Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Sukacita Imlek Bersama Oma Opa

02 Maret 2018 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi
Fotografer : Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi

doc tzu chi indonesia

Dengan tulus, Bodhisatwa cilik menyuapi kue tart kepada oma dan opa, menyuguhkan teh, serta dan memijat mereka.

Budaya berbakti kepada orangtua belakangan ini telah mengalami banyak perubahan.  Penafsiran berbakti pada umumnya hanya dilihat dari besarnya materi yang sanggup diberikan kepada orang tua seperti mengirim uang ke orang tua untuk memenuhi kebutuhannya, membayar perawat untuk menjaga dan menemanin mereka. Ataupun sesekali hanya telepon dan menanyakan keadaan karena belum ada waktu untuk mengunjungi mereka. Pendidikan karakter yang berkaitan dengan budaya humanis, norma-norma, dan lain sebagainya semakin hari semakin memudar.

Menyadari pentingnya pendidikan karakter tersebut, tim pendidikan Tzu Chi Tebing Tinggi pada Minggu, 25 Februari 2018 membimbing anak-anak kelas budi pekerti dengan mengadakan kunjungan kasih ke Panti Jompo Yasobas, Tebing Tinggi untuk merayakan Imlek bersama oma opa disana. Sebanyak 50 orang Bodhisatwa cilik dengan semangat mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi oleh orang tua mereka.

Acara yang di mulai pada pukul 10.30 WIB ini diawali dengan penampilan atraksi barongsai yang diperagakan oleh beberapa Bodhisatwa cilik kelas budi pekerti. Dewa rejeki (Chai Sen Ye) juga turut membagikan angpao kepada opa oma. Para Bodhisatwa cilik, Daai Mama dan Papa, relawan, orang tua, dan juga tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut juga berdoa semoga selalu diberkahi di tahun yang baru ini. Kemudian para Bodhisatwa cilik juga mempersembahkan lagu Imlek kepada opa oma.

doc tzu chi indonesia

Penampilan atraksi Barongsai yang dipergakan oleh Bodhisatwa cilik kelas budi pekerti Tzu Chi Tebing Tinggi di Panti Jompo Yasobas.

doc tzu chi indonesia

Relawan Tzu Chi Tebing Tinggi yang ikut dalam kunjungan ini juga memberikan paket dan angpao kepada oma dan opa.

Penampilan isyarat tangan dari Bodhisatwa cilik juga menjadi salah satu hiburan yang diberikan kepada opa oma. Dalam salah satu isyarat tangan “Satu Keluarga”, terlihat opa oma juga ikut memperagakannya dengan semangat. Seluruh peserta kegiatan ini pun larut dalam suasana bahagia dan terharu. “Saya sangat bersyukur diberi kesempatan menjalin jodoh dengan opa oma dipanti jompo ini. Hari ini kami menampilkan atraksi barongsai, isyarat tangan, serta menyuguhkan teh dan merayakan ulang tahun oma opa sangat berkesan bagi saya,” ungkap  salah satu Bodhisatwa cilik, Frans Howie.

Masih ada orang yang memanggil oma dan opa kepada mereka merupakan sebuah penghiburan yang besar kepada para penghuni panti karena perhatian tersebut membuat penderitaan mereka berkurang. Jhon Ping, salah satu pengurus Panti Jompo Yasobas merasa terkesan dengan kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat luar biasa. Mungkin inilah yang diperlukan pihak Yasobas terhadap akong dan ama di panti jompo ini. Kalo dari segi kebutuhan mungkin akong dan ama disini tidak kekurangan, tapi yang lebih dibutuhkan mereka adalah cinta kasih. Sangat diperlukan kunjungan seperti ini terhadap orang yang lanjut usia,” kata Jhon Ping.

Para Bodhisatwa cilik dengan tulus dan antusias merayakan ultah opa oma, memberikan kue tart, mempersembahkan teh, memijat oma opa.  Daai Mama dan Papa pun pada kesempatan ini juga memberikan souvenir dan angpao kepada anak-anak binaannya. Khususnya ditahun baru Imlek ini, ada anak-anak yang bersujud didepan orangtua dan mempersembahkan the dirumah masing-masing akan diberikan hadiah berupa plakat untuk memotivasi mereka. Selain itu, hal ini untuk memberikan budaya pada setiap tahunnya dalam keluarga masing-masing. Acara pun ditutup dengan pemberian paket dan angpao dari relawan Tzu Chi kepada opa oma.

 

Editor: Arimami Suryo A.

Artikel dibaca sebanyak : 984 kali


Berita Terkait


Mengantarkan Kehangatan Imlek kepada Oma Opa

13 Maret 2018

Merayakan Ulang Tahun Dengan Berbakti pada Orang Tua

18 April 2017

Berbagi Kebahagiaan Tahun Baru Imlek

18 Maret 2015


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat