Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Wilayah Baru Semangat Baru

25 Februari 2016 Jurnalis : Laurentcia Huang (Tzu Ching Jakarta)
Fotografer : Laurentcia Huang (Tzu Ching Jakarta)

Para Tzu Ching melakukan doa bersama atas terjadinya bencana­bencana yang ada di dunia.

Setiap orang memiliki kisah yang berbeda setiap harinya dan pagi hari merupakan awal untuk menciptakan kisah. Tidak hanya orang yang memiliki kisah, gedung Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara pun memiliki kisah tentang jejak awal muda-mudi Tzu Chi (Tzu Ching) wilayah Hu Ai Utara 1, pada Minggu pagi, 21 Februari 2016. Kegiatan yang diikuti 23 relawan Tzu Chi, yang terdiri dari mahasiswa dan juga pembina Tzu Ching (papa-mama) ini bertujuan untuk saling mengenal lebih dekat para Tzu Ching dan pembimbing.

Kegiatan dimulai dengan memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mars Tzu Ching. “Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjelaskan kepada Tzu Ching mengenai wilayah mereka,” ujar Hariyanto salah satu pembina Tzu Ching. Ia juga menjelaskan bahwa perpindahan wilayah ini bertujuan agar para Tzu Ching dapat bersatu dengan komunitas dan dapat ikut membantu di kegiatan komunitas.

Rosanny Widjaja(kiri), Nanni (tengah), Hariyanto(kanan) penuh tawa dan senyuman saat sesi pengenalan pembina Tzu Ching.

Mega Pratiwi sebagai pembawa acara sedang menerangkan sesi­sesi kegiatan gathering Tzu Ching

Bagian perkenalan merupakan sesi yang paling menyenangkan karena dapat mengenal satu dengan yang lain, bercanda, dan saling tertawa. Banyak pembina yang memiliki banyak sekali pengalaman bermanfaat yang dapat dibagikan kepada Tzu Ching sehingga para Tzu Ching dapat menerapkannya untuk diri sendiri dan juga dapat di bagikan kembali untuk orang lain. “Memang sekarang Tzu Ching sedikit tapi ini menjadi motivasi kita untuk memperbanyak barisan kita,” ujar Mega Pratiwi yang menjadi pembawa acara dalam gathering. Acara ditutup dengan doa bersama untuk mendoakan bencana yang baru saja terjadi.

Walaupun jumlah Tzu Ching berkurang, tetapi semangat para Tzu Ching sekarang dapat memperpanjang barisan relawan Tzu Chi. Proses pembelajaran tidak ada yang instan, dengan langkah perlahan tetapi pasti maka bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Seperti kata perenungan Master Cheng Yen, “Dengan memiliki keyakinan, keuletan, dan keberanian tidak ada hal yang tidak berhasil dilakukan di dunia ini.”

Pembinan Tzu Ching saat sesi doa bersama.

Suasana saat gathering Tzu Ching di Aula Jing Si.

Artikel dibaca sebanyak : 1117 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Keindahan kelompok bergantung pada pembinaan diri setiap individunya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat