Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Study Tour di Aula Jing Si

29 September 2015 Jurnalis : Fammy(He Qi Timur)
Fotografer : Fammy(He Qi Timur)


Rabu, 16 September 2015, 67 siswa-siswi kelas 9 SMP Marie Joseph, Kelapa Gading, Jakarta Utara melakukan kegiatan Study tour di Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk.

Rabu, 16 September 2015, 67 siswa-siswi kelas 9 SMP Marie Joseph didampingi 5 guru wali masing-masing dan Kepala Sekolah SMP Marie Joseph mengunjungi Aula Jing Si, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta. Jalinan jodoh awal antara Tzu Chi Indonesia dan SMP Marie Joseph ini sebenarnya sudah terjalin sejak bulan Agustus 2014 lalu saat sekelompok relawan Tzu Chi Hu Ai (komunitas) Kelapa Gading, bertandang ke SMP Marie Joseph untuk mensosialisasikan misi amal Tzu Chi dan membagikan celengan bambu kepada siswa-siswi SMP Marie Joseph ini.

Sesampainya di Aula Jing Si, relawan komunitas Kelapa Gading yang dipimpin oleh Wie Sioeng shixiong sudah menanti di depan pintu utama menyambut kedatangan Suster Odilia KFS, Kepala Sekolah SMP Marie Joseph, guru-guru wali kelas dan siswa-siswi. Sebelum peserta memulai mengelilingi aula, relawan terlebih dahulu memberikan sharing mengenai sejarah awal berdirinya Tzu Chi, visi, dan misi Tzu Chi.

Suster Odilia menyambut baik hal tersebut dan berterima kasih karena siswanya berkesempatan untuk belajar budi pekerti. Ia berharap setelah kunjungan, siswanya mampu mengerti budi pekerti yang lebih baik, lebih santun, lebih menghormati orang tua, dan lebih mengasihi sesama manusia seperti yang diteladankan oleh Master Cheng Yen.

Kepala SMP Marie Joseph, Suster Odilia KFS menyampaikan terima kasih dan menyambut baik pendampingi kegiatan pembelajaran dan penanaman budi pekerti yang baik yang diberikan oleh  relawan Tzu Chi kepada anak didiknya.

Di ruang Jiang Jing Tang (Aula Jing Si Lt. 4), Wie Sioeng Shixiong menceritakan struktur bangku teratai yang dirancang sendiri oleh Master Cheng Yen yang digunakan sebagai bangku kebaktian, persamuhan Dharma, dan pelatihan para relawan Tzu Chi.

Belajar Pelestarian Lingkungan

Setelah mendengarkan sharing dari relawan, siswa siswi kemudian dibagi dalam 3 kelompok untuk berkeliling aula. Relawan pendamping dalam kunjungan menjelaskan secara rinci tiap bagian dari Aula Jing Si. Dalam berkeliling aula, rasa ingin tahu dari para murid sangat besar sehingga banyak pertanyaan yang dilontarkan untuk relawan pendamping.

Dalam simulasi permainan “Monopoli Pelestarian Lingkungan ini, Mei Rong Shijie mengajak anak-anak mulai peduli lingkungan sekitar dengan menerapkan 5R: rethink, reduce, reuse, repair, dan recycle.

Kegiatan yang dirasakan oleh siswa-siswi ini adalah saat usai makan siang bersama yang disajikan oleh para relawan di kantin Aula Jing Si. Di sini mereka mencuci sendiri alat makan yang mereka gunakan di tempat cuci piring di sisi luar kantin dengan suasana ceria dan penuh sukacita.

Selesai berkeliling, siswa siswi diajak untuk masuk dalam kelas budi pekerti yang dibawakan oleh Mei Rong Shijie dan Yan Lie Shijie. Dalam kelas tersebut Mei Rong Shijie mengajarkan pelestarian lingkungan kepada siswa siswi sehingga mereka mengenal prinsip-prinsip mencintai bumi dan lingkungan dengan 5R: rethink, reduce, reuse, repair, dan recycle. Di kelompok yang lain, Yan Lie Shijie mengajak anak-anak menjadi super hero hemat listrik untuk menekankan pentingnya melakukan penghematan listrik, khususnya pemakaian AC yang berimbas pada pemasangan global. Mario Christianto, siswa kelas 9A setuju dengan konsep pelestarian yang diberikan oleh Tzu Chi. Ia juga menambahkan bahwa melakukan pelestarian lingkungan bisa dilakukan dengan cara-cara mudah seperti dengan cara mematikan lampu ruangan yang tidak diperlukan, mengurangi pemakaian AC, menggunakan kendaraan umum atau sepeda jika jarak rumah ke sekolah dekat, juga mengganti lampu rumah dengan lampu LED yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Usai melakukan kunjungan, mereka kemudian dijamu dengan makanan vegetaris yang disediakan di kantin Tzu Chi. Walaupun tidak terbiasa memakan makanan vegetaris, namun siswa siswi mengaku senang karena rasa masakan tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya. “Awalnya takut makan makanan vegetaris, takut nggak suka, tapi setelah dicoba ternyata enak juga, nggak seperti yang dipikirkan,” kata Ester Natasya, siswi kelas 9A. Relawan Tzu Chi juga menjelaskan kepada siswa siswi bahwa mengonsumsi makanan vegetaris juga merupakan salah satu wujud pelestarian lingkungan karena membantu mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh hewan ternak.

Artikel dibaca sebanyak : 1593 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat