Sabtu, 24 Agustus 2019
Indonesia | English

Tanpa Langkah Pertama, Tidak Akan Ada Langkah Selanjutnya

30 April 2019 Jurnalis : Ami Haryatmi (He Qi Barat 2)
Fotografer : Basno, Markus (He Qi Barat 2)


Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Barat 2 melakukan Training Relawan Abu Putih Kedua di Tzu Chi Center pada 28 April 2019. Kegiatan ini diikuti oleh 71 relawan.

Mengemban 4 misi Tzu Chi adalah kewajiban relawan Tzu Chi. Oleh karena itu, secara rutin diadakan pembinaan berupa training bagi seluruh relawan. Kali ini adalah training kedua bagi relawan berseragam Abu Putih di komunitas He Qi Barat 2. Training ini bertempat di Tzu Chi Center pada 28 April 2019 diikuti oleh 71 relawan. Dengan koordinator Santy dan Elly Widjaja.

Pada training pertama telah membahas misi pertama yaitu misi amal. Training kali ini membahas misi kedua yaitu misi kesehatan. Acara dibuka oleh Lily sebagai pembawa Acara. Materi pertama dibawakan oleh dr. Ong Chandra, bertema Misi Kesehatan dengan Pendekatan Kemanusiaan.

Menurut Master Cheng Yen, awal dari misi kesehatan adalah pendekatan kemanusiaan. Dengan dasar itulah beberapa rumah sakit yang didirikan oleh Tzu Chi, dijadikan wadah untuk mengakomodir banyak orang dari berbagai latar belakang. Sehingga sentuhan kemanusiaan yang diberikan dalam perawatan di rumah sakit bisa menjadi rantai kebajikan bagi pasien, keluarga, maupun semua petugas medis serta relawannya. Dengan pendekatan kemanusiaan ini, maka tujuan dari Misi Tzu Chi akan terwujud, yaitu menyucikan hati manusia dan membebaskan manusia dari penderitaan.


Dokter Ong Chandra, dengan sentuhan kemanusiaan mengemban misi kesehatan ke banyak wilayah bencana.

Dokter Ong Chandra, pembawa materi kesehatan adalah dokter yang telah mengabdi di pedalaman Papua selama 14 tahun, dan mulai bergabung di Tzu Chi sejak tahun 2006. Selain sebagai dokter yang tergabung di TIMA (Tzu Chi International Medical Association), juga aktif sebagai relawan dokumentasi, dan tin tanggap darurat, garda terdepan dalam pertolongan bencana kemanusiaan. Uluran cinta kasihnya telah tersebar ke banyak daerah bencana di beberapa Negara. Dari Filipina higga ke Nepal.

Dalam bincang-bincang terpisah dengan dr. Ong, banyak sekali Inspirasi dan teladan yang bisa dipetik. “Setiap kegiatan yang melibatkan kemanusiaan, bagi saya adalah pembinaan diri bahwa lebih baik menjadi pemberi daripada yang diberi,” katanya. Baginya, Tzu Chi adalah tempat melatih diri, “Saya hidup dalam profesi yang monoton, kurang waktu untuk membina diri. Maka dalam bakti sosial dan pertolongan pada beberapa bencana yang terjadi, saya bisa membina diri di sana,” lanjut dr. Ong.


Materi tentang jenjang kerelawanan dibawakan oleh Elly Chandra.

Menurutnya Tzu Chi adalah tempat yang paling sesuai untuk pelatihan diri. Ia bahkan bisa menjalin jodoh dengan lebih banyak teman dan saling belajar di berbagai bidang. “Karena sumbangsih yang dilakukan oleh tim medis Tzu Chi tidak dalam arti sempit, hanya bidang kesehatan saja. Tapi kami juga membantu mendirikan tenda-tenda, memasak, dan menghibur para korban bencana. Inilah yang disebut misi kesehatan dengan sentuhan kemanusiaan seperti yang dibawakan dalam training tadi,” ungkapnya.

Dookter Ong melanjutkan, dalam kesempatan berugas di wilayah bencana, mereka bisa mendapat kesempatan lebih banyak belajar. “Dalam dunia kerelawanan ini kita bisa bertemu dengan banyak orang dengan berbagai masalah. Bertemu anak-anak walau dengan segala kekurangan namun masih bisa tersenyum. Maka kita selayakmya bersyukur menjadi bagian dari pendidikan ini, tidak hanya bersyukur saja, kita juga harus bersumbangsih dan membuat hidup ini lebih bermakna,” tuturnya.

Usai materi tentang kesehatan. Selanjutnya materi tentang jenjang kerelawanan dibawakan oleh Elly Chandra. Kemudian materi tentang menggalang hati dan menggalang dana oleh Johnny Chandrina, dan materi terakhir oleh Laoshi Rosa bertajuk 4 Pusaka Kehidupan Manusia.


Natalia berharap semoga relawan Tzu Chi semakin berkembang dan dengan ketulusan serta cinta kasih menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Semua materi sangat bermakna dan sangat dicermati oleh seluruh peserta training. Bahkan beberapa peserta tersentuh untuk lebih bersemangat sebagai relawan. Seperti yang dinyatakan oleh Natalia relawan dari Intercon yang bergabung sejak bulan November 2018. Pertama bergabung, Natalia mengikuti kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana. Baginya ini adalah semacam pelatihan diri. Membina diri langsung praktik di lapangan.

Natalia menuturkan, “Dalam kegiatan pertama yang saya ikuti, saya benar-benar melatih diri untuk merendahkan hati saya, menggalang dana dan mengetuk hati masyarakat untuk bersumbangsih. Saat itulah langkah pertama saya di Tzu Chi. Saya merasakan kebahagiaan, karena dengan sedikit tenaga, saya bisa turut berkontribusi dalam kemanusiaan.”

Natalia bergabung di Tzu Chi karena tahu akan Visi dan Misi Tzu Chi yang menyebarkan cinta kasih tanpa sekat, tanpa memandang suku ras maupun agama. Pengetahuan itu sebelumnya baru terbatas hanya pengetahuan. Tapi dengan langkah pertamanya di Tzu Chi, membimbingnya untuk melangkah ke tahap selanjutnya.


Elly Widjaja (kanan) berpesan kepada relawan bahwa, tanpa langkah pertama, tidak akan ada langkah selanjutnya. 

Dalam training yang bertema Kesehatan ini, Natalia semakin bersemangat untuk terus bersumbangsih sebagai relawan. Bahkan ia berharap suatu hari nanti bisa melayani para pasien di Rumah Sakit Tzu Chi. Ia berharap, dengan pelatihan seperti ini, akan semakin banyak relawan yang mampu menebarkan ketulusan dan cinta kasih ke seluruh penjuru dunia,” ungkap Natalia dengan bersemangat.

Demikianlah training kedua bagi relawan Tzu Chi He Qi Barat 2 diakhiri dengan Ceramah Master Cheng Yen tentang pengabdian dr. Chu dari Taiwan yang sangat menyentuh hati.

Dengan seluruh pemaparan materi training, pernyataan dr. Ong maupun semangat Natalia sebagai salah satu wakil dari relawan baru, dan dilengkapi dengan pesan cinta kasih dari Elly Widjaja bahwa semuanya memiliki ajakan: Mulailah membina dari diri sendiri. Setiap niat harus diikuti dengan tindakan. Tanpa langkah pertama tidak akan ada langkah selanjutnya.


Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 343 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat