Jumat, 15 November 2019
Indonesia | English

Senang Menjadi Bagian dari Pemberi Harapan

23 September 2019 Jurnalis : Hadi Pranoto
Fotografer : Hadi Pranoto


Para karyawan di lingkungan Agung Sedayu Group melakukan penuangan celengan bambu di Fresh Market, PIK, Jakarta Utara.

“Dengan menyisihkan uang ke dalam celengan bambu, berarti bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian juga sudah ikut mewujudkan harapan bagi para korban gempa di Palu,” kata Marwan, staf dari Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Marwan juga memutarkan video tentang kilas balik gempa dan tsunami di Palu, proses pemberian bantuan yang Tzu Chi Indonesia lakukan, dan progres pembangunan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah.

Hari ini, Senin, 23 September 2019, Marwan dan 5 orang relawan Tzu Chi menjalin jodoh baik dengan para staf dan karyawan Agung Sedayu Group di Aula Lantai Atas Fresh Market, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Hari itu, diadakan penuangan celengan bambu para karyawan Agung Sedayu Group di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK)  yang diikuti oleh karyawan dari bagian marketing, project, dan FA. Ada 37 celengan bambu yang terkumpul siang itu.

 

Marwan, dari Sekretariat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjelaskan bahwa dari himpunan cinta kasih banyak orang bisa mewujudkan harapan (rumah) bagi para korban gempa dan tsunami di Palu.

Hari pengumpulan koin cinta kasih Tzu Chi ini sendiri sudah merupakan yang kesebelas (11) dilakukan oleh Agung Sedayu Group. Dan di bulan September ini, penuangan celengan bambu di perusahaan di bawah naungan Agung Sedayu Group dilaksanakan dari tanggal 23 – 27 September 2019. Kegiatan ini bertema Segenggam Harapan untuk Kebahagiaan Mereka. Ada 30 perusahaan yang akan melakukan penuangan celengan bambu selama 5 hari itu.

Zarkasih, Human Resources (HR) Operation Agung Sedayu Group mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya di ASG merasa sangat antusias dan senang bisa terlihat ikut dalam kegiatan penggalangan celengan bambu Tzu Chi ini.


Zarkasih, HR Operation Agung Sedayu Group mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya di ASG merasa sangat antusias dan senang bisa terlihat ikut dalam kegiatan penggalangan celengan bambu Tzu Chi.

“Program ini sangat bagus sekali, karena demi kemanusiaan, di mana semua orang tentunya ingin bahagia, senang dan diperhatikan. Dan Tzu Chi sebagai yayasan kemanusiaan yang bisa memberikan hal itu, cinta kasih, perhatian, dan menolong mereka yang membutuhkan bantuan,” ungkapnya.

Sudah empat tahun Zarkasih bekerja di ASG dan selama itu pula ia selalu terlibat dalam kegiatan penuangan celengan bambu. “Manfaatnya terasa sekali (celengan bambu), bisa ikut membantu mereka yang sakit, membantu para korban  bencana, dan memberikan harapan dan kebahagiaan kepada orang lain,” kata Zarkasih.

Ke depannya, Zarkasih berencana mengajak para tenant-tenant (pemilik toko), pedagang, dan mereka yang bertugas di Fresh Market PIK ini untuk ikut berpartisipasi. “Supaya bisa lebih ramai dan lebih banyak menggalang hati orang untuk ikut bersumbangsih,” kata Zarkasih.

 

Viviolita tengah menuangkan celengan bambu miliknya. Vivi merasa dengan celengan bambu akan dapat membawa manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan.

Senada dengan Zarkasih, Viviolita juga merasa dengan menyisihkan dana ke dalam celengan bambu Tzu Chi setiap hari akan membawa manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan. “Dari dana yang terkumpul ini, jika dihimpun akan bisa membantu para korban bencana dan orang yang kurag mampu,” ungkap Vivi. 

Vivi yang sudah empat kali mengikuti kegiatan penuangan celengan bambu Tzu Chi ini selalu ikut dan siap. Karena dilakukan setiap hari dan tidak ditentukan besarannya maka hal ini menjadi sesuatu yang rutin dan biasa dilakukannya.

“Sehari menyisihkan dana nggak berasa, dan begitu dikumpulin (6 bulan sekali) hasilnya lumayan juga. Apalagi kalau dikumpul sama celengan-celengan lainnya, pasti bisa memberi dampak yang besar juga,” kata Vivi, “intinya kegiatan celengan bambu ini memudahkan kita untuk ikut bersama-sama Tzu Chi melakukan kegiatan kemanusiaan.”

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 406 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keharmonisan organisasi tercermin dari tutur kata dan perilaku yang lembut dari setiap anggota.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat