Rabu, 26 Juni 2019
Indonesia | English

Ritual Namaskara di Bulan Tujuh Penuh Berkah

11 September 2017 Jurnalis : Nuraina (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan, Lily Hermanto, Jefri Viryadi Tanamir (Tzu Chi Medan)

doc tzu chi

Sebanyak 87 relawan Tzu Chi Medan mengikuti Ritual Namaskara dalam menyambut Bulan Tujuh Penuh Berkah.

Setiap tahunnya Tzu Chi Medan memperingati Bulan Tujuh Penuh Berkah dengan ritual perlimpahan jasa dan menyosialisasikan makna peringatan  bulan tujuh yang sesungguhnya. Dan tahun 2017 ini, peringatan tersebut ditambah dengan acara Berbakti dan Ritual Namaskara (Chao Shan).

Ritual Namaskara yang pertama kalinya diadakan Tzu Chi Medan dalam peringatan Bulan Tujuh Penuh Berkah berlangsung pada Minggu, 10 September 2017 dengan jarak tempuh sejauh 400 meter. Dalam kegiatan ini, relawan sudah berkumpul di kantor Tzu Chi Medan sejak pukul 04.00 WIB walaupun sebelumnya pada pukul 01.00 WIB, hujan menguyur kota Medan. 

Para peserta Ritual Namaskara melakukan San Bu Yi Bai atau melangkahkan kaki tiga kali, kemudian bersujud satu kali.

Ritual Namaskara pun dimulai dengan kondisi cuaca gerimis. Namun, hal ini tidak menghalangi insan Tzu Chi Medan untuk melakukan ritual tersebut. “Ketika melihat satu persatu relawan datang walaupun hujan belum berhenti, saya sangat terharu sekali. Semangat dan antusias relawan ini membuktikan relawan masih mempunyai semangat penuh berjalan di Jalan Bodhisatwa," tutur Desnita Su dengan mata berkaca-kaca. Untuk mengantisipasi hujan, para peserta Ritual Namaskara pun dibagikan jas hujan.

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu Zerry menjelaskan makna Ritual Namaskara dan bagaimana derap langkah saat berjalan dalam ritual tersebut. Ritual Namaskara sendiri dilakukan dengan melangkahkan kaki tiga kali, kemudian bersujud satu kali atau dikenal dengan sebutan "San Bu Yi Bai" yang bermakna “menumbuhkan keyakinan, membina kegigihan, melatih keberanian, mematahkan kesombongan, menaklukkan kebencian, serta mengasah keyakinan yang tulus”. Acara Ritual Namaskara ini diikuti oleh 87 orang relawan Tzu Chi Medan.

Dalam guyuran hujan, para peserta Ritual Namaskara tetap fokus dalam melaksanakan proses ritual menapaki Jalan Bodhisatwa tersebut.

Ritual Namaskara dimulai dengan melanturkan Gatra Pendupaan (Lu Xiang Zan) dan Gatha Pujian bagi Sang Buddha (Zan Fo Ji). Kemudian dilanjutkan dengan Sutra Na Mo Ben Shi Shi Jia Mo Ni  Fo yang mengiringi langkah demi langkah para peserta. “Ritual Namaskara ini melatih konsentrasi kita. Pikiran kita tidak boleh bercabang-cabang, dan sebenarnya ini juga merupakan meditasi jalan serta pelatihan diri dalam menapaki Jalan Bodhisatwa. Selain itu riual ini merupakan introspeksi diri dengan merendahkan hati dan memperkecil ego," kata Desnita.

Barisan Ritual Namaskara dari awal prosesi pun terlihat rapi. Saat mendengarkan gema lonceng dan lantunan nama Buddha, saat setiap peserta melakukan ritual ini dengan hati yang tenang dan menampilkan sebuah keteraturan dan keharmonisan.

Karena ritual ini baru pertama kalinya diadakan Tzu Chi Medan, maka banyak respon positif dari para relawan saat selesai mengikuti Ritual Namaskara. “Tadi pagi saat bangun masih gerimis. Tapi saya yakin dengan niat yang tulus, pasti ritual ini (Chao Shan) akan tetap berjalan. Saya pun tetap bersemangat mengikuti kegiatan ini dan berjalan di Jalan Bodhisatwa Tzu Chi,” ungkap Yusselina (57), relawan kelas Budi Pekerti Tzu Chi Medan.

Setelah selesai melaksanakan Ritual Namaskara, para peserta melanjutkan kegiatan dengan mendengar dan menyaksikan video ceramah Master Cheng Yen.

Lain halnya dengan Tan Kim Hong. Ritual ini memiliki pengalaman dan makna tersendiri baginya. " Ketika kita Chao Shan, banyak rintangan yang harus kita hadapi. Seperti hari ini, hujan seakan menghalangi kegiatan ini, namun karena kita bertekad menjalankan ritual ini maka banyak jalan yang disediakan. Selain itu dengan melewati jalan yang tidak rata dan berkerikil, maka terasa sakit saat kita bersujud. Semua itu bisa kita lewati, hal demikian juga senada dengan saat kita berkegiatan di komunitas, apabila ada benturan atau masalah, kita harus mampu mengatasinya," ungkap fungsionaris kegiatan Tzu Chi Medan Timur tersebut.

Setelah barisan Ritual Namaskara ini sampai kembali ke kantor Tzu Chi Medan, waktu telah menunjukkan pukul 06.20 WIB. Setelah beristirahat sambil menyantap minuman hangat dan roti, kegiatan dilanjutkan dengan mengawali hari dengan mendengarkan untaian kata yang disampaikan Master Cheng Yen melalui ceramah Subuh: Xun Fa Xiang (Menghirup Keharuman Dharma).

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 1274 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat