Rabu, 13 November 2019
Indonesia | English

Upacara Kelulusan Berbalut Drama Kisah Nyata

22 Mei 2017 Jurnalis : Yuliati
Fotografer : Halim Kusin, Teddy Lianto, Yuliati

doc tzu chi

Sebanyak 539 siswa dari unit TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng mengikuti prosesi kelulusan di Aula lantai 4, Jiang Jing Tang, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta yang digelar pada tanggal 20 Mei 2017.

“Pendidikan Cinta Kasih Universal Mendamaikan Dunia” merupakan tema yang diusung oleh Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng dalam mengadakan kegiatan Kamp Pendewasaan Siswa. Kegiatan selama dua hari diakhiri dengan upacara kelulusan siswa (20/05/17). Sebanyak 539 siswa dari unit TK, SD, SMP, SMA, dan SMK Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng mengikuti prosesi kelulusan di Aula lantai 4, Jiang Jing Tang, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

Upacara kelulusan yang dihadiri ribuan orang tua murid Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi ini sebagai tanda berakhirnya pembelajaran yang harus mereka ikuti di sekolah. Direktur Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng, Freddy Ong, S.Kom, M.M mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para orang tua murid yang sudah memberikan kepercayaan kepada sekolah dalam mendidik anak mereka.

“Kami berupaya supaya anak-anak dapat memiliki bekal lebih lanjut di dunia pekerjaan,” ujar Freddy dalam sambutannya. “Kami yakin anak-anak didik kami dapat bekerja dengan baik jika nanti memasuki dunia pekerjaan,” tambahnya.

Freddy Ong (kanan) bersama guru Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi lainnya bersama menabuh genderang pentanda dibukanya pentupan pendewasaan siswa Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng.

Siswa-siswi TK Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng menampilkan alat musik angklung dengan penuh semangat.

Selain upacara kelulusan, anak-anak juga mempersembahkan sebuah pementasan drama musikal yang merupakan kisah nyata yang terjadi di sekolah. Drama ini menceritakan tentang kekuatan cinta kasih antara murid dengan murid, guru dengan murid, dan guru dengan guru. Bagaimana kisah cinta kasih yang diberikan kepada salah satu murid bernama Angelie yang mengalami penyakit stroke dan salah satu guru bernama Zaenah yang juga mengalami sakit kanker.

Salah satu pemeran drama, Lilaitha Salsa Rizkyafadilla mengaku bersyukur terpilih untuk memerankan sosok Zaenah. “Senang banget enggak nyangka dipilih menjadi peran utama,” ujar Salsa senang. Memerankan karakter orang lain memang tidak mudah untuk dilakukan, begitu pula dengan Salsa. Namun tekad yang kuat untuk memberikan penampilan yang terbaik, Salsa terus latihan. “Latihan dengan maksimal,” ucapnya lugas.

Selama perjalanan latihan, ia menemukan kesulitan dalam mendalami karakter sang guru. “Awalnya saya tidak mendalami peran Bu Zaenah banget tapi dibimbing terus pas latihan, jadi lama-lama belajar Bu Zaenah orangnya seperti apa,” ujarnya. “Lama-lama kebawa terus karakternya. Semangat,” pungkasnya tersenyum.

Selain upacara kelulusan, anak-anak juga mempersembahkan sebuah pementasan drama musikal yang merupakan kisah nyata yang terjadi di sekolah menceritakan tentang kekuatan cinta kasih.

Lilaitha Salsa Rizkyafadilla (jilbab hitam) mengaku bersyukur terpilih untuk memerankan sosok gurunya, Zaenah yang menderita sakit kanker.

Pendidikan yang Mengajarkan Moral

Salsa tidak hanya merasa senang karena mendapatkan kesempatan memerankan sosok sang guru, ia juga bersyukur mendapatkan pendidikan di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi terutama pendidikan budaya humanisnya. “Di Tzu Chi diajarkan tata cara, sopan santunnya mulai dari perilaku yang tidak baik menjadi baik. Juga diasah keterampilan kita,” ujar gadis 18 tahun ini. Bahkan Salsa merasakan adanya perubahan diri yang positif dalam dirinya.

“Dulu saya lebih seenaknya saja dalam melakukan apapun, tapi sekarang sudah tidak seperti itu,” ucapnya. “Saya belajar bagaimana peduli dengan orang lain,” tukasnya.

Beatrice Tjahyadi (tengah) menerima penghargaan sebagai siswa teladan di SMA Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng yang diberikan oleh Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Sumei.

Surjani (kiri) memberikan sharing di hadapan ribuan orang tua murid yang hadir dalam kegiatan penutupan pendewasaan Sekolah Cinta Kaish Tzu Chi Cengkareng.

Kesan yang sama juga dirasakan Beatrice Tjahyadi, siswi SMA Cinta Kasih Tzu Chi bahwa belajar di sekolah Tzu Chi merupakan pilihannya yang tepat. “Kita bukan hanya belajar secara akademis tapi juga untuk mengembangkan pribadi, benar-benar dewasa dan berkembang dalam segala aspek,” ujar siswa 17 tahun ini. 

Selama sekolah di SMA Cinta Kasih Tzu Chi banyak kesempatan baik yang diperolehnya. Dua tahun berturut-turut sejak 2015, Beatrice terpilih untuk mengikuti Summer Camp yang diadakan di China dan di Tzu Chi Taiwan. “Saya merasa sangat senang, kesempatan itu tidak mudah dan hanya segelintir orang yang bisa mendapatkannya,” ungkapnya. Dari kegiatan Summer Camp yang diikutinya, Beatrice mengaku banyak belajar tentang Tzu Chi. “Di sana saya bisa memahami langsung bagaimana Tzu Chi lebih dalam,” akunya.

Pada penutupan pendewasaan ini, Beatrice juga terpilih menjadi siswa teladan di unit sekolahnya. “(Merasa) enggak percaya (mendapat penghargaan). Teman-teman banyak yang kompeten, dan saya merasa bersyukur terpilih menjadi siswa teladan tahun ini,” ujarnya sumringah. Ia pun berencana akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya berharap bisa menamatkan kuliah, tetap bertanggung jawab, menjadi pribadi yang baik dan tidak mengecewakan sekolah Tzu Chi,” ungkap Beatrice.

Sebanyak 116 siswa TK Cinta Kasih Tzu Chi menerima suvenir usai mengikuti penutupan pendewasaan.

Prestasi dan kebanggaan yang dicapai Beatrice membuat ibunya, Surjani (52) merasa bahagia. “Agar anak saya mendapatkan pendidikan berkualitas, saya percayakan anak saya bergabung di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi,” ucap Surjani dalam sharingnya. Menurutnya, sekolah Tzu Chi tidak hanya memberikan pendidikan secara akademis namun keterampilan tertentu yang belum tentu di sekolah lain ada.

“Tidak hanya kepandaian tapi juga budi pekerti. Pendidikan budi pekerti ini kiranya sanggup mempersiapkan anak-anak kita di dunia pekerjaan,” ujarnya. Surjani juga mengucap syukur kepada sekolah yang telah mendidik dengan baik buah hatinya. “Terima kasih kepada guru-guru yang telah mendidik dan memberikan kesempatan (Beatrice) untuk maju,” ungkap ibu dua anak ini. Surjani pun mendoakan murid-murid Sekolah Cinta Kaish Tzu Chi agar bisa membanggakan orang tua, guru, dan sekolah.

Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Liu Sumei berpesan kepada seluruh anak-anak yang hadir pada upacara kelulusan agar tetap mengingat pesan dan apa yang diajarkan guru kepada mereka. “Di rumah tentu selalu bersyukur dan berbakti kepada orang tua. Kami berdoa semoga seluruh anak-anak yang lulus tahun ini memiliki masa depan yang baik,” ujar Liu Sumei.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 2758 kali


Berita Terkait


Membekali Generasi dengan Keluhuran Budi Pekerti

22 Mei 2017


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat