Selasa, 15 Oktober 2019
Indonesia | English

Tzu Ching Makassar Bersih-bersih Pantai, Contohkan Hidup Cinta Keindahan

17 Juli 2019 Jurnalis : Sutriani (Tzu Chi Makassar)
Fotografer : Sutriani (Tzu Chi Makassar)


Anak-anak yang berada di Pulau Lae-lae antusias membantu Relawan Tzu Chi Makassar yang sedang membersihkan pantai.

Pulau Lae-lae di Makassar merupakan salah satu lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi wisatawan. Pemandangannya indah, pasirnya putih nan lembut, pun jaraknya cukup dekat dari kota Makassar. Hanya dengan waktu kurang lebih lima menit dari dermaga menggunakan kapal, sudah bisa tiba di Pulau ini.

Meski disuguhi panorama yang elok dipandang, tapi masyarakat setempat acuh memperhatikan kebersihan Pulau Lae-lae, sehingga terlihat banyak sampah yang berserakan. Maka dari itu Tzu Chi Makassar melaksanakan salah satu misi, yakni pelestarian lingkungan untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai di Pulau Lae-lae, Makassar pada Sabtu (13/7/2019) dan Minggu (14/7/2019). Sebelumnya, relawan juga pernah dilakukan hal serupa di Pulau Gusung.

Sebanyak 30 relawan Tzu Ching (muda mudi Tzu Chi) yang ikut, dipimpin langsung oleh Ronny Japasal berangkat dari dermaga Makassar menuju Pulau Lae-lae, Sabtu sore. Setiba di sana, relawan langsung melakukan sosialisasi kepada warga setempat. Hal ini dilakukan agar masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan. Sekira 40 warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi.


Setiba di Pulau Lae-lae, relawan Tzu Chi langsung mengumpulkan warga setempat dan mengadakan sosialisasi akan pentingnya menjaga kebersihan.


Relawan Tzu Chi sedang membersihkan daerah pantai.

Usai kegiatan sosialisasi kepada warga, malam harinya, Tzu Ching melakukan kegiatan pengenalan Tzu Chi kepada relawan yang baru bergabung. Kegiatan ini sekaligus memberikan beberapa permainan yang dikemas dalam bentuk outbond untuk lebih membangun hubungan emosional antara relawan yang sudah lebih dulu bergabung.

Penanggungjawab Kegiatan Pelestarian Lingkungan, Umrah, mengatakan kegiatan outbond ini sebagai bentuk refreshing kepada teman-teman. “Kami tahu, untuk melakukan aksi sosial itu kita harus kerja ikhlas dan kekompakan dengan tim. Makanya untuk mewujudkan hal itu, kami melakukan outbond terlebih dahulu agar tercipta sebuah kekompakan antara kami,” katanya.

Terdapat tiga tim masing-masing 5 orang dalam 1 tim. Dan ada tiga posko yang harus dilalui. Pada posko pertama, tim akan diberikan beberapa pertanyaan terkait Tzu Chi. Kemudian di posko kedua, tim diharuskan memecahkan masalah bola air, dan di posko ketiga tim disambut dengan api unggun bersama dua MC yakni Satria dan Suthe.


Suasana pengenalan Yayasan Buddha Tzu Chi kepada relawan yang baru bergabung.


Matahari baru saja terbit dari ufuk dan relawan Tzu Chi sudah bersiap-siap untuk membersihkan daerah pantai Pulau Lae-lae.

Acara api unggun malam itu benar-benar membakar semangat para relawan. Suara desir ombak dan semilir angin menemani dengan penuh kehangatan, membuat acara berlangsung penuh keceriaan, pun canda dan tawa mengalir seperti air. Menambah keseruan karena panitia memilih satu tim sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah menarik. Tim satu, berhasil menjadi juara malam itu.

Minggu pagi, para relawan kembali siap dengan peralatan tempurnya dan menyisir sampah yang berada di bibir pantai Pulau Lae-lae. Meski lelah semalaman, namun hal itu tak menyurutkan niat yang sudah di bawa dari Makassar ke Pulau ini, yakni membersihkan sampah yang berada di Pantai.


Seluruh relawan berfoto bersama usai kegiatan.

Kegiatan Tzu Ching Bersih-bersih Pantai berlangsung hingga pukul 08.00 WITA. Menambah keseruan, Sejumlah relawan menyusul datang di pagi hari dengan membawa beberapa menu vegetaris untuk dinikmati usai membersihkan. Sungguh semakin membuat suasana semakin hangat.

Daeng Empo (43) salah satu warga Pulau Lae-lae menuturkan rasa empati, ia mengatakan bahwa sangat sedikit orang atau komunitas yang ingin melakukan hal-hal seperti ini. Warga setempat sebenarnya sudah menjaga dengan baik, namun kadang ada sampah dari lautan yang terbawa hingga ke pantai hingga sedikit mengotori. Meski demikian, ia tak memungkiri jika Pulau Lae-lae masih jauh dari kata bersih. “Tapi kami sangat terinspirasi dengan kehadiran para relawan Buddha Tzu Chi, semoga ke depannya kami sadar akan harusnya menjaga kebersihan,” ungkapnya.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 506 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Berbicaralah secukupnya sesuai dengan apa yang perlu disampaikan. Bila ditambah atau dikurangi, semuanya tidak bermanfaat.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat