Senin, 26 Agustus 2019
Indonesia | English

Saling Kenal dan Saling Belajar

16 Juni 2017 Jurnalis : Henny (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Dinarwaty (Tzu Chi Medan)

Tzu Chi Medan mengadakan Gathering Misi Pendidikan pada Kamis, 1 Juni 2017. Kegiatan yang diusung dengan konsep penuh keakraban dan kekeluarga tersebut dimulai dengan sesi permainan.

Misi Pendidikan adalah salah satu dari empat misi Tzu Chi yang dicetuskan oleh Master Cheng Yen. Dalam misi pendidikan, anak-anak dididik agar berakhlak dan berbudi pekerti, serta memiliki sopan santun dalam kehidupan baik di keluarga maupun di lingkungan sekitar. Misi pendidikan juga selalu mengalami perkembangan, sehingga para pendidiknya yang adalah relawan-relawan Tzu Chi pun selalu butuh pembaharuan dan sharing satu sama lain.

Kebutuhan akan sharing tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah gathering. Seperti yang dilakukan oleh Tzu Chi Medan yang mengadakan Gathering Misi Pendidikan pada Kamis, 1 Juni 2017. Kegiatan ini diikuti oleh 70 relawan dalam tim pendidikan, antara lain Daai Mama dari beberapa kelas budi pekerti (Tzu You Ban, Tzu Shao Ban, Kelas Belajar Mandarin Kata Perenungan Master Cheng Yen, serta Tzu Ching).

“Semoga relawan dalam tim pendidikan ini bisa saling kenal dan saling belajar sehingga kualitas misi pendidikan di Tzu Chi Medan lebih maju lagi dan meningkat dari tahun ke tahun,” harap Merry Sudilan, PIC kegitan.

Kegiatan ini diikuti oleh 70 relawan dalam tim pendidikan, antara lain Daai Mama dari beberapa kelas budi pekerti.

Merry Sudilan, PIC kegitan berharap relawan dapat selalu membangkitkan niat tulus, menunjukkan wajah bahagia, serta menjaga kekompakkan.

Kegiatan yang diusung dengan konsep penuh keakraban dan kekeluarga tersebut dimulai dengan sesi permainan. Permainan ini dimulai dengan para Daai Mama mencari partner untuk suit, yang kalah nantinya akan berdiri di belakang yang menang membentuk panjang seperti kereta api hingga pada akhirnya menjadi satu barisan yang sangat panjang. Semua Daai Mama terlihat larut dalam kegembiraan.

Usai permainan, acara dilanjutkan dengan sharing dari masing-masing koordinator tim pendidikan. Mereka berbagi mengenai bagaimana membimbing anak-anak dengan karakter berbeda. Di sela-sela sharing, relawan juga membubuhkan tayangan video dan juga peragaan isyarat tangan yang mereka lakukan bersama-sama.

Dari sharing-sharing tersebut, tim pendidikan menuturkan bahwa membimbing anak-anak bukan hanya sekadar memberikan pelajaran untuk mereka. Namun nyatanya juga memperoleh pelajaran baru dari mereka.

“Memang menjadi relawan di misi pendidikan tidak bisa selalu mulus seperti yang dibayangkan,” ucap Merry. “Namun kita harus selalu membangkitkan niat tulus dan menunjukkan wajah bahagia,” imbuhnya. Merry juga menegaskan bahwa kekompakkan merupakan kunci utama, “Karena kalau kita kompak, nggak ada yang nggak bisa kita lakukan,” tergasnya di hadapan tim pendidikan. 

Di akhir kegiatan, masing-masing relawan menerima suvenir.

Master Cheng Yen pun memberikan pesan melalui ceramahnya, bahwa: “Ilmu pengetahuan akan teknologi sangat diperlukan untuk saat ini, namun jauh lebih penting adalah memahami prinsip dasar menjadi manusia yang lebih baik. Artinya dibutuhkan seorang guru yang membimbing murid ke jalan yang benar. Seorang guru yang baik memiliki tiga jenis hati: hati sebagai guru yang bersumbangsih tanpa pamrih, hati sebagai orang tua yang memperlakukan murid bagaikan anak sendiri, dan hati Bodhisatwa yang senantiasa menggunakan cinta dan kebijaksanaan.”

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 1091 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat