Rabu, 23 Oktober 2019
Indonesia | English

Sukacita Bersama di Rumah Baru

09 Juni 2017 Jurnalis : Giok Chin Lie (He Qi Timur)
Fotografer : Giok Chin Lie, Hadiyanto Kurniawan (He Qi Timur)

Relawan menampilkan penampilan tambur di pembukaan rumah baru (kantor) Tzu Chi di He Qi Timur, Minggu, 4 Juni 2017.

Pembukaan rumah baru (kantor) Tzu Chi di He Qi Timur, Minggu, 4 Juni 2017, dimeriahkan dengan berbagai pengisi acara. Mulai dengan kebaktian bersama di pagi hari, pemutaran video kilas balik sejarah Tzu Chi di He Qi Timur, hingga penampilan tambur yang dibawakan oleh sembilan relawan He Qi Timur. Semua dikemas sedemikian rupa sehingga menciptakan suasana khidmat sekaligus hangat.

Raut bahagia pun terpancar di setiap wajah relawan. Satu di antaranya, Yopie Budiyanto yang merupakan relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat. Yopie sempat mengenang ketika ia masih aktif membina dan mendampingi kegitan relawan komunitas He Qi Timur. “Pasti ikut senang sekali sekarang relawan (komunitas) Timur sudah punya rumah baru,” ucapnya. “Apalagi fasilitas juga bagus dan didukung kemudahan (moda) transportasi,” imbuhnya.

Dari apa yang diungkapkan Yopie tersebut, ia berharap relawan bisa semakin semangat menyebarkan cinta kasih di wilayah sekitarnya. “Semoga relawan juga lebih giat lagi mencari relawan untuk bergabung di sini karena ladang berkah di He Qi Timur ini cukup banyak, sehingga perlu tambahan tenaga relawan,” ungkapnya.

doc tzu chi

Dalam waktu 2 pekan, relawan berlatih gerakan secara intensif untuk mempersiapkan penampilan ketika acara berlangsung.

Margaretha Mety (60) tetap semangat ikut dalam barisan tambur di usia yang tak lagi muda. Margaretha malah mengaku senang, walau awalnya sempat ragu.

Wajah bahagia tidak hanya dipancarkan oleh para tamu, pengisi acara pun berbahagia karena mampu menampilkan apa yang sudah dipersiapkan. Salah satunya Monica Lim. Wanita berusia 40 tahun ini merasakan mendapatkan suatu berkah sekaligus tantangan ketika mendapatkan tugas menjadi satu dari sembilan relawan penabuh tambur. Dalam waktu 2 pekan, ia berlatih gerakan secara intensif bersama suaminya, Tin Muljanto, juga relawan lain yang ikut dalam barisan tambur.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Margaretha Mety. Di usia yang tak lagi muda, 60 tahun, ia masih menerima ajakan relawan untuk ikut dalam barisan penampil tambur. Margaretha malah mengaku senang, walau awalnya sempat ragu. “Ya ragu, apakah saya masih mampu karena usia saya tidak muda lagi,” ucapnya. Berkat dukungan relawan di sekitarnya, akhirnya ia bertekad untuk memberikan penampilan terbaik.

“Memang susah untuk mengingat gerakan, (saya) sudah tidak selincah relawan muda, tetapi saya harus semangat karena sudah niat maka apapun saya lakukan. Pasti bisa,” ungkapnya. Namun setelah semua berhasil dipentaskan dengan lancar, seluruh kekhawatirannya menghilang berganti sukacita.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 1230 kali


Berita Terkait


Peresmian Rumah Baru He Qi Timur

06 Juni 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Giat menanam kebajikan akan menghapus malapetaka. Menyucikan hati sendiri akan mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat