Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Survei Program Bebenah Kampung Tzu Chi di Semanan

09 Maret 2020 Jurnalis : Arimami Suryo A.
Fotografer : Arimami Suryo A.

Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2 melakukan survei Program Bebenah Kampung Tzu Chi dengan mendatangi rumah-rumah tidak layak huni di RW 01, Kel. Semanan, Jakarta Barat.

Program Bebenah Kampung Tzu Chi kembali menyisir rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayah Jakarta. Kali ini relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Barat 2 melakukan kegiatan survei ke rumah-rumah yang tidak layak huni di wilayah Rukun Warga (RW) 01, Kel. Semanan, Kec. Kalideres, Jakarta Barat pada Sabtu, 07 Maret 2020.

Kegiatan Program Bebenah Kampung di Semanan ini menjadi pengalaman pertama bagi para relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2. Sebanyak 28 relawan tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini dan berkumpul di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Duri Kosambi untuk mendapatkan pengarahan dan penjelasan tentang prosedur Survei Program Bebenah Kampung Tzu Chi.

Setelah briefing selesai, rombongan relawan kemudian menuju ke RW 01 untuk berdiskusi dengan jajaran TNI dan fungsionaris di RW 01 yang akan membantu kegiatan survei. Para relawan kemudian dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok-kelompok ini kemudian menyebar ke 4 Rukun Tetangga (RT) di wilayah RW 01 yaitu RT 01 (4 rumah), RT 02 (13 rumah), RT 07 (2 rumah), RT 10 (4 rumah), serta melihat 3 buah jembatan penghubung perumahan warga yang perlu direnovasi.

Suparto Tjhang, Koordinator Kegiatan Program Bebenah Kampung di Semanan memberikan arahan kepada 28 relawan Tzu Chi di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi di Duri Kosambi.

Para relawan kemudian diantar oleh para Ketua RT menuju ke-23 rumah yang telah didata sebelumnya oleh pihak TNI dan Pengurus RW 01. Wilayah RW 01 sendiri kerap tergenang banjir jika musim penghujan. Kondisi warganya pun rata-rata adalah para pekerja informal. “Warga disini kebanyakan bekerja menjadi pedagang, buruh pabrik, ojek online, dan lain-lainnya. Jadi secara kondisi ekonomi RW 01 ini bisa dikatakan rendah dibandingkan  wilayah lainnya di Kelurahan Semanan,” ungkap Nur Iksan, Ketua RW 01, Kelurahan Semanan.

Gang sempit yang berlika-liku pun disusuri para relawan untuk menuju rumah yang akan disurvei. Setelah sampai, para relawan kemudian melihat kondisi rumah dan mengumpulkan data-data dari para pemilik rumah sesuai dengan standarisasi persyaratan Program Bebenah Kampung dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. “Rumah mereka juga kebanyakan warisan yang sudah dibangun puluhan tahun. Dengan kondisi pekerjaan dan ekonomi yang rendah, tentu saja mereka tidak mampu membiayai renovasi rumah. Hal tersebut menjadi salah satu penyebab rumah mereka menjadi tidak layak huni dan kerap tergenang banjir musiman,” tambah Nur Iksan.

Relawan yang sudah dibagi kelompok juga dibantu oleh TNI untuk menentukan jalan menuju rumah-rumah warga yang telah terdata. 

Kedatangan para relawan Tzu Chi juga disambut hangat oleh para pemilik rumah. Salah satunya adalah Oom Sabariyah (62), istri Endang Suryana yang tinggal di RT 02/01, Kelurahan Semanan. Rumah mereka masuk dalam daftar salah satu rumah yang tidak layak huni. Saat dikunjungi relawan, pasangan suami-istri ini sedang bekerja. Kebetulan Oom Sabariyah yang bekerja sebagai buruh cuci gosok langsung menemui relawan Tzu Chi karena lokasinya (mencuci) tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan suaminya, Endang Suryana tidak bisa hadir karena sedang bekerja menarik sampah sebagai petugas kebersihan.

Pasangan suami-istri ini sudah tinggal di wilayah Semanan sejak tahun 1984 setelah menikah dan pindah dari daerah Kuningan, Jawa Barat. Mereka berdua bekerja seadanya sampai akhirnya menjadi buruh cuci gosok dan petugas sampah. “Kalau ekonomi ibu mah sedapatnya saja, bapak juga gitu. Yang penting bisa buat makan,” kata Oom Sabariyah.

Ketua RW 01, Nur Iksan (topi hitam) menemani rombongan relawan menuju rumah-rumah yang akan dikunjungi.

Kondisi rumah mereka pun sangat sederhana dengan tembok dari potongan papan-papan tripleks yang didapat dari tempat pembuangan sampah yang kemudian disusun sekadarnya. Di kala musim penghujan, Oom Sabariyah sendiri terkadang was-was dengan kondisi rumahnya. “Kalau hujan dan angin suka tampias. Suka ada perasaan takut rubuh, tapi (mau bagaimana) berdoa aja supaya tidak rubuh,” ungkapnya. Rumah mereka yang begitu sederhana ini juga ditinggali oleh 5 orang.

Kedatangan relawan sempat membuat kaget Oom Sabariyah, karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Tetapi setelah bercakap-cakap dengan para relawan, ia pun tahu maksud kedatangan dari relawan Tzu Chi. “Harapan saya ke depannya kalau ada yang mau betulin rumah ya saya ucapkan terima kasih. Karena kondisi kita ya kaya gini adanya,” ungkap ibu tiga anak tersebut.

Data-data warga terkait Program Bebenah Kampung Tzu Chi dikumpulkan oleh para relawan sesuai standarisasi Tzu Chi, salah satunya dengan mengecek Kartu Keluarga (KK) dan surat-surat bukti kepemilikan tanah. 

Oom Sabariyah (62), istri Endang Suryana di dalam rumahnya yang dibangun dengan potongan-potongan tripleks bekas di wilayah RT 02/01, Semanan, Jakarta Barat.

Kegiatan survei rumah di wilayah RW 01 ini menjadi langkah awal Program Bebenah Kampung di Semanan, Jakarta Barat. Para relawan dengan sungguh-sungguh menjalankan setiap tahapan pengumpulan data dengan baik. “Kita melakukan survei berdasarkan permohonan dari TNI ke Tzu Chi. Kemudian saat ini kita lanjutkan dengan survei pertama dan pengumpulan data-data. Untuk ke depannya jika disetujui oleh yayasan maka akan kita lakukan survei berikutnya sekaligus pengukuran rumah,” ungkap Suparto Tjhang, relawan Tzu Chi yang menjadi koordinator kegiatan Program Bebenah Kampung di Semanan ini.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 540 kali


Berita Terkait


Memberi Harapan dan Teladan

28 Oktober 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bekerja untuk hidup sangatlah menderita; hidup untuk bekerja amatlah menyenangkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat