengan doa bersama secara Katolik yang dipimpin oleh Alusius Yakobus. Pembawa acara, Wilhelmus Willy atau yang akrab disapa Willy, selaku koordinator relawan Tzu Chi Desa Binaan Willy menyampaikan kepada para warga bahwa rangkaian acara pada hari ini adalah kelas budi pekerti, penuangan celengan, pembahasan tentang Kartu Jaminan Kesehatan, dan yang terakhir Peresmian Posko Sekretariat Bersama Desa Binaan.

Mewakili relawan Desa Binaan, Sersan Kepala Donatus mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Singkawang atas perhatiannya yang tidak pernah berhenti untuk masyarakat di tiga desa ini. “Kebetulan tiga desa binaan Tzu Chi ini, yaitu Salumang, Caokng dan Bilayuk berada dibawah binaan saya selaku Babinsa,” kata Donatus.

Pohon Cinta Kasih yang Terus Tumbuh di Desa Binaan

Kelas Budi Pekerti yang disampaikan oleh Djong Nirwan Sully bersama Marianty, melalui berbagai permainan dimasukkan nilai-nilai budi pekerti luhur.

Pohon Cinta Kasih yang Terus Tumbuh di Desa Binaan

Makan siang yang disediakan oleh relawan Desa Binaan semuanya hasil pertanian dan perkebunan sendiri (beras, singkong) serta sayur-sayuran yang dipetik di hutan.

Menurut catatan Donatus, Tzu Chi Singkawang masuk ke desa tersebut untuk pertama kalinya pada awal 2013 dengan program Pertanian Amal. Program tersebut mengenalkan sistem pertanian ramah lingkungan yang disertai bimbingan teknis budidaya, pinjaman sarana produksi pertanian tanpa bunga dan penjaminan pasar hasil panen. Program pertanian amal terus berjalan sampai sekarang. Kemampuan teknis budidaya para petani terus bertambah.

“Untuk tanaman padi misalnya, saat ini sudah ada kelompok tani yang menanam padi sebagai sumber benih, dengan harapan desa ini akan menjadi desa mandiri benih. Untuk selanjutnya akan menjadi pemasok benih ke desa-desa lain. Sementara untuk komoditi jagung, sudah ada peningkatan produktivitas yang nyata dari hasil panen per satuan luas. Sehingga manfaat yang kami rasakan semenjak hadirnya Program Pertanian Amal ini sangat nyata,” tambah Donatus.

Tak hanya masalah ekonomi, setahun kemudian Tzu Chi Singkawang juga memberi perhatian di bidang kesehatannya dengan mengadakan Baksos Kesehatan Umum di Desa Caokng pada 14 Desember 2014, kemudian pada 14 Juni 2015 Baksos Kesehatan Balita dan Anak di Desa Bilayuk. “Di antara dua kegiatan tersebut banyak pula warga Desa Binaan yang telah dibantu Tzu Chi Singkawang sebagai pasien kasus. Bahkan dalam tahun ini, direncanakan akan diadakan Baksos Kesehatan di Desa Salumang (18 Desember 2016–red). Inilah, seperti yang saya sebutkan tadi, perhatian Tzu Chi untuk desa ini tidak pernah berhenti,” tutur Donatus.

Ditambahkan oleh Willy, bantuan terhadap fasilitas pendidikan juga telah diberikan oleh Tzu Chi, dalam tahun ini berupa keramik sebanyak 360 doz untuk SD Negeri 22 Dusun Pakan Desa Caokng. “Ini karena lantai semen sekolah tersebut rusak, mengelupas dan menimbulkan banyak debu, sehingga pernafasan anak murid dan guru terganggu. Pengerjaannya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat, termasuk untuk pengadaan pasir dan semennya,” ujar Willy.

Peresmian Posko Sekretariat Bersama tiga Desa Binaan (Salumang, Caokng, Bilayuk) Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak.


Menanam pohon trembesi sebagai pertanda cinta kasih telah tumbuh di desa binaan, mari kita siram dan rawat bersama dengan welas asih yang lebih banyak lagi.

Alusius Yakobus, tokoh masyarakat sekaligus tetua adat mengaku suka membaca buku-buku Master Cheng Yen yang didapatkan dari Kantor Penghubung Singkawang. “Ajaran-ajarannya seiring-sejalan dengan ajaran Kristiani yang kami imani, dan bersama relawan Yayasan Buddha Tzu Chi mari kita mempraktekannya dalam kehidupan sehari-hari. ‘Layanilah orang lain dengan kasih sayang, hadapilah orang lain dengan sikap welas asih. Dengan berlaku demikian, Anda tidak akan dimusuhi orang lain dan juga dapat menjalin jodoh yang baik dengan setiap orang,’ demikian salah satu pesan Master Cheng Yen,” ucap Yakobus.

Sementara itu Kelas Budi Pekerti yang disampaikan oleh relawan  Djong Nirwan Sully bersama Marianty diikuti oleh anak-anak didampingi para ibu. Anak-anak tampak mengikuti kelas dengan gembira. Adapun untuk bapak-bapaknya bersama dengan pengurus Tzu Chi pindah tempat ke rumah kediaman keluarga Indratmo yang merupakan lokasi Posko Sekretariat Bersama Desa Binaan. Di sini mereka membahas rencana pengadaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga tidak mampu dan yang belum mendapatkan.

Di penghujung acara, Posko Sekretariat Desa Binaan pun diresmikan. Di awali dengan menyanyikan lagu ‘Kita Satu Keluarga’, dilanjutkan dengan membuka tabir kain penutup papan nama oleh Tjhang Tjin Djung, Wakil Ketua Tzu Chi Singkawang dan relawan Bong Sui Khim, serta Donatus dan Willy dari Desa Binaan. Setelah peresmian, para relawan bersama-sama menanam satu pohon di halaman sekretariat dan dilanjutkan dengan doa bersama.

Tjhang Tjin Djung, Wakil Ketua Tzu Chi Singkawang berharap dengan adanya posko ini, lebih banyak lagi kegiatan yang bisa digelar. “Semoga dengan diresmikannya Posko Sekretariat Bersama Desa Binaan ini semakin menambah semangat kita untuk berbuat kebajikan lebih banyak lagi,” ujar Tjhang Tjin Djung.

Artikel dibaca sebanyak : 1618 kali


Berita Terkait


Membersihkan Lingkungan Panti Werdha di Singkawang Selatan

20 April 2018

Penghijauan di Desa Binaan Tzu Chi

25 Agustus 2017

Rasa Syukur dan Harapan di Ulang Tahun Tzu Chi Singkawang yang ke-6

22 November 2016

Kunjungan Cinta untuk Singkawang (Bag.1)

12 Agustus 2011

Kunjungan Cinta untuk Singkawang (Bag. 2)

12 Agustus 2011


1 komentar


Dany Mochtar On Friday, 13 Januari 2017, 20:53:59 wrote:

Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Desa Binaan. Dengan membaca artikel anda, pemahaman saya tentang hal tersebut menjadi bertambah. Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis yang bisa anda kunjungi di Pengabdian Masyarakat



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat