Sabtu, 15 Desember 2018
Indonesia | English

Rasa Ingin Menolong, Mengalahkan Rasa Takut

29 November 2018 Jurnalis : Moses Silitonga (Tzu Chi Sinar Mas)
Fotografer : Randhy Putra, Lisa Kristiani (Tzu Chi Sinar Mas)


Donor darah di ruangan Narwastu Sinar Mas Land Plaza, Thamrin, kebanyakan diikuti oleh karyawan di sekitar area perkantoran ini. Sebanyak 34 relawan turut serta bahu membahu melaksanakan kegiatan ini.

Para relawan Tzu Chi di Xie Li Thamrin berkumpul di Ruangan Narwastu, Sinar Mas Land Plaza Thamrin, Jakarta Pusat sejak pukul 7 pagi, Kamis, 22 November 2018. Mereka bahu membahu menyiapkan kegiatan donor darah, mulai dari yang bertugas menyambut para donor di pintu registrasi, hingga mengarahkan mereka satu per satu dalam mengikuti alur untuk sampai pada tahap mendonorkan darahnya.

Pukul delapan pagi, pendaftar pun mulai berdatangan. Relawan menyambut para pendaftar yang memiliki keinginan untuk mendonorkan tetesan darahnya bagi yang membutuhkan. Kegiatan donor darah di area perkantoran yang secara rutin dilaksanakan oleh relawan Tzu Chi Perwakilan Sinar Mas dan Palang Merah Indonesia, semakin mengetuk lebih banyak lagi hati.


Rubi, salah seorang donor yang telah rutin mengikuti kegiatan donor darah.

“Awalnya karena teman di kantor pada donor, terus ikutan. Berawal dari itu, saya makin sadar akan kebutuhan donor darah, jadi saya makin rutin,” ungkap Rubi.

Tidak jauh berbeda, Arthur juga menjadi rutin berdonor darah setiap tiga bulan sekali setelah diajak oleh seorang temannya. “Saya pertama kali donor itu diajak teman. Tapi saya juga punya alasan pribadi untuk meregenerasi sel-sel darah di tubuh dan pastinya juga untuk membantu orang yang membutuhkan,” ujarnya.


Christy berhasil mengalahkan rasa takutnya atau phobia akan jarum dan darah.

Tak jarang mereka yang mengikuti donor darah pertama kali karena diajak oleh teman. Dari yang awalnya hanya sekedar ikut, sampai akhirnya memiliki komitmen untuk secara rutin bersumbangsih dalam berbuat kebaikan melalui donor darah.

Namun, tidak semua orang memiliki keberanian yang sama dalam berdonor darah. Rasa takut akan jarum dan darah, seringkali menjadi alasan mereka mengurungkan niatnya, walaupun mereka memiliki keinginan untuk berdonor darah.

“Saya selalu terpanggil untuk donor tapi awalnya saya terhalang sama phobia saya sama darah dan jarum suntik. Tapi di satu titik rasa ingin menolong orang itu mengalahkan rasa takut saya sama jarum dan darah,” ungkap Christy yang akhirnya telah mengikuti kegiatan donor darah sebanyak tiga kali.


Selain dapat berdonor, para peserta juga dapat mengikuti penuangan Celengan Bambu sebagai bentuk kepedulian mereka untuk membantu sesama.


Usai kegiatan donor darah, para relawan berkumpul kembali dan mengabadikan momen bersama.

Terdapat berbagai pengalaman dan kisah dari para donor. Tidak semua donor dapat mendonorkan darahnya dengan mudah. Tentu terdapat kesulitan, mulai dari ketakutan yang dimiliki akan jarum dan darah hingga tidak dapat mendonorkan darahnya karena kondisi fisik yang tidak sedang dalam keadaan prima. Dari 341 pendafar pada hari itu, sebanyak 276 dinyatakan siap secara fisik untuk mendonorkan darahnya.

Editor: Khusnul Khotimah


Artikel dibaca sebanyak : 134 kali


Berita Terkait


Donor Darah, Salah Satu Tindakan Nyata dalam Bersyukur

05 September 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat