Rabu, 21 Oktober 2020
Indonesia | English

Tzu Chi Merenovasi Rumah Mereka yang Berjasa

01 Maret 2018 Jurnalis : Metta Wulandari
Fotografer : Metta Wulandari

doc tzu chi indonesia

Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono memberikan kunci rumah secara simbolis kepada Kasbin dalam kegiatan HUT Persit ke-72. Kasbin menjadi satu di antara 20 purnawirawan yang menerima bantuan renovasi rumah dari Persit bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

Kasbin berjalan pelan ke depan panggung saat namanya disebut untuk menerima bantuan renovasi rumah secara simbolis. Kaki kanannya yang pincang membuat ayah empat anak itu berjalan dengan sedikit miring. “Dulu ini paha saya tembus ditembak peluru musuh, di Timor Timur tahun 1976,” katanya. Bekas lukanya yang memanjang dari mata kaki sampai paha itu sempat ia tunjukkan saat kami menemuinya usai acara.

Baret berwarna kuning keemasan terpasang di kepalanya, itu adalah baret kebanggaan. “Tandanya saya seorang purnawirawan, veteran,” ucapnya tersenyum hangat.

Di usia yang senja, 73 tahun, kakek delapan cucu ini terlihat sehat. Ingatannya juga masih sangat kuat. Ia menyebutkan tanggal lahir, tanggal mulai bertugas ke Timor Timur, tanggal dipindahtugaskan, hingga tanggal ia tertembak dengan sangat lancar.

Kasbin dulunya adalah seorang Serka (Sersan Kepala) dengan NRP (Nomor Registrasi Pusat) 385942 saat ia memutuskan untuk pensiun tahun 1991 lalu. Di usianya yang kala itu baru 41 tahun, Kasbin memilih untuk beristirahat karena kondisi kesehatan kakinya. Setelah tertembak saat mempertahankan wilayah Timor Timur, ia dirawat hampir satu tahun. “Empat bulan saya dirawat di Surabaya dan selanjutnya dibawa ke Jakarta, ke RSPAD Gatot Soebroto,” cerita Kasbin. Setelah itu ia hanya bertugas di wilayah Jakarta.

doc tzu chi indonesia

Dua orang relawan Tzu Chi, Jumo dan Joe Riady menghadiri peringatan HUT Persit ke-72 yang dilaksanakan di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur.

doc tzu chi indonesia

Jumo dan Joe Riady mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono melakukan peninjauan dalam bakti sosial kesehatan di lokasi yang sama.

Usai pensiun, Kasbin menerima rumah dinas veteran di Wisma Seroja (Kompleks Korban Perang Timor-Timur), Bekasi Utara. Rumah berusia puluhan tahun itu kini sudah mulai parah. Kasbin menjelaskan bahwa dinding rumahnya sudah seperti perut orang hamil, menggelembung di berbagai sisi dan sudut. Kusennya juga sudah rapuh karena tidak pernah diganti sejak dibangun tahun 1972. Ia sendiri tidak mampu memperbaiki kondisi rumahnya itu.

“Makanya sekarang saya mengucap syukur, terima kasih karena sudah dibantu untuk renovasi rumah,” tuturnya senang. Pemberian kunci rumah secara simbolis langsung ia terima dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono. Ia sumringah ketika bersalaman dan memegang kunci yang besarnya hampir setengah tubuhnya.

“Renovasi rumahnya sudah berjalan seminggu, ini hari ke-tujuh para tukang merenovasi rumah kami. Senang pasti karena nanti bisa menikmati masa tua dengan tenang karena sudah nggak kemana-mana lagi,” jelas Kasbin yang selalu bangga menjadi prajurit TNI. Cita-cita memakai seragam kebanggan tentara yang tercapai pada usia 20-an itu terus membawanya mencintai Indonesia.

Baca juga: http://www.tzuchi.or.id/read-berita/renovasi-rumah-istri-pejuang/7277

Ungkapan Perhatian dan Terima Kasih

Sumbangan renovasi rumah ini ditujukan bagi 20 purnawirawan. Pembangunannya diinisiasi oleh Persit (Persatuan Istri Tentara) yang bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Pembagian pun dilakukan bersamaan dengan HUT ke-72 Persit Kartika Chandra Kirana yang dilaksanakan di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Kamis (1/3/2018).

doc tzu chi indonesia

Selain memberikan bantuan renovasi 20 rumah bagi para purnawirawan, HUT Persit ke-72 ini juga memberikan 3.000 paket bantuan yang berisi sembako, serta melaksanakan baksos kesehatan.

“Kami rasa kami harus meningkatkan taraf hidup para veteran yang telah memperjuangkan dan menjaga keamanan bangsa. Beliau-beliau itu semua adalah pejuang bangsa,” ucap Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengungkapkan kebanggaanya pada Persit yang tiada lelah mendukung program-program dan membantu tugas-tugas TNI AD pada umumnya. “Biasanya kalau kami menggelar acara seperti ini, kami fokus kepada masyarakat dan sebagainya. Tapi Persit punya pandangan lain bahwa di samping membantu masyarakat, kami sibuk dengan orang lain, tapi justru sesepuh kita, keluarga kita, orang tua kita, saudara kita sendiri berantakan, banyak yang belum terurus sehingga kami patut memberi apresiasi terhadap Persit (yang telah menginisiasi pembagian bantuan),” tutur Jenderal TNI Mulyono.

Jenderal TNI Mulyono melanjutkan bahwa, Persit tidak mungkin bisa berjalan tanpa adanya dukungan dari berbagai yayasan sosial juga perusahaan-perusahaan yang terus menjadi rekan tentara dan senantiasa peduli dengan kegiatan-kegiatan sosial. “Terima kasih kepada bapak (para donatur) sekalian, tanpa dukungan bapak barangkali kegiatan ini tidak bisa dilaksanakan dengan baik. Kami hanya membantu bapak menyalurkan dana sosial ini, semoga bantuan ini bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi berkah bagi kita semua,” pungkas Jenderal TNI Mulyono.

Selain memberikan bantuan renovasi 20 rumah bagi para purnawirawan, HUT Persit ke-72 ini juga memberikan 3.000 paket bantuan yang berisi sembako, serta melaksanakan baksos kesehatan di lokasi yang sama. Tzu Chi pun berkontribusi dalam memberikan 3.000 paket Mi Instan DAAI dan 3.000 buah sarung yang dikemas menjadi satu dalam paket sembako. Seluruh bantuan tersebut dibagikan kepada masyarakat yang datang untuk mengikuti baksos kesehatan.

“Beliau semua sudah berjasa, sudah purnawirawan, kami hanya bisa memberikan dukungan serta doa semoga mereka bisa merasakan perhatian dari rakyat, dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Dan bantuan yang tidak seberapa ini merupakan wujud terima kasih kami atas jasa-jasa beliau, semoga bisa bermanfaat,” imbuh Joe Riadi, relawan Tzu Chi yang hadir dalam HUT Persit ke-72.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 880 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat