Sabtu, 08 Agustus 2020
Indonesia | English

Sahabat Jiwa Bagi Oma Siana

15 Juli 2020 Jurnalis : Khusnul Khotimah
Fotografer : Khusnul Khotimah

Oma Siana Loande (78) beranjak dari kursinya dengan tertatih-tatih ketika Rita Malia dan Wey Alam, relawan Tzu Chi Tangerang tiba di depan rumahnya. Hampir saja ia lupa kalau kakinya bengkak akibat infeksi di jari kaki.

“Silahkan masuk, Nak,” sambutnya dengan suara lirih.

Di rumahnya di Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang itu, Oma Siana tinggal berdua dengan suaminya yang sudah pikun. Sementara anaknya tinggal jauh di Pasar Kemis, masih di wilayah Tangerang juga.

“Iya Oma, Oma duduk saja ya,” jawab Rita sembari meletakkan beberapa boks popok dewasa (diapers) yang dibawanya. Begitu juga dengan Wey Alam yang membawakan paket sembako.


Rita Malia saat menenangkan Oma Siana yang menangis tersedu. Oma Siana selalu menganggap relawan Tzu Chi sebagai keluarga sehingga Oma dapat mencurahkan beban hidupnya.  

Oma Siana selalu senang jika dikunjungi atau ditelepon oleh relawan Tzu Chi.

“Senang banget, Nak dikunjungi relawan. Bersyukur relawan pada peduli dengan Oma. Terima kasih banyak karena Tuhan kirim orang-orang baik, Oma tidak ada tempat curhat, Nak,” ujarnya yang tiba-tiba sudah berurai air mata.

“Oma, kita datang ke Oma juga bagaikan Oma ini orang tua kami juga,” kata Wey Alam lembut mencoba menenangkan Oma Siana.

Beberapa keluhan Oma Siana pun ditumpahkan kepada dua relawan ini, baik tentang kesehatannya maupun kesehatan suaminya. Juga tentang anaknya yang hidup kekurangan sehingga tak bisa sering-sering menjenguknya.

Menjadi Penerima Bantuan Tzu Chi


Kedatangan relawan Tzu Chi ke rumah Oma Siana, Selasa, 14 Juli 2020, tak hanya memberikan bantuan bulanan, namun juga meringankan kesedihan hatinya. 

Sejak Februari 2016, Tzu Chi Tangerang memberikan bantuan biaya hidup setiap bulan bagi mantan guru TK Strada Tangerang ini. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Oma Siana sebelumnya masih berjualan pantyliner atau pembalut di pasar. Namun kondisi fisiknya yang makin menurun akibat usia membuatnya tak bisa lagi bekerja.

Sejak pandemi Corona, relawan beberapa kali menitipkan bantuan biaya hidup Oma Siana kepada tetangganya. Namun kali ini Rita Malia dan Wey Alam memutuskan berkunjung sebentar karena Oma Siana juga memerlukan perhatian secara langsung untuk bisa meringankan beban batin yang dirasakannya.

“Oma, dalam menjalani hidup ini memang banyak batunya, Oma harus sabar dan kuat ya, jangan menyesali yang sudah terjadi, Oma percaya kepada Tuhan kan? Tuhan pasti dampingi terus, kalau Oma bisa pasrah, bebannya itu tidak berat,” kata Rita Malia, mengusap punggung Oma yang menangis.

Oma Siana memang memiliki beban batin yang sudah bertumpuk sejak ia muda. Kedatangan relawan siang itu terbukti membuat Oma lebih plong.


Selain memberikan bantuan biaya hidup, Rita Malia da Wey Alam juga memberikan bantuan popok dewasa (diapers) bagi suami Oma Siana serta paket sembako.

“Terima kasih ya Nak karena selalu peduli pada Oma,” kata Oma Siana.

Menjelang pamit, Wey Alam juga mengingatkan Oma untuk selalu membersihkan luka di jari kakinya dengan rivanol yang sudah diterimanya dari dokter agar cepat sembuh.

Bagi kedua relawan Tzu Chi ini, kunjungannya ke Oma Siana sekali lagi mengingatkan betapa setiap orang, masing-masing memikul beban hidup. Karena itu setiap orang harus saling peduli dan memberikan perhatian.  

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 295 kali


Berita Terkait


Ingin Bisa Menjadi Saluran Berkat Bagi Orang Lain

15 Juli 2020

Menjadi Relawan Tzu Chi Dari Hati

07 Juli 2020

Dulu Penerima Bantuan, Kini Menjadi Relawan

24 Februari 2020


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, malah sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat