Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Suka Cita Dalam Kebersamaan

03 April 2017 Jurnalis : Suyanti Samad ( He Qi Pusat)
Fotografer : Agus Darmawan Suito (He Qi Barat), Suyanti Samad (He Qi Pusat), Halim Kusin

doc tzu chi
Kunjungan kasih oleh team Satria Adhi Surendra (pertama dari kiri) ke rumah pak Andi (35), penerima bantuan Tzu Chi yang sebelumnya mengalami kecelakaan mobil truk pengangkut tanah, saat Andi dalam perjalanan pulang ke rumah dari tempat kerja.

Tahun 2017, DAAI TV Indonesia kembali mengadakan Kamp Budaya Humanis DAAI TV. Untuk menyatukan visi misi DAAI TV, serta kebersamaan dalam perbedaan latar belakang pekerjaan. Kamp kelima tahun ini berlangsung pada 24-26 Maret 2017, berlokasi di Aula Jing Si, Tzu Chi Center lantai satu dan lantai dua, Jakarta. DAAI TV Jakarta sendiri telah memasuki usia yang kesepuluh. Hal tersebut merupakan suatu pencapaian peningkatan kualitas soft skill dan hard skill selama satu dekade. Dengan mengusung tema ‘Satu Hati Satu Tindakan’ serta memiiliki visi misi yang jelas, maka akan memiliki hati yang sama untuk melaksanakan suatu tindakan yang sama pula.

“Nilai gan en, Zun Zhong, ai, itu adalah bersyukur, menghormati, kasih sayang, harus kita terapkan dalam program kita,” jelas Elisa, Koordinator Kamp Budaya Humanis DAAI TV. Elisa menambah lebih lanjut tentang pesan-pesan yang terkandung dalam kamp budaya humanis ini. “Melalui kamp ini,  setelah mereka melihat sendiri, merasa sendiri, timbulah rasa syukur. Rasa syukur itu benar-benar diterapkan dalam perilaku sehari-hari,  dan bisa dituangkan dalam program sehingga bisa menginspirasi banyak pemirsa.”

Master Cheng Yen pernah berkata, Berani memikul tanggung jawab dapat mengubah tekanan menjadi misi. Ketika kita bisa seperti itu maka kekuatan kita akan bertambah. Tanggung jawab kita memang berat tetapi saat kita mengetahui pekerjaan itu dapat membantu orang banyak serta pekerjaan itu bisa bermanfaat terhadap orang yang dibantu sehingga hati kita akan damai dan tentram.

“Sebenarnya tahun ini adalah tahun internasional bagi DaAi TV Taiwan. Jejak langkah internasional kami tidak bisa dibandingkan dengan perkembangan relawan Tzu Chi menyebarkan cinta kasih ke seluruh dunia. Tetapi kami tetap memikul misi ini karena Master memperhatikan seluruh dunia. Kita juga harus memikirkan segala cara melalui acara kami dapat membawakan manfaat bagi semua orang. Saya percaya ini adalah misi yang harus diselesaikan bersama DAAI TV Indonesia dan Taiwan.” jelas Susan Yeh, CEO DaAi TV Taiwan.

Kunjungan kasih dari team Andrew William (foto bersama-kedua dari kanan) ke rumah pak Chandra, kepala keluarga yang menderita Stroke, istri menderita kanker Serviks, dan dua anaknya menderita Talasemia.

Misi amal merupakan akal Tzu Chi. Sepuluh tahun pertama pada awal Tzu Chi, Master Cheng Yen melakukan survei kasus, kunjungan kasih, kunjungan pasien di rumah sakit. Misi amal Tzu Chi berarti menjalankan makna kehidupan, melihat penderitaan orang lain sehingga menimbulkan rasa syukur, rasa hormat dan rasa cinta dalam diri kita sendiri pada kehidupan kita serta kehidupan orang lain.

Sesuai dengan tema yang diusung tahun 2017, sebanyak 186 orang peserta kamp diajak untuk melepaskan atribut mereka. Saat itu mereka bukanlah sebagai kameraman, bukanlah sebagai reporter, dan atribut lainnya. Mereka turut serta melihat, merasakan dengan hati, setiap penderitaan orang lain. Mereka diharuskan berinteraksi dengan para penerima bantuan Tzu Chi sehingga mereka dapat menghargai berkah, bersyukur, menghormati orang lain dan menyayangi diri sendiri maupun kehidupan orang lain.

Sekitar tahun 2008, Satria Adhi Surendra telah bergabung di DAAI TV. Ia belajar budaya humanis untuk menjadi manusia yang lebih baik. ia belajar arti hidup, berinteraksi dengan orang lain, bersyukur, menghomati cinta kasih terhadap orang lain. Ia juga belajar untuk menyampaikan suatu berita yang benar mengandung nilai kebajikan dan dikemas dengan keindahan.

“Pada saat kunjungan, ternyata kita mendapat sesuatu,” kata Satria Adhi Surendra, Dept Head FVR DAAI TV Jakarta. Ia sangat berterima kasih kepada teman-teman. “Saya kesana itu mendapat sesuatu, dan saya nggak malu, saya bilang sama yang saya datangi itu, kamu sangat menginspirasi saya,” cerita Satria. Secara jujur ia menjelaskan bahwa penerima bantuan tadi telah menginspirasikannya. “Ternyata dia sepertinya merasa bahwa dia masih sangat diperlukan di bumi ini, di dunia ini untuk menginspirasikan banyak orang,” tutup Satria.  

DAAI TV merupakan suatu stasiun TV yang lebih mengedepankan budaya humanis. Berbeda dengan stasiun TV swasta lainnya yang lebih mengejar kecepatan dan keinstanan berita. Pada tahun 2014, Andrew William Pakpakhan (26) belajar mengemas berita yang berkualitas tanpa mengandung unsur politik, ekonomi, hukum, tetapi lebih mengedepankan sisi positif, juga pembangunan bangsa serta berita tersebut harus benar, bajik, dan indah sehingga membuat orang menjadi lebih baik.

Pada saat kunjungan kasih, Andrew bersama peserta kamp lainnya mengunjungi suatu keluarga. Seorang kepala keluarga menderita stroke dan istrinya sakit kanker serviks. Kedua anaknya pun terkena penyakit Talasemia, tidak bisa bergerak dan hanya tidur di kamar tidur saja. “Kesolidan keluarga mereka. Mereka tetap bahagia, tetap rukun, tetap menguatkan satu sama lain. Seperti tadi bapaknya waktu lagi cerita sama saya, menggebu-gebu kemudian istrinya langsung bilang tenang pak, tenang, jangan terlalu semangat ceritanya, nanti tensinya naik, bisa bahaya atau kenapa-napa,” curhat Andrew William Pakpakhan, Program Documenter Picture “Jurnal DAAI”. 

Mengunjungi rumah oma Siti Waspiah, penerima bantuan Tzu Chi berupa bedah rumah (Januari 2017) dan biaya hidup sejak tahun 2013.

Ia menambahkan “Mereka berdua sakit, tetapi mereka berdua saling mengasihi satu dengan yang lain. Ibarat orang lagi sakit, dia ingin menyembuhkan juga orang yang lagi sakit. Keharmonisan mereka yang masih saling menyemangati, saling rukun, dan bahagia. Ditengah keterpulukan mereka, di tengah mereka sedang kesulitan, hambatan, banyak rintangan pastinya, tapi mereka tetap masih dalam satu kehangatan cinta,” ujar Andrew William Pakpakhan.

Banyak suka cita yang diperoleh, terutama peserta Kamp budaya humanis DAAI TV. Selain mengenal sesama karyawan dengan perbedaan latar belakang pekerjaan, mereka juga merasakan kehangatan, kedamaian dan mengenal kegiatan amal sosial Tzu Chi demi kemanusiaan. Mereka belajar arti kehidupan sesungguhnya dengan melihat penderitaan, merasakan penderitaan sehingga timbul rasa syukur, menghormati, serta cinta kasih untuk menjernihkan hati manusia sesuai dengan misi visi DAAI TV.

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 1705 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat