Rabu, 24 Juli 2019
Indonesia | English

Rumah Baru untuk Warga Jagabita

25 Juli 2016 Jurnalis : Yuliati
Fotografer : Yuliati

Relawan Tzu Chi bersama TNI dan Kepala desa Jagabita menurunkan genting sebagai tanda diresmikannya program bebenah kampung Tzu Chi di Desa Jagabita pada Sabtu pagi, 23 Juli 2016.

Tanggal 23 Juli 2016 menjadi momen spesial bagi para warga penerima bedah rumah di Desa Jagabita, Kecamatan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Pasalnya ini menjadi awal dari proses pembangunan rumah para warga yang sudah beberapa kali dilakukan survei wawancara dan pendataan, termasuk pengukuran lahan.

Agus (47), salah satu penerima bantuan terpilih menjadi tempat untuk seremonial peresmian program bebenah kampung Tzu Chi pada hari Sabtu pagi tersebut. “Saya merasa terharu, senang, dan sedih. Ketidakmampuan saya yang dari dulu ingin bikin rumah baru, sekarang menjadi kenyataan,” ujarnya. Sudah 30 tahun lebih, Agus bersama keluarganya tinggal di rumah yang berdinding anyaman bambu ini. Sudah sejak lama ia memiliki impian untuk merenovasi tempat tinggalnya, namun karena keterbatasan ekonomi ia pun mengurungkan niatnya sembari terus berdoa agar memiliki rejeki yang lancar dan bisa membangun rumah.

Sehari-hari Agus hanyalah seorang buruh serabutan yang bekerja jika ada tetangga yang membutuhkan tenaganya, seperti memotong bambu, mencangkul di sawah, dan lain-lain. Sementara istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga. Penghasilannya pun tidak tetap, jika beruntung Agus membawa pulang uang sebesar lima puluh ribu rupiah dari hasil kerja keras setiap harinya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Agus juga memiliki tanggungan tiga anaknya yang masih sekolah. “Untuk dapur saja merasa berat,” ucap bapak lima anak ini.

Relawan Tzu Chi bersama-sama mengambil genting salah satu rumah yang akan di bedah pada tahap satu.


Agus membangun rumah baru untuk tempat tinggal sementara selama proses pembangunan berlangsung.

Selama proses pembangunan, Agus akan tinggal di tempat tinggal sementara di sebelah rumahnya yang akan dibangun. Kebahagiaan terlihat di wajah Agus ketika seremonial penurunan genting rumahnya dilakukan para relawan Tzu Chi. “Saya mengucapkan ribuan bahkan jutaan terima kasih kepada pimpinan (Yayasan) Buddha Tzu Chi. Tzu Chi benar-benar membantu orang tidak mampu seperti saya ini,” ungkapnya.

Rasa syukur juga diungkapkan oleh Uri yang terharu melihat rumahnya dibongkar oleh para relawan, anggota TNI, dan warga lainnya. “Saya kaget hati tapi senang. Rumah sudah dibongkar otomatis pasti akan diganti sama yang baru,” ujarnya sumringah. Sebelumnya, janda 60 tahun ini terus berharap Tzu Chi segera membongkar dan membangun kembali rumahnya yang sudah tidak layak huni. Terlebih ketika musim penghujan maka Uri dan keluarganya pasti kebocoran. “Saya paling takut angin kencang sama geluduk, takutnya kalau pas lagi tidur ketiban rumah,” ucap Uri.

Untuk sementara waktu keluarganya numpang di rumah saudaranya yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, dan Uri menempati pondok yang dijadikan tempat tinggal sementara sembari menunggu rumah barunya yang kelak akan ditempati bersama tujuh anak dan cucunya. “Terima kasih (Yayasan) Buddha Tzu Chi sudah bantu rumah. Sudah enggak nangis mikirin rumah, sekarang tinggal mikirin anak yang masih sekolah,” ungkapnya.


Paban Bhakti TNI Ster Mabes TNI, Kolonel Kav. Bambang Supardi (tiga dari kiri), Kepala Desa Jagabita, Ali Basa (dua dari kiri) bersama relawan Tzu Chi dan anggota TNI mengabadikan momen bersama usai peresmian program bebenah kampung.


Bukan hanya menurunkan genting, relawan juga membongkar dinding salah satu warga penerima bantuan.

Seremonial Peresmian, Awal Pembangunan Dimulai

Agus dan Uri adalah dua dari 38 penerima bantuan bedah rumah yang bersukacita, karena dimulainya program bebenah kampung dari Yayasan Buddha Tzu Chi yang bekerjsama dengan Tentara Nasional Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bogor. “Kegiatan ini bertujuan agar warga mempunyai rumah yang layak huni, apalagi rumah mereka rata-rata sudah tidak layak,” ujar Tri Wahyuni, relawan Tzu Chi yang tinggal di Jagabita sejak tahun 1998 ini.

Bebenah kampung ini akan dilakukan secara bertahap. Proses pembangunannya pun membutuhkan waktu berkisar satu setengah bulan pengerjaan setiap rumahnya. “Hari ini ada 11 rumah yang akan dibedah pada tahap satu ini, rumah ini yang paling urgent karena kondisinya papan sudah dimakan rayap, dinding-dinding sudah tidak menyatu dengan bambu yang dipaku, dan lain-lain,” tutur Tri.

Tri Wahyuni, relawan Tzu Chi setempat berharap dengan memiliki rumah yang baru nantinya, kesehatan mereka juga terjaga. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Paban Bhakti TNI Ster Mabes TNI, Kolonel Kav. Bambang Supardi, “Kita patut bersyukur rekan-rekan (Yayasan) Buddha Tzu Chi memperhatikan betul masyarakat di kampung sehingga rumah yang kurang layak dibangun menjadi rumah yang sehat dan layak huni,” ujarnya. “Ini sinkron dengan kegiatan program TNI,” sambungnya. Ia juga berharap melalui kerjasama TNI dengan Tzu Chi yang sudah terjalin lama ini dapat mengentaskan kemiskinan di Indonesia. “Kita berharap seluruh warga Negara Indonesia tidak ada lagi yang hidup tidak layak,” ujar Paban Bhakti TNI ini.

Kepala Desa Jagabita, Ali Basa bersyukur masyarakatnya telah dibantu dalam program bebenah kampung. “Buddha Tzu Chi menyumbangkan rumah secara utuh pada masyarakat Jagabita. Kami selaku kepala desa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” kata Ali Basa dalam sambutannya. Ia juga menegaskan kepada para warganya bahwa bantuan yang diberikan oleh Tzu Chi tidak mengandung unsur agama, melainkan murni bantuan sosial untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Selain rumah yang tidak layak, masyarakat Desa Jagabita juga cukup banyak yang menderita penyakit kaki gajah, gatal-gatal menahun, dan lain-lain. Dengan memiliki tempat tinggal yang sehat nantinya, Tri juga berharap para warga juga memiliki kesehatan yang baik. “Kalau sudah dibangun rumah, mudah-mudahan mereka juga sehat,” ungkap relawan yang sudah sebelas tahun bergabung di Tzu Chi ini.

Artikel dibaca sebanyak : 1751 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat