Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Saling Berbagi Kasih

26 Oktober 2015 Jurnalis : Subandi Chandra (He Qi Barat)
Fotografer : Muliawan Tanean, Subandi Chandra (He Qi Barat)

Relawan Tzu Chi mendampingi para oma memberikan pijatan-pijatan lembut dan menghibur mereka di Panti Jompo Wisma Sahabat Baru, Duri Kepa, Jakarta Barat pada 18 Oktober 2015.

Minggu pagi, 18 Oktober 2015,  sebanyak 16 relawan Tzu Chi komunitas Kebon Jeruk 1 dan Kebon Jeruk 3 bertolak menuju Panti Jompo Wisma Sahabat Baru, Duri Kepa, Jakarta Barat untuk melakukan kunjungan kasih kepada para opa dan oma. Jam 9.00 WIB, para relawan tiba di Panti Jompo. Meili Kosasih, koordinator kegiatan menyapa opa dan opa yang sudah menunggu kehadiran para relawan. Disusul dengan relawan lain menghampiri para opa dan oma. Para opa dan oma pun merasa senang dengan kunjungan dari relawan Tzu Chi ini.

Opa dan oma pun menceriterakan kegembiraan hati mereka. Sukardi, salah stau opa menceritakan kebahagiaannya lantaran kunjungan dari putranya pada saat hari libur lalu. Lain halnya dengan Oma  Poppy yang penuh semangat menceritakan sumbangsihnya dalam membantu teman-temannya melakukan pekerjaan, memberi penghiburan dan nasehat kepada rekan-rekannya. Dari apa yang dilakukannya, Ia merasa masih berguna. Semua curahan hati mereka tentu ditanggapi dengan gembira oleh para relawan. Para relawan pun memberikan penghiburan kepada para opa dan oma yang jarang dikunjungi keluarga agar terus bersabar, dan berharap kunjungan para relawan dapat menggantikan kerabat mereka dan dapat menghiburnya.


Dalam kunjungannya kali ini, relawan Tzu Chi mengajak para oma dan opa untuk bersama-sama melakukan gerakan senam tangan.


Salah satu relawan, Aciong memijat tangan dan kaki oma yang berbaring di tempat tidurnya.

Mendampingi Opa dan Oma

Jika pada kesempatan kunjungan di bulan lalu, relawan mengajak opa dan oma menuliskan secarik surat kepada relawan sebagai pengganti keluarganya, maka pada kunjungan kali ini relawan membacakan surat balasan yang mereka peroleh. Susie dan Ami Haryatmi secara bergantian membacakan surat-surat balasan itu kepada para opa dan oma.  Para opa dan oma pun sangat terharu mendengar surat mereka telah di balas. Hal ini menunjukkan betapa kasih sayang terhadap mereka berlanjut, Master Cheng Yen pernah mengatakan bahwa ”Jalinan jodoh yang baik akan terbangun dengan sumbangsih cinta kasih yang lebih banyak dan kata-kata yang dapat menghibur orang lain.”

Untuk menyemangati para opa dan oma, salah satu relawan, Yani Adikarta mengajak para opa dan oma untuk melakukan gerakan senam tangan yang ringan. Mereka sangat antusias mengikuti acara ini. Beberapa dari mereka yang agak kesulitan menggerakkan tangan dibantu para relawan untuk  melakukan gerakan senam. Usai melakukan gerakan senam tangan, relawan pun memberikan pijitan-pijitan lembut di tangan dan kaki, seperti yang dilakukan oleh Aciong kepada Oma Herlina yang kesulitan bergerak agar peredaran darahnya bisa berjalan baik.

Selain pendampingan, relawan juga mengajak oma dan opa untuk bersumbangsih menyisihkan sebagian uangnya ke celengan bambu Tzu Chi untuk membantu orang yang membutuhkan.


Di akhir acara, relawan bersama para oma dan opa melakukan doa bersama usai kunjungan kasih ini.

Setelahnya para relawan membagikan buah jeruk, minuman kacang hijau, dan bacang vegetarian.  Bacang vegetarian yang dipesan oleh Bedjo, salah stau penghuni panti yang masih berusia 40-an tahun. Ia mengalami kelumpuhan total mulai dari bagian tubuh sebelah bawah sehingga tidak dapat bergerak kemana pun. Ia hanya tergolek di tempat tidur. Meskipun demikian Bedjo sangat rajin membuat poster-poster mengenai falsafah hidup.

Biarpun ia tidak dapat bergerak ia masih dapat mendengar berita – berita terkini melalui radio yang dimilikinya. Segala informasi yang diterima ia tuangkan dalam bentuk  tulisan dan poster. Ia sering memberikan nasehat tentang kehidupan kepada kaum muda yang mengungjungi panti. Di sinilah kita sebagai relawan bisa belajar bagaimana dengan segala keterbatasannya, Ia masih bisa melakukan hal-hal yang positif.

Dalam kunjungan kasih ini, oma dan opa diajak untuk bersumbangsih dengan memberikan dana ke dalam celengan bambu yang dibawa oleh relawan. Hal ini dilakukan agar oma dan opa dapat berbagi kasih kepada orang lain. Nilai nominal uang bukanlah hal yang utama, namun yang terpenting adalah semangat berbagi kasih terhadap sesama. Di penghujung acara, relawan bersama para opa dan oma melakukan doa bersama.

Artikel dibaca sebanyak : 1706 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat