Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Tak Khawatir Digigit Tikus Lagi

23 Juni 2020 Jurnalis : Dini Rantykasari
Fotografer : Clarissa, Dini Rantykasari


Penyerahan kunci rumah dari relawan Tzu Chi kepada Sri Eti (74). Kini Eti menempati rumah yang lebih layak, bersih, dan kokoh.

Pagi itu, Sri Eti (74) dengan dibantu dua anak dan dua cucunya nampak sibuk mengepak barang-barang untuk pindah rumah. Sudah 3 bulan terakhir ia beserta anak cucunya tinggal di rumah kontrakan ini karena rumahnya sedang direnovasi. Hari itu,  Senin pagi, 22 Juni 2020, merupakan hari yang bersejarah bagi Sri dan keluarga. Pasalnya, proses renovasi rumah mereka yang berlokasi di Jl. Jaya 5, Cengkareng, Jakarta Barat telah rampung dan kini mereka dapat kembali menempati rumah yang telah “disulap” menjadi lebih layak, kokoh, dan bersih melalui bantuan Yayasan Tzu Chi Indonesia.   

Di saat mereka sedang bersiap-siap untuk pindah rumah, tiga orang relawan Tzu Chi datang guna meresmikan rumah yang telah dibedah, sebelum nantinya ditempati. Para relawan dan keluarga Sri pun berkumpul di teras rumah baru untuk menandatangani surat serah terima, penyerahan kunci kepada Sri, dan menempelkan stiker Tzu Chi di pintu masuk. Bahagia luar biasa, nampaknya itulah yang dirasakan Sri saat masuk ke rumahnya yang baru. Begitu masuk, langsung terlihat ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga berukuran 4 x 2,5 meter. Lalu terdapat 3 kamar tidur, dapur mungil, dan 1 kamar mandi. Ucapan syukur pun mengalir keluar dari mulut Sri.


Sri dan Yohana begitu bahagia kini dapat menempati rumah yang layak huni.

“Sepuluh tahun di sini, kalo hujan kebocoran, sampai sekarang ada yang bangun, ada yang nolong. Saya banyak terima kasih, benar-benar. Bahagia saya senang, rumah sudah bagus,” ungkap Sri bahagia. Rumah layak yang diimpikannya bertahun-tahun kini terwujud.

Selalu Kebocoran dan Pernah Digigit Tikus
Sri kemudian bercerita, sebelumnya, ia dan anak-anaknya selalu kerepotan setiap turun hujan karena harus menyiapkan wadah-wadah untuk menampung air yang bocor dari atap. Bocornya air hujan juga kerap menyebabkan banjir. Setelah hujan reda ia harus membersihkan air hujan yang menggenangi lantai. “Ya rumah keadaan bocor saya enggak bisa apa-apa. Anak beliin karpet sudah dua kali tapi tetap masih bocor, ya sudah mau bagaimana. Kapan kalau punya duit kita beli lagi karpet. Dibeliin bocor lagi, ya sudah terima apa adanya. Kalau malam, kalau hujan bocor nadangin air berdua, buangin. Entar kalau (hujan) sudah berhenti baru bisa tidur,” ungkap Sri yang kini tak khawatir lagi digigit tikus dan bocor jika hujan datang.


Sri Eti dengan dibantu anak dan cucunya mengepak dan memindahkan barang-barang untuk dipindahkan dari kontrakan ke rumahnya yang telah direnovasi Tzu Chi yang berlokasi di Cengkareng, Jakarta Barat.

Selain bocor, juga ada banyak tikus mengganggu. Pernah suatu hari, di saat Sri tidur di ruang tamu ada seekor tikus mengigit tangan kirinya hingga tangannya memerah dan bengkak hingga harus berobat ke Puskesmas.

Ketiadaan biaya yang membuat Sri dan keluarganya tak sanggup memperbaiki rumah. Sri yang sudah berusia lanjut masih tetap bekerja sebagai pengasuh anak dengan gaji 300 ribu rupiah sebulan. Anak laki-lakinya, Wandi (40) bekerja sebagai pengemudi ojek online yang selama wabah pandemi Covid-19 penghasilannya menurun drastis. Sedangkan anak perempuannya mengalami keterbelakangan mental.

“Selain kebanjiran, rumah bocor, juga kejadian Poponya (Sri) tidur digigit tikus. Itu yang membuat kita tergerak untuk memberikan suatu lingkungan yang lebih sehat, lebih layak untuk keluarga ini,” jelas  Rudy Dharmawan, salah satu relawan yang mengupayakan renovasi rumah Sri terwujud.

Rudy sebagai relawan Tzu Chi sangat senang dengan rampungnya renovasi rumah Sri. Sebab, terwujudnya rumah ini harus melalui proses yang panjang dan banyak kendala. “Saya sih senang sekali, karena sebenarnya prosesnya itu panjang. Kemudian Maret begitu di-acc ya ada kondisi wabah seperti ini jadi sempat tertunda,” tuturnya.

Jalinan Jodoh dengan Tzu Chi


Begitu masuk, langsung terlihat ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga berukuran 4 x 2,5 meter dan terdapat 3 kamar tidur.

Jalinan jodoh keluarga ini dengan Tzu Chi berawal sejak cucu Sri yaitu Yohana Sriyati (23) menjadi anak asuh Tzu Chi 5 tahun lalu. Saat itu Yohana yang duduk di bangku kelas 2 SMK mulai mengalami masalah ekonomi karena ibunya tak lagi bekerja karena mengalami gangguan mental. Namun semangatnya untuk bisa tetap bersekolah begitu kuat. Untuk mengirit biaya, ia terpaksa berjalan kaki ke sekolah mulai dari Subuh. Terkadang jika bernasib baik, saat pulang sekolah ada teman yang berbaik hati mengantarnya ke rumah. Jika tidak, mau tak mau ia berjalan kaki sambil berdoa agar kakinya terus kuat berjalan hingga sampai rumah.

“Dari Cetiya aku ada yang saranin untuk coba ajukan bantuan ke Tzu Chi, siapa tahu ada jodoh baik di sana. Jadi saya coba di sana, dan akhirnya terjalin aku dibantu sampai aku lulus SMK,” kenangnya sambil menahan tangis.

Ujian berat rupanya kembali menimpa Yohana. Tiga tahun lalu, Yohana menjadi penerima bantuan Tzu Chi (Gan En Hu) karena menderita kista. Padahal saat itu Yohana sudah bekerja sebagai tenaga administrasi di sebuah perusahaan. Terpaksa ia pun berhenti bekerja dan fokus berobat untuk kesembuhan penyakitnya.


Kondisi rumah Eti sebelum direnovasi. Selain bocor, kondisinya juga sudah sangat memprihatinkan.

Yohana begitu bahagia mengetahui selain membantu dirinya, Tzu Chi juga bisa mewujudkan rumah impian nenek tercintanya. Ucapan syukur pun dilontarkan hingga tak kuasa membendung air matanya. “Sadhu impian Popo bisa punya rumah yang berkeramik, enggak bocor lagi, senang banget,” tutur Yohana sambil menangis bahagia.

Rudy mengatakan akan terus menjalin jodoh dengan keluarga ini, dan akan berupaya membantu mereka agar kehidupan mereka lebih baik lagi. “Tzu Chi dalam membantu selalu berupaya hingga tuntas, agar mereka bisa sembuh, bangkit, dan pulih kehidupannya. Kita harapkan mereka bisa lebih maju lagi,” pungkas Rudy.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 166 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memberikan sumbangsih tanpa mengenal lelah adalah "welas asih".

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat