Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Satu Dekade Tzu Ching Medan

15 Oktober 2020 Jurnalis : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Vinson Theodoric (Tzu Chi Medan)


Semua Peserta sedang mendengarkan ceramah Master secara online.

Tepat 10 Oktober 2020, barisan muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) Medan merayakan satu dekade mendermakan kebajikan bersama relawan Tzu Chi di Kota Medan. Acara tersebut diadakan di Kantor Tzu Chi Medan, Komplek Cemara Asri, Medan. Acara Satu Dekade Tzu Ching Medan dihadiri oleh 15 orang saja, yang merupakan panitia dari acara tersebut. Hal ini dilakukan guna mematuhi protokol kesehatan Covid-19 di Indonesia. Meski begitu para Tzu Ching ini tetap antusias menyambut hari Bahagia tersebut. Sementara itu, bagi Tzu Ching yang tidak berkesempatan hadir secara langsung, dapat mengikuti perayaan secara virtual dengan khidmat.

Rangkaian acara Satu Dekade Tzu Ching Medan ini sudah dirancang dan disusun sebulan sebelum kegiatan berlangsung. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, rapat serta diskusi dapat dilakukan secara virtual. Berkat kemajuan teknologi pula, rapat dapat dilakukan secara tatap muka, walau peserta berada di lokasi yang berbeda sehingga beberapa relawan muda Tzu Chi Medan yang saat ini berada di Jakarta maupun Bali dapat ikut serta menyumbangkan ide-ide untuk perayaan Satu Dekade Tzu Ching Medan.


Panitia memastikan semua acara berjalan dengan lancar secara online.

Prayugo atau yang biasa disapa Yugo adalah relawan muda Tzu Chi atau Tzu Ching pertama di Kota Medan. Sejak tahun 2010, ia membimbing generasi Tzu Ching hingga sekarang, dan pada acara ini, Yugo turut mengambil peran sebagai kordinator utama.

Sepuluh tahun berkiprah bersama barisan Tzu Chi, Yugo merasa ada perubahan yang signifikan dari Tzu Ching Medan. “Selama 10 tahun ini pencapaianya sangat banyak, selain kita bersama-sama bersumbangsih dengan para relawan komunitas, tapi kita juga berhasil mengadakan banyak kegiatan dan juga misi-misi Tzu Chi. Tapi lebih spesifiknya ke Tzu Ching Camp dan kegiatan yang berbudaya humanis, pendidikan dan juga kemanusiaan. Sebenarnya setiap tahun kita merayakan ulang tahun dan biasanya kita kumpul bareng dengan Tzu Ching seluruh Medan, tapi karena pandemi kami tetap bertekad untuk merayakan ulang tahun yang ke 10 ini secara live/online,” ujar Prayugo.

Sekitar 100 relawan ikut berpartisipasi dalam perayaan ulang tahun Tzu Ching Medan di udara. Namun momen ini tidak hanya dihadiri oleh relawan Medan saja, melainkan juga relawan muda dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bali, dan lain-lain.



Acara puncak Satu Dekade Tzu Ching Medan ditandai dengan peniupan lilin yang diikuti oleh peserta yang berada di rumah untuk meniup lilin bersama-sama.

Adapun rangkaian perayaan hari jadi Tzu Ching Medan ke 10 tahun ini, diawali dengan mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen, Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi. Dalam ceramah Master kali ini, Master mengatakan “Lakukan saja dan itu sudah benar”. Kalimat ini mengingatkan pada kita bahwa, setelah kita masuk ke dalam barisan Tzu Ching, kita baru bisa merasakan pengalaman itu dan dari hal itulah kita bisa memberitahukan kepada orang-orang apa saja yang telah dilakukan Tzu Ching.

Acara dilanjutkan dengan temu ramah relawan muda dari tiap generasi dari tahun 2010 sampai 2020. Dari mereka, Tzu Ching bisa mendengar beberapa kisah yang tidak bisa mereka lupakan sewaktu bergabung di barisan Tzu Ching. Kemudian dilanjutkan pemutaran video kilas balik 10 tahun kiprah Tzu Ching Medan yang berisi foto-foto kegiatan. Foto-foto ini telah disimpan sejak 2010 sampai 2020, dimana mengingatkan peserta bahwa dalam proses menyebarkan kebaikan ada tawa, canda, dan haru. Acara puncak ditandai dengan peniupan lilin. Uniknya peniupan lilin tidak hanya dilakukan panitia yang di Kantor Yayasan Buddha Tzu Chi, melainkan peserta yang telah menyiapkan lilin dan kue di masing-masing rumah, lalu lilin itu ditiup bersama-sama.


Panitia yang berada di Kantor Tzu Chi Medan juga memerhatikan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

Perayaan kali ini tentu saja akan menjadi momentum baik bagi relawan muda dan Pembina Tzu Ching Medan. Mariany, Pembina Tzu Ching Medan selalu memberikan semangat dan dukungan kepada relawan muda Tzu Chi untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan, serta berharap ke depannya Tzu Ching Medan semakin berkembang dan bersatu hati berjalan di Jalan Bodhisatwa. Seperti ucapan Master Cheng Yen “Agar Tzu Ching selalu menjadi pelita yang menerangi kehidupan setiap insan dan bersama-sama mengembangkan akar kebijaksaan”.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 187 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat