Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Secercah Cahaya yang Memberi Harapan

16 Januari 2019 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi)
Fotografer : Erik Wardi, Lidyawati (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Berawal dari kunjungan kasih, jalinan jodoh Tzu Chi dan Lapas Tebing Tinggi terjalin. Melihat kondisi Cetiya yang tidak layak, relawan tergerak hatinya untuk mendirikan sebuah Cetiya yang sederhana sebagai tempat pembinaan bathin bagi warga binaan di sana.

Pagi yang cerah di hari Senin, 7 Januari 2019, ayunan puluhan sekop pasir menandai dimulainya pembangunan Cetiya Dharma Agung di Lembaga Pemasyarakatan  Kelas IIB Tebing Tinggi. Peletakan batu pertama yang diiringi doa banyak orang khususnya warga binaan  umat Buddha di Lapas Kelas IIB dilakukan dengan khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemuka agama seperti anggota Sangha dari MBMI, Ketua Walubi Tebing Tinggi, Ketua MBI Tebing Tinggi, Ketua WBI, Presiden Lions Club, dan beberapa tokoh masyarakat.

Adapun jalinan jodoh Tzu Chi dengan Lembaga Pemasyarakatan Tebing Tinggi terjalin saat relawan Tzu Chi Tebing Tinggi melakukan kunjungan kasih ke lapas ini dan menyumbangkan 25 matras sebagai alas tidur dan bantal bagi anak–anak berusia 9 sampai 17 tahun yang jadi warga binaan di lapas tersebut. Kedatangan relawan ke lapas tersebut mendapat sambutan yang hangat dari  anak–anak yang menjadi warga binaan. Dalam kesempatan tersebut relawan juga memberikan perhatian dan berbagi pandangan yang benar kepada anak–anak di lapas tersebut.

 

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemuka agama di Tebing Tinggi dan juga anggota Sangha.

Theo Adrianus selaku Kalapas Tebing Tinggi juga membawa relawan keliling meninjau fasilitas yang terdapat di dalamnya. Tampak di kejauhan di lantai dua sebuah ruangan yang tertulis Cetiya Dharma Agung bergandengan dengan sel tahanan. Untuk menuju ke cetiya tersebut harus melewati beberapa sel tahanan. Theo menjelaskan kepada relawan bahwa cetiya tersebut sebenarnya belum layak untuk dijadikan tempat ibadah bagi warga binaan Buddhis dan karenanya sampai sekarang tidak ada pembinaan rohani dari pemuka agama Buddha.

Inilah yang membuat relawan tergerak hatinya untuk membantu pembangunan sebuah Cetiya yang sederhana namun layak dipakai oleh umat Buddhis warga binaan. Karena sebenarnya di lapas inilah tempat paling gelap, kondisi bathin paling gelap sehingga butuh secercah cahaya pelita bathin yang diwujudkan dalam realita.

 

Ayunan puluhan sekop pasir pada peletakan batu pertama untuk pembangunan Cetiya Dharma Agung di Lembaga Pemasyarakatan  Kelas IIB Tebing Tinggi memberikan secercah cahaya bagi warga Buddhis binaan di Lapas.

“Kita melihat kondisi cetiya yang ada di lapas ini hanya berukuran 5.3 x 4 m dan itu tempatnya merupakan ruang tahanan yang diubah menjadi cetiya. Karena adanya jalinan jodoh dengan Tzu Chi kita membantu membangun sebuah cetiya yang lebih layak  agar umat Buddhis warga binaan sini bisa menjalankan ibadah mereka dengan lebih nyaman. Harapan kita juga agar warga binaan di lapas ini setelah mereka bebas, mereka bisa menjadi pribadi yang baik dan juga bisa diterima di masyarakat sehingga mereka mempunyai pembaharuan hidup yang baru,” jelas Chen Kan Liang, penanggung jawab pembangunan Cetiya ini.

Pembangunan Cetiya ini juga mendapat sambutan positif dari seluruh pemuka agama Buddha di Tebing Tinggi. Sebelumnya relawan juga mengundang beberapa pemuka agama Buddha dari Majelis–Majelis dan Wadah Agama Buddha yang ada di Tebing Tinggi untuk sharing karena pembinaan bathin ini membutuhkan waktu yang lama dan butuh banyak orang.

 

Acara ditutup dengan doa bersama dengan harapan bathin setiap manusia bisa tersucikan, dunia bebas dari bencana, dan masyarakat dapat hidup harmonis.

Edi Wijaya selaku ketua PC MBI Tebing Tinggi juga sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Saya sangat apresiasi pembangunan cetiya di lapas ini karena di Tebing Tinggi ini belum ada pembinaan bathin kepada umat Buddhis di lapas ini. Saya juga berterima kasih kepada Tzu Chi atas semangatnya dalam mengajak serta kami beberapa wadah organisasi agama Buddha untuk turut serta ikut dalam kegiatan tersebut”.

Sukacita juga dirasakan umat Buddhis warga binaan di lapas atas pembangunan cetiya ini. Bahkan ada juga beberapa warga binaan yang meminta kepada relawan untuk menyediakan buku–buku rohani sehingga mereka mempunyai kegiatan yang positif di lapas dan waktu mereka juga tidak terbuang sia–sia.


Relawan juga mengadakan ramah tamah kepada warga binaan di aula lapas. Dengan setulus hati para warga binaan mendengarkan ceramah Master Cheng Yen tentang pertobatan mantan napi setelah dibina dengan cinta kasih oleh relawan Tzu Chi Taiwan.

Selesai acara peletakan batu pertama, relawan mengadakan ramah tamah kepada warga binaan di aula lapas. Mereka dengan sepenuh hati mendengarkan sharing dari relawan tentang  visi, misi, dan filosofi Tzu Chi. Dalam kesempatan tersebut, para warga binaan juga diperlihatkan ceramah Master Cheng Yen tentang banyak mantan napi yang bertobat dan berubah setelah dibina oleh relawan Tzu Chi di Taiwan dengan cinta kasih. Ini memberi mereka secercah harapan bahwa mereka juga mempunyai kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar dengan menumbuhkan niat baik dalam bathin mereka.

Mengutip Kata Perenungan Master Cheng Yen, “Berawal dari sebuah niat yang salah, langkah berikutnya  yang diambil tentu salah semuanya. Berawal dari sebuah niat yang baik, segala hal yang dilakukan tentu akan menciptakan keberkahan”. Setiap orang mempunyai sifat hakiki yang bajik. Dengan senantiasa mempertahankan sebuah niat yang baik setiap detiknya, maka kita tidak akan terjerumus ke arah yang salah.

 

Editor: Khusnul Khotimah 

Artikel dibaca sebanyak : 270 kali


Berita Terkait


Rumah Baca untuk Anak-anak Kisaran

28 November 2018

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al Hasanah

06 Maret 2018

Peletakan Batu Pertama Depo Daur Ulang

05 Januari 2015

Peletakan Batu Pertama Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Binjai

18 Oktober 2013


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat