Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Rasa Hormat dan Keyakinan di Jalan Bodhisatwa

05 Mei 2015 Jurnalis : Yunita Margaret (He Qi Utara)
Fotografer : Teksan Luis, Henry Tando, Joe Suati (He Qi Utara)

Sejak pukul 5.30 pagi relawan telah berbaris rapi di lapangan teratai Tzu Chi Center untuk melakukan ritual Chao San untuk menyambut waisak.

Minggu, 3 Mei 2015 relawan Tzu Chi mengadakan kegiatan Chao Shan, yaitu ritual tiga langkah satu sujud namaskara, “San Bu Yi Bai”. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menyambut hari Waisak yang akan diadakan pada 10 Mei 2015 mendatang.

Pukul 5.30 WIB sebanyak 159 peserta yang terdiri dari relawan maupun masyarakat umum telah berbaris rapi di lapangan teratai Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk untuk mengikuti Chao Shan. Livia Shijie memberikan penjelasan singkat kemudian diiringi lantunan doa seluruh peserta dengan sepenuh hati memulai Chao Shan, mengitari lapangan hingga memasuki lobby Ci Bei. Setelah itu para peserta diarahkan memasuki ruang lantai 2 untuk hening sejenak, kemudian bersama-sama mendengarkan ceramah Master Cheng Yen. Dalam ceramahnya Master mengatakan kita sebagai manusia harus berkeyakinan dalam ibadah dan berbuat kebajikan. Dengan adanya tujuan yang benar maka arah kehidupan kita tidak akan menyimpang, juga senantiasa belajar untuk menjadi orang yang lebih baik. Melatih diri mengikis kekotoran batin. Jadi hendaknya kita memiliki rasa hormat dan keyakinan, sepenuh hati menapaki jalan Bodhisatwa.

Para peserta baik relawan maupun masyarakat umum bersiap mengikuti Chao San.

Semua peserta melaksanakan Chao San dengan sepenuh hati dan diiringi lantunan doa “Na Mo Ben Shi Shi Jia Mo Ni Fo”.

Mendengar ajaran Master Cheng Yen memberikan kebahagiaan dan kekuatan bagi relawan, salah satunya adalah Liwan Shixiong. Sebenarnya seminggu sebelum kegiatan Chao Shan kali ini Liwan Shixiong terserang stoke mata. Setelah menjalani perawatan, kondisinya memang membaik namun belum pulih sepenuhnya. Walau begitu Liwan Shixiong yang bertugas menjadi pembawa barisan chao san tidak ingin mengecewakan relawan sehingga ia tetap hadir mengikuti kegiatan. “Bagi saya kegiatan ini adalah wujud rasa syukur kepada langit dan bumi. Awalnya memang agak khawatir dengan kondisi kesehatan, tapi saya yakin dengan ajaran Master Cheng Yen, semua hal baik yang dapat saya kerjakan, saya jalankan saja. Ketika mengikuti chao san sampai pertengahan tadi sempat merasa kurang enak badan, lalu saya berdoa dan akhirnya saya berhasil mengikuti hingga selesai. Saya merasa sangat gembira dan bersyukur,” ucap Liwan Shixiong.

Setelah kegiatan Chao Shan selesai para peserta sarapan pagi bersama kemudian dilanjutkan dengan kegiatan bersih-bersih Aula Jing Si. Kegiatan bersih-bersih ini rutin dilakukan oleh insan Tzu Chi karena Aula Jing Si merupakan rumah bagi relawan Tzu Chi. Mery Shijie (63) tak kalah semangat, sejak pagi mengikuti chao san lalu lanjut bersih-bersih lagi. “Saya baru pertama kali ikut chao san. Ternyata sangat menyenangkan seperti berolahraga, badan jadi lebih segar dan sehat. Setelah itu saya bantu bersih-bersih Aula Jing Si. Tidak capek malahan senang. Seperti yang Master ajarkan untuk menggenggam kesempatan berbuat baik, asal ada waktu ya kita kerjakan,” ucap Mery Shijie dengan gembira. Mengikuti berbagai kegiatan hari ini memberikan manfaat bagi masing-masing orang. Dan semoga kebahagiaan dalam berbuat baik akan memantapkan keyakinan dan kesungguhan hati kita, bersama-sama melangkah maju di jalan Bodhisatwa.

Mery Shijie, relawan abu putih bersama relawan lainnya sedang membersihkan Aula Jing Si.

Artikel dibaca sebanyak : 1350 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bertambahnya satu orang baik di dalam masyarakat, akan menambah sebuah karma kebajikan di dunia.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat