Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Tulus Bervegetaris

25 Agustus 2020 Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam)
Fotografer : Supardi (Tzu Chi Batam)


Sosialisasi Tulus Bervegetaris relawan Tzu Chi kepada para karyawannya.

Pada 19 Agustus 2020, insan Tzu Chi kembali menyambut kehadiran Bulan 7 Kalender Lunar sebagai Bulan Bakti, Bulan Kebijaksaan dan Bulan Penuh Berkah. Untuk memperingati Bulan 7 Penuh Berkah sekaligus mendorong pola makan vegetarian, Tzu Chi Batam pada tanggal 2 Agustus 2020 mengadakan Pelatihan Tulus Bervegetaris dan Veggie Warrior.

“Sekarang lagi pandemi sehingga kita tidak bisa mengumpulkan orang terlalu banyak. Jadi hari ini kita fokuskan ke Fungsionaris yang ada dalam Struktur He Qi dan Hu Ai untuk mensosialisasikan kegiatan yang kita lakukan. Kita harapkan di komunitas masing-masing juga bisa sosialisasi melalui online, sehingga semakin banyak orang yang mendukung kegiatan Tzu Chi Batam dan juga program Tulus Bervegetaris yang diciptakan oleh He Xin Pusat, tutur Susanto Chua, Wakil Koordinator Kegiatan He Qi Batam.

Menghapus Keraguan Terhadap Vegetarian
Di pelatihan yang berdurasi dua jam (10.30 hingga 12.30 WIB) ini, Tzu Chi Batam menghadirkan empat pembicara yang membagikan pandangan mereka tentang vegetarian. Pembicara pertama ialah Budianto, relawan Komite Tzu Chi Batam. Pengetahuannya yang luas tentang vegetarian membuatnya memahami kendala umum relawan saat mengadopsi dan mensosialisasikan pola hidup bervegetaris.  Budianto juga menampilkan banyak klip video untuk menjawab setiap pertanyaan relawan tentang vegetarian.

“Video yang kita lihat makan vegetarian sehat, tapi kenapa ada orang makan vegetarian malah sakit. Memang saat barang yang kamu makan salah atau cara masaknya salah, maka vege atau non-vege tetap tidak bakal sehat.” Terang Budianto. “Dengan kata lain, penyakit tidak disebabkan oleh vegetarian, melainkan karena konsumsi berlebih satu jenis bahan makanan, kurang variasi ataupun cara pengolahan yang salah,” Budianto menambahkan.

Sebelum menyerahkan mikrofon kepada pembicara berikutnya, Budianto terlebih dahulu mengajak relawan untuk mendengarkan Dharma Master Cheng Yen. Dalam ceramah tersebut Master mengutarakan bahwa obat paling mujarab dalam mengobati pandemi corona ialah setiap kita harus giat berbuat bajik untuk memupuk berkah, melindungi makhluk dengan bervegetaris, dan berpegang teguh pada sila serta menaatinya.

Kunci Sosialisasi Vegetarian = Follow Up

Budianto menerangkan fokus Sosialisasi Bulan 7 Penuh Berkat tahun ini ialah Vegetarian.
Setelah menerima wawasan tentang vegetarian dari Budianto, pelatihan kemudian diisi oleh pembicara kedua, Susanto Chua. Dalam sharing, Susanto diberi tanggung jawab untuk menjelaskan dua program He Xin Pusat dalam menggalakkan pola hidup bervegetaris. Program tersebut tidak lain adalah program Tulus Bervegetaris dan Veggie Warrior.

Dalam sharing-nya, Susanto juga membagikan bagaimana ia mengajak segenap keluarga untuk bervegetaris. Menurut Susanto, mengajak keluarga untuk mengikuti program Tulus Bervegetaris hanya langkah pertama namun yang terpenting ialah selalu mengobservasi perkembangan orang yang kita ajak untuk bervegetaris.

“Contoh saat mensosialisasikan vege ke istri saya. Istri saya orangnya yang sangat peduli dengan wajahnya, sedikit saja masalah dengan wajahnya, baik berminyak atau jerawat sedikit, dia bakal sibuk banget. Saya perhatikan setelah dia vege mukanya cerah, jadi saat ikrar bervegetarisnya sudah mau berakhir, saya bilang mukamu tambah cerah. Ini berarti sudah saatnya bagi kamu untuk bervegetarian. Jadi sekarang istri saya sudah full vege,” cerita singkat Susanto meyakinkan istrinya untuk bervegetaris.

Sebagai penutup Susanto kembali menekankan pentingnya follow up dan sosialisasikan vegetarian.

“Sosialisasi vegetarian harus terus-menerus dilakukan. Tidak hanya saat Bulan 7 saja. Program Tulus Bervegetaris dan Veggie Warrior hanya membantu kita memulai, tapi kita sebagai pelakunya harus follow up terus tanpa henti. Mari kita bervegetaris mulai dari diri sendiri, lalu merangkul orang lain untuk terlibat.”

Kisah Di Balik Meja Makan
Pembicara ke-3 pelatihan hari ini agak berbeda dengan pembicara Tzu Chi pada umumnya. Perbedaan yang paling menonjol ialah dia bukan relawan Tzu Chi dan usianya mungkin hanya setengah dari rata-rata usia peserta yang hadir. Pembicara ketiga pelatihan kali ini ialah Iwensari Jeselin, anak dari relawan Komite Tzu Chi Batam, Soehartieny atau yang kerap dipanggil Moi-moi.

Sebagai anak dari seorang relawan komite, vegetarian bukan lagi suatu hal yang asing bagi Iwen. Bahkan sebelum Iwen berikrar untuk seumur hidup bervegetarian, ibunya Moi-moi sudah memberlakukan “Senin & Kamis Vege Only” di rumahnya.

Setelah mengikuti program Tulus Bervegetarian selama 30 hari, Iwen pun kemudian berikrar untuk seumur hidup bervegetaris. Ikrar ini ia lakukan setelah membaca berbagai artikel tentang pandemi corona, kekejaman perternakan dan perbudakan di industri perikanan. Hasil dari pencariannya tersebut kemudian Iwen tuangkan dalam presentasinya hari ini.

“Corona bukanlah pandemi pertama yang berhasil menyebrang dari hewan ke manusia. Masih banyak lagi virus seperti Flu Babi, Flu Burung, Ebola, dan sebagainya. Walau belum terbukti, Corona menyeberang ke manusia lewat kontak langsung ataupun mengkonsumsi hewan, namun lewat pandemi ini saya lebih memperhatikan apa yang saya konsumsi.” Iwensari menjelaskan berbagai virus yang pernah mewabah di bumi.

“Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) menyebutkan total produksi ayam nasional sekitar 67 juta per minggu. Untuk memenuhi kuota tersebut para peternak harus memelihara ayam dalam jumlah besar. Hal ini menyebabkan masing-masing ayam hanya memiliki ruang gerak sebesar kertas A4. Hal ini menghambat ayam untuk berperilaku secara alami sehingga ayam mengalami stres dan mempermudah penyebaran penyakit.” Iwensari menerangkan kondisi peternak ayam.

“Setiap tahunnya 90-100 juta ton ikan diambil dari lautan kita. Lama-kelamaan kita akan sulit menemukan ikan di luatan kita. Kenapa? Karena untuk menghasilkan 1 Kg ikan yang dapat kita konsumsi, nelayan harus membuang 5 Kg spesies ikan dalam kondisi mati atau sekarat. Jadi industri ikan ini juga membutuh ikan dan makhluk air lainnya yang kita tidak makan.”

Fakta-fakta yang disampaikan oleh Iwen membuat 65 orang relawan fungsionaris Tzu Chi Batam melek. Demi memenuhi nafsu sesaat, manusia dapat memperlakukan makhluk lain dengan begitu kejam. Iwen pun kemudian menutup presentasi dengan berterima kasih kepada ibunya, Moi-moi yang telah mendorongnya untuk bervegetaris.

Vegetarian Itu Semudah Membalikkan Niat

 

Iwensari menjelaskan kenapa konsumsi daging ialah kekejaman yang dapat dihindari.

Pembicara terakhir hari itu ialah Djaya Iskandar, relawan Komite Tzu Chi Batam. Sebelum menjadi relawan Tzu Chi, Djaya dikenal oleh istri, keluarga dan kerabat dekatnya sebagai seseorang mustahil untuk diajak bervegetarian.

Djaya menyampaikan “Yang empat kaki, hanya meja dan kursi yang saya tidak makan.” Namun setelah terjun ke dalam misi Tzu Chi dan kemudian dilantik menjadi Komite, Djaya sekarang sudah full vegetarian.

“Sejak dilantik sampai sekarang, saya sudah bervegetarian. Penyakit asam urat yang menyebabkan saya harus digotong keluar dari pesawat karena kadar asam urat tinggi, setelah bervegetaris sudah tidak kambuh lagi. Asam urat saya sudah 5-6 tahun tidak kambuh. Saya juga bisa jogging selama satu jam dan memanjat bukit tanpa kendala,” Ucap Djaya membagikan pengaruh vegetarian terhadap kesehatannya.

Di akhir pelatihan, Yasin selaku Koordinator Kegiatan He Qi juga menjelaskan program PO Catering dilaksanakan dari tanggal 20-26 Agustus 2020. Dengan membayar Rp 10.000,- per porsi, Tzu Chi Batam akan menyediakan rantang makan vegetarian bagi para partisipan program  Tulus Bervegetaris dan Veggie Warrior. Yasin pun mendorong para fungsionaris Tzu Chi yang hadir hari itu, setelah pulang rumah langsung bervegetaris. Selanjutnya, juga mengajak keluarga untuk bervegataris.

PO Catering ini sendiri ditutup pendaftaran pada tanggal 11 Agustus 2020. Tercatat ada sebanyak 400 peserta yang mendaftarkan diri untuk terlibat. Angka ini melebihi target awal yang ditetapkan oleh Tzu Chi Batam, yakni sebanyak 300 peserta. Semoga di akhir program Tulus Bervegetaris dan PO Catering, banyak peserta dapat mengambil keputusan untuk seumur hidup bervegetaris seperti yang dilakuan oleh Iwensari.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 274 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita hendaknya bisa menyadari, menghargai, dan terus menanam berkah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat