Selasa, 22 September 2020
Indonesia | English

"Baterai Kasih Anak"

04 Agustus 2020 Jurnalis : Moses Silitonga (Tzu Chi Sinar Mas), Fotografer : Dok. Tzu Chi Sinar Mas


Suasana foto bersama di pelatihan online (webinar).

Bagaimana memahami pikiran anak? Apa yang harus dilakukan jika anak meluapkan emosinya? pertanyaan-pertanyaan inilah yang kerap muncul dan diberikan kepada Erika Kamaria Yamin, M.Psi., Psikolog, CHt, CPS yang merupakan seorang Psikolog Pendidikan dari Ide Plus. Kegiatan tanya jawab ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan online misi pendidikan Tzu Chi Sinar Mas.

Setelah edisi pertama dilaksanakan pada Juni lalu, selanjutnya edisi kedua dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2020. Relawan tetap bersemangat untuk hadir secara virtual dalam kegiatan ini. Sebanyak 260 peserta hadir untuk mengikuti materi dengan topik “Melatih Kecerdasan Anak di Masa Pandemi” ini.

Memberi wawasan kepada orang tua


Erika Kamaria Yamin, M.Psi., Psikolog, CHt, CPS sedang menyampaikan materi “Melatih Kecerdasan Anak di Masa Pandemi”.

Pelatihan online ini ditujukan bagi relawan Dharma Wanita dan relawan guru Tzu Chi Sinar Mas yang berperan membimbing siswa-siswi di sekitar wilayah komunitas relawan. Namun, relawan lainnya pun turut hadir untuk mengetahui dan bersama-sama belajar. Selain dapat diterapkan dalam kegiatan misi pendidikan yang dijalankan relawan, pelatihan ini juga memberikan wawasan bagi para relawan yang mayoritas merupakan orang tua.

Pada awal kegiatan, pembawa acara terlebih dahulu menyapa para peserta pelatihan online yang tersebar di berbagai wilayah komunitas relawan. Kegiatan ini, dihadiri oleh relawan dari Sumatera, Kalimantan, hingga Papua. Pukul 10 pagi pelatihan dimulai dan kemudian narasumber menyampaikan materi selama 45 menit.

Dalam pemaparannya, hal yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah baterai kasih. “Bagaimana cara kita untuk melatih emosi anak? Salah satunya adalah dengan selalu mengisi baterai kasihnya. Cari tahu dan memahami perasaan anak dan kemudian meresponnya dengan tepat”, ujar Erika dalam materi yang disampaikan.


Para peserta dibagi menjadi 2 tempat dan diikuti oleh para peserta dengan menerapkan protokol kesehatan.

Melalui pemahaman yang disampaikan dalam pelatihan, relawan mengetahui langkah-langkah yang dapat dilakukan. Umi Kalsum, relawan Kalimantan Timur 1 akhirnya menyadari pentingnya mengisi baterai kasih anak. “Seringkali kita melupakan untuk memberikan waktu yang berkualitas, memberikan kata-kata positif kepada anak, sentuhan hingga hadiah. Padahal hal-hal ini dapat memberikan rasa aman bagi anak dan melatih perkembangan emosi mereka”, ungkapnya.

Selain dapat diterapkan dalam program pembinaan yang dilaksanakan oleh relawan bagi siswa-siswi binaan di sekitar komunitas relawan, materi pelatihan ini juga dapat praktis dilakukan oleh relawan dalam mendidik putra dan putri mereka.

“Karena setiap anak mempunyai sifat dan emosi yang berbeda, cara menghadapinya juga pasti berbeda. Setiap tingkatan usia juga mempunyai cara penanganan yang berbeda. Saya sendiri punya tiga orang anak, sangat terbantu sekali dengan mengikuti materi ini”, ungkap Dwi Asih Susanti relawan komunitas Semitau.


Setiap peserta mencatat setiap materi yang diberikan karena sangat bermanfaat dan bisa diterapkan di keseharian mereka.

Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam masa pandemi COVID-19, kelompok-kelompok relawan berkumpul di satu lokasi untuk dapat mengikuti kegiatan. Pelatihan berlangsung dengan sangat interaktif, terdapat banyak pertanyaan dari peserta. Pelatihan yang dijadwalkan selesai pada pukul 12 siang, akhirnya ditambah 15 menit untuk merespon pertanyaan yang belum terjawab.

“Ada sekitar 30 relawan yang ikut kegiatan di sini. Terdiri dari Dharma Wanita dan guru. Kami membaginya ke dalam 2 ruangan dan tetap memperhatikan protokol kesehatan”, ucap Evi Sucita relawan komunitas Siak.

Dengan memiliki pemahaman baterai kasih, langkah untuk menumbuhkan serta membimbing anak dengan cinta kasih menjadi semakin dikuatkan melalui pelatihan ini. Kiranya apa yang disampaikan oleh Master Cheng Yen yaitu “cara untuk mengarahkan orang lain bukanlah dengan memberi perintah, namun bimbinglah dengan memberi teladan melalui perbuatan nyata” menjadi kekuatan relawan untuk mewujudkan generasi yang berkarakter baik di masa datang.

Editor: Teddy Lianto

Artikel dibaca sebanyak : 166 kali


Berita Terkait


Membimbing Diri Sendiri dan Orang Lain

24 Juli 2020

Membekali Relawan dalam Membangun Karakter Anak yang Humanis

19 Juni 2020


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita hendaknya bisa menyadari, menghargai, dan terus menanam berkah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat