Jumat, 14 Agustus 2020
Indonesia | English

Satu Keluarga dalam Keberagaman Indonesia

30 Januari 2020 Jurnalis : Arimami Suryo A
Fotografer : Arimami Suryo A


Relawan Tzu Chi Indonesia berfoto bersama dengan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan beberapa jajaran Menteri saat menghadiri acara Perayaan Imlek Nasional 2020 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kota Tangerang.

Perayaan Imlek Nasional tahun 2020 berlangsung semarak di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kota Tangerang pada Kamis, 30 Januari 2020. Acara yang bertema Bersatu untuk Indonesia Maju ini dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang datang dengan mengenakan changsham berwarna merah.

Mengawali pidatonya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat Imlek kepada seluruh warga Indonesia yang merayakannya. Jokowi pun begitu senang dapat merasakan keberagaman budaya dalam Perayaan Imlek Nasional 2020 ini. “Saya senang hari ini pakai baju ini (changsham). Sedangkan ketua panitianya memakai baju adat Jawa. Ini kan hanya dibolak-balik saja,” ungkap Presiden Joko Widodo.


Presiden Joko Widodo tampil menarik dengan menggunakan changshan berwarna merah sebagai simbol keberagaman.

Ungkapan tersebut merujuk kepada Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, Gandi Sulistyanto yang menggunakan baju adat Jawa lengkap dengan keris dan blangkon. Hal ini juga disinggung Presiden Joko Widodo bahwa seluruh masyarakat harus menjunjung tinggi keberagaman suku yang ada dan menjaga persatuan di Indonesia.

“Kita ini beragam. Tidak ada negara seberagam Indonesia. Ada 471 suku dengan ribuan bahasa. Ini yang patut kita syukuri, bahwa meskipun kita beraneka ragam tapi kita tetap satu, saudara sebangsa setanah air yang hidup di Indonesia,” tambahnya.


Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, Gandi Sulistyanto mengenakan pakaian adat Jawa saat menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo.

Pidato Presiden Joko Widodo disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan peserta yang mengikuti Perayaan Imlek Nasional 2020 tersebut. Kemeriahan juga ditampilkan oleh para pengisi acara ini. Mulai dari barongsai, drama musikal, hingga penampilan isyarat tangan lagu Satu Keluarga yang dibawakan oleh 44 relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan 40 santriwati dari Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor.

Salah satu relawan yang ikut membawakan Isyarat Tangan Satu Keluarga adalah Adenan Hasan, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1. Menurut Adenan makna dari Isyarat Tangan Satu Keluarga sangat mendalam, apalagi dalam kegiatan ini juga menggaungkan tentang persatuan.


Adenan Hasan (tengah), relawan Tzu Chi komunitas He Qi Utara 1 dan relawan Tzu Chi Indonesia membawakan Isyarat Tangan Satu Keluarga dengan santriwati dari Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor.


Perayaan Imlek Nasional 2020 dihadiri oleh masyarakat dengan beragam agama, kaum difabel, dan masyarakat umum lainnya.

“Kami sangat bahagia ya, Tzu Chi bisa tampil di Perayaan Imlek Nasional tahun ini yang dihadiri Presiden. Harapannya tentu kita semua harus harmonis, seperti yang Master Cheng Yen inginkan jika kita semua hidup harmonis maka dunia kita bebas bencana. Inilah yang kita harap karena di Indonesia terdiri dari beragam suku, agama, dan adat istiadat oleh karena itu kita harus bersatu untuk memajukan Indonesia,” kata Adenan.

Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional 2020, Gandi Sulistyanto merasa sangat bahagia karena Perayaan Imlek Nasional 2020 berlangsung sukses dan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia. “Luar biasa, Bapak Presiden Joko Widodo memberikan apresiasinya atas Penyelengaraan perayaan Imlek Nasional 2020 yang penuh dengan keberagaman ini. Acara ini dihadiri oleh masyarakat dengan beragam agama, kaum difabel, dan masyarakat lainnya. Jadi, beliau mengharapkan nantinya bisa dilanjutkan terus hal-hal seperti ini,” ungkap Gandi Sulistyanto setelah kegiatan berakhir.


Antusiasme para peserta Perayaan Imlek Nasional 2020 saat mengantre di stan mi vegetarian DAAI yang disajikan gratis.

Dalam kesempatan Perayaan Imlek Nasional 2020 ini, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia juga ikut bersumbangsih dengan menyumbangkan 1.000 boks (40.000 bungkus) mi vegetarian DAAI untuk suvenir dan 500 bungkus untuk dimasak di stan sehingga bisa langsung dinikmati oleh para pengunjung.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 1144 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat