Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Saya Tzu Ching

28 September 2015 Jurnalis : Elysa (Tzu Ching Jakarta)
Fotografer : Elysa (Tzu Ching Jakarta)


Tanggal 20 September 2015 diadakan acara training dan pelantikan Tzu Ching baru yang diikuti sebanyak 75 Tzu Ching.

Minggu, 20 September 2015, sebanyak 75 Tzu Ching berkumpul untuk mengikuti training Tzu Ching yang bertema “Saya Tzu Ching”, di Galeri Da Ai lantai 1, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk. Sesi training hari itu dimulai dengan pengenalan tentang Master Cheng Yen lebih dalam dan bagaimana Tzu Chi dapat berkembang menjadi seperti sekarang ini dengan celengan bambu.

Selanjutnya mereka juga mendalami lagi Budaya Humanis Tzu Chi. Jika biasanya mereka melihat dan mendengar saja bagaimana budaya humanis itu, kali ini mereka mempraktikkannya. Mereka dibagi menjadi empat kelompok dan masing-masing kelompok harus mempresentasikan budaya penampilan, sikap, makan, dan tidur yang benar dalam Budaya Humanis Tzu Chi. Ada yang mempresentasikannya dalam bentuk drama, sehingga sesi ini menjadi begitu menyenangkan.

Pada training ini Tzu Ching juga diajak untuk bermain sebuah permainan yang dinamakan Kereta Cinta Kasih. Setelah dibagi menjadi empat kelompok besar lagi, mereka diminta untuk meniup balon. Para peserta lalu diminta untuk menjepit balon antara punggung dengan punggung dan membentuk barisan kereta. Tangan mereka yang bebas diminta untuk mengandeng tangan teman didepannya, lalu mereka akan berjalan melewati rintangan yang telah dibuat oleh panitia. Ada kelompok yang menang dan ada kelompok yang kalah, tetapi permainan ini mengajarkan bagaimana tim tanggap darurat menyiapkan barang bantuan hingga mengantarkan barang tersebut ke wilayah yang terkena bencana. Permainan ini juga melatih kita agar dapat saling menjaga antar sesama.

Para peserta diminta untuk berdiskusi dan mempresentasikan tentang budaya humanis yang diterapkan dalam keseharian Tzu Chi.

Games Kereta Cinta Kasih, mengajak teman-teman untuk saling bekerja sama dan saling menjaga antar sesama.

 Pilihan Menjadi Relawan

Mayoritas yang mengikuti training ini adalah teman-teman yang baru saja hari itu mengenakan seragam Tzu Ching dan akan dilantik sebagai Tzu Ching pada training ini. Oleh karena itu, mereka juga dibekali sharing mengenai perjalanan di dunia relawan. Seperti sharing mengenai “Bahagia Menjadi Relawan”, Franciska menjelaskan kepada adik-adik Tzu Ching bahwa meskipun ia menjadi Tzu Ching belum terlalu lama tetapi dalam setiap kegiatan yang ia ikuti, ada suatu kebahagiaan tersendiri yang didapat. Baik atau buruk, semuanya menjadi pengalaman berharga baginya.

Pilihan menjadi relawan tidak membuat seseorang menjadi terkenal atau pun kaya materi, sebaliknya sering kali lelah yang didapat. Namun apa yang menyebabkan banyak relawan Tzu Chi yang sudah lama bergabung namun tetap bertahan dan bahagia menjadi relawan? Salah satunya adalah Hasan, yang telah bergabung dengan Tzu Ching sejak tahun 2008. Banyak pengalaman yang ia dapatkan, suka duka telah ia lewati, dan ia tetap berjalan di jalan Tzu Chi karena ia mendapatkan keluarga baru.

Hasan, Ketua Tzu Ching Indonesia, menceritakan pengalamannya sejak awal mengenal Tzu Chi dan Tzu Ching sampai sekarang.

Mama Tzu Ching membantu menyematkan kartu relawan pada Tzu Ching yang dilantik. Mereka sebelumnya diminta untuk mengikuti 1 kali sosialisasi, 5 kali kegiatan dan 1 kali training yang dibarengi dengan pelantikan sebagai Tzu Ching.

Setelah mendengar berbagai sharing, selanjutnya adalah acara yang dinantikan oleh 52 Tzu Ching yang akan dilantik, yaitu penyematan kartu relawan Tzu Ching yang menandakan mereka telah resmi menjadi keluarga baru dalam Tzu Ching Indonesia. Saat itu, Lynda Shigu sebagai salah seorang mama Tzu Ching pun berpesan kepada para Tzu Ching, “Tzu Ching merupakan harapan dari shigu shibo dan Shigong Shangren (Master Cheng Yen), kalian bangga menjadi Tzu Ching dan kami pun bangga menjadi papa mama Tzu Ching. Kalian semua merupakan anak-anak dari shigu shibo dan kita merupakan satu kesatuan. Harapan dan semangat kalian merupakan harapan dan semangat kami. Hari ini kalian bisa disini, hargailah kesempatan ini, dan selama perjalanan ini kalian akan tetap ditemani oleh xue zhang xue jie (Kakak Pembina Tzu Ching) dan papa mama semua. Kita harus berjuang untuk Tzu Ching Indonesia, untuk Tzu Chi, dan untuk Shigong Shangren.”

Kegiatan training kali ini ditutup dengan perayaan ulang tahun Tzu Ching yang ke-12 dengan menyanyikan lagu Happy Birthday Tzu Ching dan makan kue bersama. Meskipun acara telah selesai, para Tzu Ching tidak segera pulang tetapi mereka membantu para panitia untuk membereskan kursi dan meja yang telah dipakai selama acara berlangsung. Acara pelantikan ini merupakan awal bagi para teman-teman yang baru berseragam Tzu Ching, semoga dengan awal baru ini kita bisa terus menambah panjang barisan Tzu Ching Indonesia. Semangat!

Artikel dibaca sebanyak : 1943 kali


Berita Terkait




2 komentar


Redaksi On Monday, 28 September 2015, 17:03:25 wrote:

Sebelumnya terima kasih kepada Ibu/Sdri Ully atas perhatiannya kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Yayasan Tzu Chi sangat terbuka bagi semua orang, tanpa memandang perbedaan suku, bangsa, agama, ras, maupun golongan. Ini sesuai dengan prinsip Tzu Chi yang menebar cinta kasih universal. Relawan Tzu Chi terdiri dari beragam kepercayaan, suku, dan ras yang berbeda-beda, namun bisa tetap bersama-sama melakukan kebajikan karena dilandasi prinsip cinta kasih universal. Jadi kami tunggu partisipasinya. Terima kasih.

ully On Monday, 28 September 2015, 10:55:21 wrote:

apakah Tzu chi indonesia bisa menerima anggota yang berbeda kepercayaan ?.saya dari sejak lama tertarik dengan kegiatan Tzu chi Indonesia. dan saya juga ingin mengenal ajaran Tsu Chi indonesia. untuk kesempatan dan perkenalannya saya ucapkan terima kasih



Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat