Sukacita Bersumbangsih

Jurnalis : Meity Susanti (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Meity Susanti, Yevira, Fraderik (Tzu Chi Palembang)


Relawan Tzu Chi mengungkapkan rasa terima kasih kepada para penerima bantuan karena diberi kesempatan berbuat kebajikan.

Di Minggu pagi tanggal 21 Juli 2019, hujan deras mengguyur Kota Palembang, membasahi pepohonan dan daun-daun, membuat udara menjadi sejuk. Cuaca yang sejuk membuat semangat relawan bertambah. Mereka dengan penuh sukacita saling bergotong royong memindahkan sembako (sembilan bahan pokok) yang terdiri dari beras (2 kg), gula pasir (1 kg), minyak goreng (1 liter), mi instan (5 bungkus), terigu (1 kg), biskuit (2 bungkus), kecap (1 botol) dan sirup di tempat yang telah disediakan di dalam Kelenteng Ling Hua King. Sembako ini akan diserahkan kepada masyarakat di sekitar kelenteng, Bukit Besar, Palembang, Sumatera Selatan.

Baksos pembagian sembako ini merupakan yang pertama diadakan di Kelenteng Ling Hua King. Kegiatan ini melibatkan  57 relawan Tzu Chi Palembang. Sebelum pembagian sembako relawan terlebih dahulu  melakukan survei pada tanggal 14 Juli 2019. Tujuannya adalah agar sembako yang diberikan tepat sasaran serta masyarakat dapat merasakan cinta kasih relawan dan donatur Tzu Chi Palembang.


Sebanyak 265 paket diberikan kepada masyarakat di Puncak Sekuning, Kebon Gede, Bukit Lama  dan Kemang Manis dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat di sekitar Kelenteng Ling Hua King.


Relawan dengan penuh sukacita mengantarkan para penerima bantuan yang tidak dapat pergi sendiri.

Sebanyak 265 paket diberikan kepada masyarakat sekitar Puncak Sekuning, Kebon Gede, Bukit Lama  dan Kemang Manis dengan tujuan membantu meringankan beban masyarakat. Kegiatan ini juga sekaligus untuk merajut jalinan jodoh baik dengan masyarakat sambil mempekenalkan Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai yayasan sosial yang lintas agama, ras dan suku yang didirikan oleh seorang Bhiksuni Master Chen Yen di Taiwan.

Cerminan Kondisi Batin
Kegiatan berlangsung dari jam 8 sampai 12 siang. Meski begitu, tak ada raut lelah dari para relawan, tetapi justru pancaran kebahagiaan yang telihat dari wajah relawan yang merupakan cerminan kondisi batin. Bersumbangsih tidak selalu dilihat dengan materi, tetapi bisa juga melalui senyuman dan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Seperti yang dirasakan Yohannes Islim, “Saya sering melakukan survei dan kegiatan di berbagai yayasan, tetapi saya melihat Yayasan Buddha Tzu Chi ini berbeda dan lebih humanis. Mereka melakukan survei untuk menilai kelayakan calon penerima bantuan.” Yohanes merasa bahagia berada di Tzu Chi karena dapat membantu orang lain. “Apalagi Shixiong-Shijie saling kerja sama dan mendukung,” ungkapnya.


Proses pemberian bantuan berjalan dengan baik dan lancar. Seminggu sebelumnya, relawan telah membagikan kupon sembako kepada warga sehingg bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran.

Pada pembagian ini, masyarakat setempat dihimbau untuk membawa kantong sendiri untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Ini merupakan salah satu wujud dukungan dalam Misi Pelestarian Lingkungan. “Hari ini kita bawa sendiri kantong dari rumah. Cara ini bagus karena bisa mengurangi sampah plastik,” kata Bapak Akim (62). Bantuan ini dirasakan sangat membantu bagi Akim yang sehari-hari berjualan empek-empek keliling. Penghasilan Akim berdagang tidak menentu, kadang 20 – 50 ribu per hari. “Makanya hari ini senang sekali bisa dapat sembako, setidaknya sedikit meringankan hidup saya,” ungkap Bapak Akim (62 tahun )

Editor: Hadi Pranoto


Artikel Terkait

Perhatian Relawan untuk Warga Ciherang Pondok di Bogor

Perhatian Relawan untuk Warga Ciherang Pondok di Bogor

05 Juni 2020

Tzu Chi Sinar Mas melalui relawan komunitasnya terus bergerak memberikan perhatian dalam mengurangi kesulitan yang dihadapi mayarakat sekitar wilayah komunitas. Pada 22 Mei 2020, paket cinta kasih berupa sembako diberikan kepada 72 keluarga di Desa Ciherang Pondok, Bogor.

Paket Lebaran: Sembako untuk Warga Desa Jagabita

Paket Lebaran: Sembako untuk Warga Desa Jagabita

27 Juni 2016

Pembagian sembako di Desa Jagabita Parung Panjang Bogor, Minggu (26/6/2016) berlangsung lancar. Sekitar 1.000 warga yang mengantre, dengan tertib mengikuti arahan para relawan.

Kado Istimewa Bagi Warga Desa Cilangari di Bulan Ramadan

Kado Istimewa Bagi Warga Desa Cilangari di Bulan Ramadan

12 Juni 2019

“Kami tinggal di rumah yang tidak nyaman, plafonnya bolong, kalau hujan pasti bocor, lalu bau tak sedap dari kasur, kayu, dan bilik yang basah. Belum lagi kondisi rumah yang minim penerangan, terasa pengap di dada,” ucap Irma, penerima bantuan bedah rumah. Kini situasi tersebut sudah tidak akan ia rasakan lagi karena sejak 1 Juni 2019 lalu, mereka telah menempati rumah baru, bantuan dari Tzu Chi.

Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -