Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Rumah Sehat Bagi Warga Andir di Bandung

14 Oktober 2020 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung)
Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana bersama-sama relawan Tzu Chi Jakarta dan Bandung meresmikan program bedah rumah warga di Kecamatan Andir, Bandung.

Berbagai misi kemanusian telah dijalankan oleh Tzu Chi Bandung. Pada kesempatan ini, melalui program bedah rumah, Tzu Chi Bandung membangun kembali rumah milik lima warga di Kecamatan Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Di Kelurahan Campaka ada empat rumah atas nama Wiwi, Didi Masdi, Siti Fatimah, dan satu lagi Santi. Satu rumah lagi atas nama Suwarni ada di Kelurahan Dungus Cariang.


Relawan mengunjungi dan berinteraksi dengan warga penerima bantuan bedah rumah Tzu Chi di Bandung.

Tujuan program bedah rumah ini adalah agar setiap warga penerima bantuan mendapatkan tempat tinggal yang layak, bersih, dan nyaman. Dengan rumah yang nyaman ini warga kemudian bisa meniti kehidupan yang lebih baik lagi tanpa cemas akan kondisi rumah mereka.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2020 lalu, bertempat di Kantor Kelurahan Campaka, Tzu Chi Bandung bersama Pemerintah Kota secara simbolis menyerahkan kunci rumah kepada 5 orang warga penerima bantuan bedah rumah ini. Acara peresmian ini dihadiri Walikota Bandung H. Oded Muhammad Danial, S.A.P., relawan Tzu Chi, dan tamu undangan lainnya. Walaupun kegiatan berlangsung di tengah pandemi, namun protokol kesehatan tetap dilaksanakan.


Ada 5 rumah yang telah selesai pembangunannya dan diserahterimakan kembali kepada warga oleh Wakil Ketua Tzu Chi Bandung dan Walikota Bandung H. Oded Muhammad Danial.

Awal mula kegiatan bedah rumah Tzu Chi di di Kelurahan Campaka sendiri bermula dari kegiatan baksos kesehatan degeneratif di bulan Februari 2020 lalu. Dari sini relawan melihat banyaknya rumah-rumah warga yang kurang layak huni.

Namun sehubungan dengan mewabahnya Covid-19, pada awal Maret kelanjutan baksos kesehatan yang seharusnya dilaksanakan secara berkala hingga bulan April pun dihentikan. Sejak saat itulah Tzu Chi Bandung mulai menjalankan program bedah rumah Tzu Chi di Kel. Campaka. Apalagi Kelurahan Campaka sendiri masih satu lingkungan dengan lokasi Aula Jing Si Tzu Chi Bandung.

 

Walikota Bandung melihat berbagai program bedah rumah yang telah dan sedang dilakukan oleh relawan Tzu Chi di Bandung.

Wakil Ketua Tzu Chi Bandung, Henking Wargana turut berbahagia dengan kebahagiaan yang dirasakan warga penerima bantuan ini. ”Kebahagian warga penerima bantuan bedah rumah tentu menjadi kebahagian kami juga sebagai relawan Tzu Chi. Karena kami diizinkan untuk berbuat kebaikan serta menyebarkan cinta kasih terhadap sesama. Semoga mereka yang telah mendapatkan rumah idaman dapat menata masa depan dengan lebih baik lagi. Dan kami harapkan mereka pun dapat menolong kembali bagi warga yang sangat membutuhkan,” kata Henking.

 

Kebahagiaan warga menjadi kebahagiaan relawan juga.

Walikota Bandung H. Oded Muhammad Danial, S.A.P. sangat mengapresiasi bantuan bedah rumah ini. Menurutnya kolaborasi Tzu Chi Bandung bersama pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan bukan kali ini saja. Karena itu, pemerintah kota akan selalu mendukung penuh misi kemanusian Tzu Chi bagi warga di Kota Bandung.

“Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang terus berkolaborasi dengan regulasi Pemerintah Kota Bandung, khususnya pembangunan bedah rumah ini. Saya mendoakan semoga Tuhan yang membalas dan semua relawan Buddha Tzu Chi, mendapatkan berkah dari semua yang telah dicapai untuk Negeri,” ucap H. Oded.

“Sehat Rumahnya, Sehat Warganya, Sehat Ekonominya”


Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kala itu, 18 Juli 2007) bersama Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia meresmikan Program Bebenah Kampung Tzu Chi yang pertama di Kampung Belakang, Dadap, Jakarta Barat.

Program Bedah Rumah Tzu Chi di Indonesia sendiri dimulai sejak tahun 2006, dengan dimulainya Program Bebenah Kampung Tzu Chi di Kampung Belakang, Kamal, Jakarta Barat. Saat itu ada 82 rumah yang dibangun kembali sehingga menjadi hunian yang lebih layak, bersih, dan sehat.

Terpilihnya wilayah Kampung Belakang, Kamal, Jakarta Barat dalam Program Bebenah Kampung ini dikarenakan kondisinya yang cukup jauh tertinggal dibandingkan wilayah lain. Kampung yang berada sekitar 1 km dari Bandara Soekarno-Hatta dan terletak di sebelah utara jalan Tol. Prof. Ir. Sedyatmo ini mayoritas penduduknya bekerja sebagai pemulung, buruh pabrik, tukang las, supir, dan petani. Dengan tingkat pendapatan yang rendah maka kualitas hidup warga pun sangat memprihatinkan. “Dengan program Bebenah Kampung ini, Tzu Chi berharap roda ekonomi masyarakat dapat bergerak maju dengan dukungan Program Ekonomi Kerakyatan dari Pemerintah Daerah, seperti menciptakan lapangan pekerjaan, membawa investor untuk membuka usaha padat karya, mengucurkan kredit lunak kepada masyarakat, dan pelatihan praktis agar masyarakat lebih mandiri,” kata Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Sugianto Kusuma. Dengan demikian masyarakat tidak hanya sehat keluarga dan lingkungannya, tetapi juga sehat ekonominya.


Wakil Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Sugianto Kusuma berinteraksi dengan warga Kampung Belakang saat proses survei ke rumah-rumah warga.

 

Bermula dari Kampung Belakang, program bedah rumah Tzu Chi kemudian menyebar ke Pademangan (Jakarta Utara), Kelapa Gading (Jakarta Utara). Cilincing, Laotze dan Karang Anyar, Pasar Baru, Teluk Gong, dan Kamal Muara. Selain di Jakarta, program ini juga menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Tangerang, Bandung, Padang, Medan, Palembang, Lombok, Singkawang, dan Tanjung Balai Karimun. Hingga saat ini (data Januari 2020) tercatat ada 596 unit rumah yang telah dibedah (bangun kembali) di Jakarta, dan 374 unit rumah di luar Jakarta. 


Ada 82 rumah warga yang dibangun kembali oleh Tzu Chi di Kampung Belakang, Kamal, Jakarta Barat. Dari sini kemudian program bebenah kampung berkembang ke daerah-daerah lain di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. 

Apa yang dilakukan insan Tzu Chi dengan membangun kembali rumah-rumah warga yang kurang layak huni, selain membawa kebahagiaan, juga menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Editor: Khusnul Khotimah, Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 607 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat