The Body Shop Indonesia Berkunjung ke Depo Pendidikan Daur Ulang Tzu Chi Center PIK

Jurnalis : Anand Yahya, Fotografer : Anand Yahya

Dua puluh orang karyawan The Body Shop Indonesia berkunjung ke Depo Pendidikan Daur Ulang Tzu Chi Center PIK. Mereka Bersama relawan Tzu Chi memilah botol-botol kemasan plastik yang bisa didaur ulang kembali.


Lebih dari 30 karung besar berisi botol plastik kemasan berhasil dipilah oleh para karyawan The Body Shop Indonesia dan relawan Tzu Chi dalam waktu 2 jam, di area Depo Pendidikan Daur Ulang Tzu Chi Center PIK, pada 13 Oktober 2021. Aktivitas ini merupakan event tahunan dari The Body Shop Indonesia, dimana mewajibkan karyawannya melakukan kegiatan volunteering (kerelawanan) yang tidak hanya konsen pada pemilahan sampah plastic, tetapi ada juga penanaman pohon, juga membersihkan lingkungan di berbagai tempat.

Hari ini 13 Oktober 2021, 20 orang karyawan The Body Shop Indonesia dari direktorat property and procurement bersama relawan Tzu Chi memilah botol-botol plastik kemasan yang bisa didaur ulang. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap akibat buruk dari pembuangan sampah sembarangan dan pentingnya proses daur ulang.

Relawan Tzu Chi bersama karyawan The Body Shop Indonesia dengan kesungguhan hati memilah botol-botol plastik. Masyarakat masih banyak menggunakan barang plastik sekali pakai dan hal ini menjadi ancaman bagi bumi.  

Adi Santoso Direktur The Body Shop Indonesia turun langsung memilah botol-botol plastik kemasan bersama karyawan dan relawan Tzu Chi. Adi Santoso sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia khususnya dalam mengelola sampah yang sifatnya berkelanjutan.


Kegiatan tersebut, menurut Adi Santoso Director PT Monica Hijau Lestari The Body Shop Indonesia, merupakan bentuk komitmen peduli lingkungan karyawan perusahaan yang sejalan dengan salah satu values mereka: Protect The Planet.

“Pada kesempatan ini kami membantu, bukannya show up tapi kami sudah sering dalam kegiatan lingkungan dan kami benar-benar melakukannya dari hati dari teman-teman semua. Saya sudah instruksikan ke mereka,” ungkap Adi.

Menurut Adi kegiatan pelestarian lingkungan saat ini sangat penting karena jika sampah tidak dikelola dengan baik, akan mencemari lingkungan. “Lingkungan sangat luas ya, ada di daratan, di lautan ada ikan, dan ikan akan dikonsumsi oleh manusia. Jadi circlenya akan berputar terus. Jika tidak diputus maka bumi ini akan berat menanggung beban sampah,” ujar Adi.

Adi Santoso mewakili The Body Shop Indonesia sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia khususnya dalam mengelola sampah yang sifatnya berkelanjutan.

Suasana pemilahan barang-barang yang bisa didaur ulang berlangsung di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Center PIK.


Catur dan 20 orang karyawan The Body Shop Indonesia sangat senang dan menikmati sekali kegiatan pemilahan botol-botol plastik di depo Pendidikan daur ulang Tzu Chi Center. “Kami sangat happy karena kegiatan ini adalah visi dari The Body Shop selain berbisnis juga mengedepankan peduli lingkungan,” ungkap Catur, Kepala Corporate Security Management.

Selain itu Catur juga sangat bersyukur mendapat education dari teman-teman relawan Tzu Chi. “Saya sangat senang sekali dari teman-teman Tzu Chi sangat bersahabat sekali dalam menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan lingkungan, salah satunya adalah produk eco enzyme,” ujar Catur.

Menurut Catur, Eco enzyme ini sangat bagus manfaatnya dan proses pembuatannya murni tumbuh-tumbuhan, buah-buahan. Hal ini menjadi inspirasi bagi Catur dan teman-teman The Body Shop Indonesia.

Pada kegiatan pemilahan barang yang bisa didaur ulang ini, Catur makin sadar bahwa sampah plastik yang manusia hasilkan itu sangat luar biasa banyak. “Pada kegiatan ini contohnya dalam beberapa jam saja kita sudah memilah puluhan karung besar berisi botol plastik, bagaimana sampah plastik di dunia ini? sangat luar biasa banyaknya,” ungkap Catur.

Pada kesempatan ini Catur tersadarkan betapa pentingnya masyarakat harus memilah seefisien mungkin menggunakan plastik sekaligus menanamkan kepekaan terhadap pentingnya 3R: Reduce, Reuse, and Recycle.

Usman (paling kiri) memilah botol plastik sambil mengedukasi para karyawan The Body Shop Indonesia tentang produk eco enzyme – cairan dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan untuk digunakan sebagai pembersih di rumah dan bisa sebagai pupuk tanaman.


Usman relawan Tzu Chi yang mendampingi para karyawan The Body Shop Indonesia ini mengatakan sangat senang walaupun sebenarnya The Body Shop Indonesia sudah ada kegiatan vang sifatnya volunteer satu tahun sekali, namun mereka mau berkolaburasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi.

“Saya berharap karyawan The Body Shop Indonesia ini dapat bekerja sama dengan relawan Tzu Chi melaksanakan kegiatan misi-misi Tzu Chi, mudah-mudahan ke depannya kita bisa berkolaburasi dengan The Body Shop Indonesia dalam hal kemanusiaan, lingkungan, pendidikan maupun budaya,” harap Usman.

Usman mengatakan dalam kegiatan kali ini Tzu Chi mencoba mengedukasi pemilahan barang-barang yang bisa didaur ulang. “Kami mengedukasi barang-barang yang organik dan non-organik, pada kesempatan ini kita mempraktikkan langsung pemilahan barang-barang yang bisa di daur ulang,” ujar Usman.

Usman dan relawan Tzu Chi lainnya berharap teman-teman dari The Body Shop Indonesia ini bisa berbagi dengan masyarakat di lingkungan terdekat dan dimulai dari diri sendiri dengan memilah barang-barang yang bisa didaur ulang di rumah.

Editor: Metta Wulandari

Artikel Terkait

Antusias Para Penyelamat Bumi

Antusias Para Penyelamat Bumi

04 April 2019

Para muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) mengadakan kegiatan pelestarian lingkungan dari rumah ke rumah di daerah sekitar Universitas Prima Indonesia di Jalan Sekip, Medan yang dilaksanakan pada Minggu, 24 Maret 2019.

Titik Pemilahan Daur Ulang Baru di Surabaya

Titik Pemilahan Daur Ulang Baru di Surabaya

27 Maret 2019
Titik pemilahan sampah daur ulang bertambah satu di Surabaya. Sabtu, 23 Maret 2019, tempat pemilahan barang-barang daur ulang ini mulai diresmikan penggunaannya. Relawan dan warga sekitar bersama-sama memilah sampah daur ulang.   
Pendidikan Berbasis Cinta Lingkungan

Pendidikan Berbasis Cinta Lingkungan

17 Maret 2016
Supangat mengatakan bahwa masyarakat masih kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan, seperti masih ada warga yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Jika siswa-siswi ini  menjalankan program pemanfaatan sampah di keluarga mereka masing-masing minimal mereka sudah membantu program pemerintah dalam hal penanggulangan sampah yang saat ini sangat mengkhawatirkan.
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -