Selasa, 13 April 2021
Indonesia | English

Terwujudnya Harapan yang Sempat Tertunda Selama Sembilan Tahun

05 Februari 2021 Jurnalis : Nuraina Ponidjan (Tzu Chi Medan)
Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)


Su Pun Wui (tengah) menjelaskan kepada warga prosedur pengambilan sertifikat yang mana harus mematuhi protokol kesehatan.

Kebakaran besar yang menghanguskan 66 unit rumah di Jalan Bakung Medan sembilan tahun lalu yakni 6 Februari 2012 telah membentangkan tali cinta kasih Tzu Chi. Tzu Chi pun membangunkan kembali 66 unit rumah yang terbakar tersebut menjadi sebuah perumahan bernama Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Bakung.

Perhatian dan cinta kasih Tzu Chi bukan sekedar membangunkan rumah tapi juga membantu mengurus diterbitkannya sertifikat rumah. Proses pembangunan perumahan sendiri berjalan lancar, namun tersendat dalam proses pengurusan sertifikat. Hal ini karena saat terjadi kebakaran, akses jalan di sekitar Jalan Bakung hanyalah sebuah gang kecil. Untuk itu sewaktu perumahan ini dibangun, walikota Medan menetapkan aturan harus ada akses jalan selebar 5 meter untuk memudahkan keluar masuknya kendaraan atau mobil pemadam kebakaran apabila terjadi bencana yang sama.


Fu Shen (baju hitam) saat menandatangani surat bukti penerimaan sertifikat rumah.

Untuk itu atas kesepakatan bersama, diputuskan rumah cinta kasih akan dibangun dengan ukuran dan bentuk yang sama dan beberapa warga harus merelakan sebagian kecil luas tanahnya untuk akses jalan. Dengan demikian, sertifikat rumah yang lama sudah tak berlaku dan akan diadakan peta bidang untuk menerbitkan sertifikat baru.

Butuh waktu empat tahun barulah diadakan peta bidang pada tanggal 17 Mei 2016, yang memberi secercah harapan bagi warga Bakung bahwa sertifikat rumah mereka segera diterbitkan. Namun kadang harapan memang sekedar harapan. Tahun demi tahun warga masih harus menunggu.


Tjong Bun sangat gembira akhirnya menerima sertifikat rumah yang sudah dinanti selama sembilan tahun. 

“Tzu Chi bukannya tidak mengurus namun kita juga harus mengikuti semua prosedur dan ada juga beberapa kendala dari beberapa warga yang suratnya tidak lengkap,” Su Pun Wui, Ketua Tzu Chi Medan menjelaskan.

Akhirnya di tahap pertama, 6 April 2018, BPN (Badan Pertanahan Negara) menerbitkan 15 lembar sertifikat. “Dengan diterbitkannya 15 lembar sertifikat, ini juga merupakan kegembiraan bagi kita semua relawan Tzu Chi karena kita merasa ini adalah bagian dari tanggung jawab kita juga” Su Pun Wui menambahkan.


Kelompok pertama yang sudah menerima sertifikat rumah berfoto bersama.

Sisa 51 lembar sertifikat terus dipantau, dan puji syukur menjelang perayaan Imlek tahun ini, kembali diterbitkan 21 lembar sertifikat.  Ini merupakan kabar gembira bagi warga perumahan cinta kasih Tzu Chi Bakung. Untuk itu ke 21 warga diundang ke Kantor Tzu Chi Medan pada 4 Februari 2021 untuk mengambil sertifikat rumah mereka. Karena masih di masa pandemi Covid-19, pengambilan sertifikat dibagi menjadi beberapa kelompok dimulai pukul 10.00 WIB dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Menantu Suan Tjiok membantu mengisi data surat bukti penerimaan sertifikat rumah.

Su Pun Wui juga menjelaskan kepada warga perihal keterlambatan penerbitan sertifikat. Termasuk pengambilan sertifikat juga harus diambil sendiri sesuai nama yang tertera di sertifikat dan tidak boleh diwakilkan.

“Dengan dibaginya 21 lembar sertifikat hari ini, kita semua relawan Tzu Chi turut merasa gembira dan kita doakan agar sisa sertifikat lainnya akan segera diterbitkan. Semoga pembagian sertifikat rumah hari ini bisa memberikan kebahagiaan bagi semua pemilik sertifikat apalagi menjelang perayaan tahun baru Imlek,” ungkapan suka cita dari Su Pun Wui.


Suan Tjiok terharu, sertifikat rumahnya yang sudah dinantinya cukup lama kini sudah di genggaman. 

“Saya sangat bahagia ketika mendapat kabar bahwa sertifikat rumah saya sudah ada dan hari ini walaupun di rumah sangat sibuk buat kue karena pesanan menjelang Imlek, saya tinggalkan dan datang ke Tzu Chi untuk mengambil sertifikat rumah saya. Terima kasih kepada semua relawan Tzu Chi yang sudah membantu mengurus sampai diterbitkannya sertifikat rumah kami,” tutur Fu Sen salah seorang warga.

Hal yang sama juga disampaikan Tjong Bun yang merasa sangat gembira menerima sertifikat rumah yang sudah dinanti-nantikan selama 9 tahun.  Begitu juga Suan Tjiok, warga lansia berumur 65 tahun yang ditemani menantunya datang mengambil sertifikat rumahnya. Saking bahagianya ia pun menangis tersedu-sedu. Suan Tjiok juga mendoakan setiap relawan yang dia temui agar diberikan Kesehatan dan keselamatan.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 381 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat