Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Training Perdana SOP Misi Amal Tzu Chi Palembang

06 Agustus 2014 Jurnalis : Meity Susanti (Tzu Chi Palembang)
Fotografer : Meity & Agustina (Tzu Chi Palembang)

Pada tanggal 20 Juli 2014 diadakan Trainning Pembahasan SOP Misi Amal untuk memberi arahan dan mengetahui kebijakan kebijakan yang harus dilakukan pada saat melakukan survey kasus, kunjungan kasih dan menyalurkan bantuan.

“Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan” (Kata Perenungan Master Cheng Yen)

Pada tanggal 18 Juli 2014, Tzu Chi Palembang menerima tamu relawan misi amal dari Jakarta, yaitu Harmanto Shixiong, Jhonny Shixiong, Wei Sioeng Shixiong, dan Hok Cun Shixiong. Mereka akan sharing memberikan arahan mengenai SOP Misi Amal yang perlu diperhatikan oleh setiap relawan ketika melakukan survei, kunjungan kasih, dan menyalurkan bantuan.

Keesokan harinya (19/7/14) relawan Tzu Chi Jakarta yang ditemani relawan Tzu Chi bersama-sama mengunjungi depo pelestarian lingkungan Tzu Chi. Mereka juga mengunjungi pasien Tzu Chi, yaitu Sintia Veronica, Denny Herawati, Ita Mempin. Banyak pembelajaran yang diberikan oleh relawan Jakarta, salah satunya adalah saat kunjungan kasih jangan menanyakan hal-hal yang dapat membuat pasien bersedih dan sebaiknya membicarakan hal-hal yang menyenangkan sehingga mereka merasa nyaman dengan kedatangan para relawan.

Relawan juga melakukan isyarat tangan “Satu Keluarga” di hadapan pasien. Walaupun pasien tidak dapat melihat namun senyum bahagia terpancarkan dari raut wajahnya seakan ia dapat merasakan semua yang ada dihadapannya merupakan sebuah keluarga yang begitu menyayangi dan mengasihinya. Ini merupakan pengalaman bermakna bagi relawan Palembang, karena para relawan mengetahui hanya dengan sebuah isyarat tangan dapat memberikan sebuah kebahagian yang tak ternilai.

Tanggal 19 Juli 2014, relawan Tzu Chi Jakarta mengunjungi depo pelestarian lingkungan Tzu Chi di Palembang dan memberikan arahan kepada relawan bagaimana memilah sampah dengan baik.

Tiga Hal Penuh Makna
Pada pagi harinya pada tanggal 20 Juli 2014 pukul 08.30 WIB, di kantor Tzu Chi Palembang Jl. Radial Blok D1 No 19 - 20 Komplek Ilir Barat Permai, training Perdana mengenai pembahasan SOP misi amal Tzu Chi diadakan. Dalam training ini, Wei Sioeng Shixiong memberikan pengarahan bahwa pada saat melakukan kegiatan harus mempunyai arah dan pandangan yang jelas, sehingga apa yang dilakukan sesuai dengan kebijakan. Wei Sioeng Shixiong juga menjelaskan bagaimana dalam Misi Amal kita membimbing manusia yang tidak mampu menjadi mampu dan membangkitkan cinta kasih untuk membantu sesama dalam membebaskannya dari penderitaan. Ia menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan saat melakukan survei yaitu relawan hendaknya memiliki sifat simpati, empati, kesetaraan, dan kerjasama dalam kelompok agar semua yang dilakukan dapat berjalan dengan baik. Tak lupa selalu bersyukur kepada setiap Gan En Hu yang telah menerima bantuan dari kita karena tanpa mereka kita tidak dapat menciptkan ladang berkah.

Wei Sioeng Shixiong juga menceritakan bagaimana awal mula ia bersumbangsih bersama Tzu Chi. “Misi Amal merupakan misi pertama dari akar Tzu Chi. Dalam menjalankan Misi Amal kita akan menemukan masalah masalah yang kompleks yang akan menjadi pelatihan bagi diri kita sehingga kita lebih mengetahui bagaimana cara bersyukur dan saya melihat relawan Palembang menjalankan misi ini dengan hati yang tulus dan menimbulkan rasa haru hal ini terlihat ketika saya diajak keliling kerumah pasien dan saya melihat intraksi para pasien, keluarga dengan relawan sangat dekat tanpa ada jarak” tuturnya.

Sebuah berkah yang tak terhingga selalu dirasakan oleh Tzu Chi Palembang karena mendapat sebuah pembelajaran baru dari empat relawan misi amal Tzu Chi Jakarta.     

Manfaat 10 %, 30%, dan 60 % Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain
Johnny Shixiong memberikan sebuah gambaran kehidupan, bagaimana bisa melepas kerisauan dengan manfaat visi amal Tzu Chi dengan 10% untuk memberikan bantuan kepada pasien berupa  amal yang berwujud (materi), 30% bagaimana mengatasi derita batin pasien dengan melakukan sharing sehingga pasien dapat merasakan cinta kasih, dan 60% menyucikan hati manusia sehingga hati ini merasa bahagia pada saat bersumbangsih serta harus lebih banyak mengajak manusia untuk berbuat baik agar terbebas dari penderitaan.

Pada kesempatan baik ini Johnny Shixiong bergabung dalam misi amal karena ia merasakan ketidakkekalan terjadi. Pada saat berada di Palembang, ia juga melihat relawan cukup antusias dalam misi amal. “Tujuan kedatangan kami juga ingin memberi pemahaman dalam menjalankan misi amal harus dilakukan dengan penuh suka cita dan baiknya sebagai relawan kita harus memahami diri sendiri terlebih dahulu. Mendengar ceramah Master, membaca buku-buku, dan kata perenungan bisa menjadi bekal untuk membimbing pasien agar mereka lebih percaya diri dan mempunyai motivasi dalam hidup,” jelas Johnny Shixiong.

Menurut Johnny Shixiong memberi bantuan tidak hanya berupa materi, yang terpenting adalah memberikan mereka pendampingan sehingga mereka dapat merasakan kehangatan cinta kasih dan melepaskan luka batin yang mereka rasakan. Seperti kata Master Chen Yen, “Jika kita hanya memberi materi saja itu akan habis sesaat, tetapi kita juga harus memberi berkah agar mereka merasakan bahwa disaat mereka menderita ada teman, saudara dan keluarga yang ikut peduli dengan mereka. Kita juga harus selalu “Gan En Zun Zhong Ai” bahwa dengan adanya mereka kita bisa merasakan bersyukur, menghormati orang yang tidak mampu dan semua makhluk mempunyai kesetaraan serta memberikan cinta kasih tanpa pamrih terhadap sesama.

Relawan begitu antusias dalam mengikuti training ini. Mereka pun mencatat apa yang diperoleh dalam pelatihan misi amal ini.

Sebuah Pembelajaran yang Berharga
Terlaksananya training ini karena kerja keras Marta Shijie dan Hellen Shijie, selaku koordinator misi amal Tzu Chi Palembang. Marta Shijie mengungkpakan rasa kegembiraannya pada saat mengikuti training ini. “Awal mula bergabung, saya ikut kunjungan kasih dari sanalah saya sangat terharu melihat pasien-pasien sehingga muncul niat dalam diri saya ingin bergabung dalam misi amal,” kisah Marta Shijie. “Banyak hal yang dapat saya pelajari dari relawan Jakarta, mereka mempunyai cinta kasih dan welas asih yang harus saya contoh. Apalagi saat melakukan kunjungan kasih mereka mengajak pasien berintraksi dengan bercanda, bernyanyi, dan melakukan isyarat tangan yang belum pernah saya lakukan. Oleh sebab itu ini merupakan sebuah pembelajaran yang begitu berharga bagi diri saya dan tim dari misi amal sehingga saya bertekad lebih Yong Xin dan welas asih dalam menjalankan misi amal Tzu Chi,“ tuturnya.

Di sela-sela sesi pada training ini, relawan juga bersama-sama melakukan gerakan isyarat tangan “Ren Shi Nin Zhen Hao” untuk membangkitkan semangat mereka. Sebanyak 40 relawan pun dengan ceria memberikan senyuman terindah yang terpancar pada wajahnya. Walaupun kegiatan berlangsung hingga malam, namun tidak menyurutkan semangat para relawan. Hal ini terlihat dari seorang relawan yang bernama Indra Tohir, walaupun usianya sekitar 60 tahun tidak menyulutkan semangatnya untuk dapat belajar mengenai misi amal. Beliau pun tak segan menyajukan pertanyaan pada saat sharing berlangsung.

Dalam sesi selanjutnya Hok Cun Shixiong juga memberikan penjelasan mengenai kebijakan misi amal dan teknisi pengiriman pasien ke Jakarta serta formulir yang harus diisi oleh pasien. Ia juga memberikan inspirasi kepada relawan bagaimana membangkitkan welas asih yang terdapat dalam setiap hati manusia dan bagaimana beliau tanpa putus asa menggalang hati Boddhisatwa untuk melakukan kebajikan. Hok Cun Shixiong juga mengajarkan hal yang tak boleh dilupakan relawan Tzu Chi yaitu selalu memantau kondisi pasien atau Gan En Hu dan memberi semangat serta mengajak mereka membantu orang lain, sehingga mereka pun dapat berbuat sebuah kebajikan.

Usia tak menghalangi untuk terus belajar. Inilah yang diperlihatkan oleh Indra Tohir, ia pun bertanya manfaat dari 10%,30% dan 60% secara mendetail.

Artikel dibaca sebanyak : 1479 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Orang yang mau mengaku salah dan memperbaikinya dengan rendah hati, akan mampu meningkatkan kebijaksanaannya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat