Jumat, 06 Desember 2019
Indonesia | English

Bagi Beras Cinta Kasih

28 November 2013 Jurnalis : Junaedy Sulaiman (Tzu Chi Lampung), Fotografer : Junaedy Sulaiman, Yudi kusuma (Tzu Chi Lampung)

 

 

foto
Tanggal 26 oktober 2013, relawn Tzu Chi Lampung melakukan pembagian beras di Kecamatan Rajabasa dan Kedaton.

Sabtu,  26 Oktober 2013 dimulainya acara pembagian beras cinta kasih Tzu Chi untuk wilayah yang telah ditetapkan yaitu Kecamatan Rajabasa dan Kedaton di Tanjungkarang, Lampung. Sejak pukul 09.00 WIB sebanyak 38 relawan telah berkumpul di kantor Tzu Chi Lampung. Mereka pertama-tama mendapat briefing(penjelasan. Dalam briefing tersebut, relawan diimbau bersikap ramah, gembira serta hormat dan tidak lupa mengucapkan Gan En kepada penerima bantuan. Juga berharap relawan yang muda bersedia mengangkat beras apabila penerima bantuan adalah orang-orang tua yang tidak sanggup membawa beras seberat 20 kg.

Pada kesempatan ini juga disosialisasikan Celengan Bambu kepada relawan. Alisius Bunawan  membuka ladang berkah untuk karyawannya. Ia mengambil 100 celengan untuk disampaikan kepada karyawan. “Saya ingin karyawan juga bisa turut berderma walau hanya sedikit,” ucap Bunawan. Demikian juga Ahong, relawan yang  baru pertama ikut kegiatan Tzu Chi, ia mengambil 20 celengan untuk dibagikan kepada keluarga dan teman-teman.

Pukul 11.00 WIB, relawan berangkat menuju lokasi pembagian beras di depan kantor Kelurahan Gedung Meneng Baru di jl.ZA.Pagar Alam. Sebagian relawan telah tiba terlebih dahulu mempersiapkan beras yang akan diturunkan dari mobil truk. Dengan saling membantu secara estafet beras-beras sebanyak 600 karung diturunkan dengan cepat. Satu jam kemudian, warga sudah mulai berdatangan. Relawan menyambut mereka dengan ramah sambil menyanyikan lagu-lagu Tzu Chi. Sambil menunggu kedatangan Walikota Bandar Lampung, Lis Linggarningsih, relawan Tzu Chi Lampung menyanyikan lagu “Satu Keluarga” dan memimpin isyarat tangan bersama relawan. Wargapun diajak ikut melakukan isyarat tangan.

Setelah waktunya tiba, acara dimulai dengan sambutan oleh Ali Kuku relawan Tzu Chi yang membacakan pesan Master Cheng Yen. “Sumbangan beras ini akan habis pada saatnya, namun cinta kasih dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya akan berlangsung sepanjang masa. Dari lubuk hati kami yang terdalam, kami berharap berkah dan cinta kasih tanpa pamrih ini dapat mendampingi saudara-saudara melalui detik demi detik dalam kehidupan ini. Kami juga berharap agar cinta kasih yang saling memberi perhatian dapat terus berlanjut selama-lamanya dan terus menyebar di dunia ini untuk menolong orang dari segala penderitaan, dan menciptakan dunia yang aman dan tentram dengan saling berbagi rasa di dunia yang dipenuhi cinta kasih dan harapan” demikian dikatakan Ali Kuku relawan Tzu Chi yang juga menjelaskan visi dan misi Tzu Chi.

foto   foto

Keterangan :

  • Dalam berkegiatan, relawan diimbau untuk ringan tangan ( sigap dalam memberikan bantuan) (kiri).
  • Tidak hanya itu, relawan juga berbaris rapi sambil mengucapkan rasa syukur mereka kepada para penerima bantuan (kanan).

Walikota Bandar Lampung  yang hadir dalam kegiatan ini, memberikan apresiasi yang besar kepada insan Tzu Chi atas  kepeduliannya kepada warga tidak mampu. “Sebagai  wakil pemerintah kota dan mewakili warga, Saya mengucapkan terimakasih atas bantuan beras ini kepada warga yang tidak mampu dan berharap di tahun-tahun yang akan datang insan Tzu Chi juga bisa kembali memberikan bantuan untuk warga yang belum mendapatkan bantuan,”ucap Drs. Herman HN, Walikota Bandar Lampung dalam pidatonya.

Pembagian beras berjalan lancar dan tertib. Relawan saling membantu satu sama lain, ada yang mengatur antrian warga agar tidak berdesak-desakan, ada yang menerima kupon dan menyerahkan beras ke warga. Relawan Kasim sx dan Ayung sx yang usianya tidak muda lagi juga terlihat memanggul beras berulang kali, mengantarkan sampai ke pinggir jalan.

Ibu Siti Nursah (60) dan bapak Mastari (65) warga yang tinggal di Rajabasa mengucapkan terimakasih dan sangat bersyukur atas beras yang diterimanya.Terlebih atas keramahan relawan yang membantu membawakan beras, “Sungguh luar biasa, ada orang-orang (relawan)  yang begitu peduli.” Kata Siti Nursah. Pembagian beras untuk warga di kecamatan Rajabasa selesai jam 15.00 sebanyak 575 karung beras yang dibagikan. Sisanya sebanyak 25 karung dibawa kembali.

Perjalanan dilanjutkan ke kecamatan Kedaton, lokasi tepatnya di Masjid Al Amin di jalan Rusa, sebanyak 600 karung beras dibagikan.Kegiatan selesai jam 17.00. Demikian pembagian beras dilanjutkan pada hari Minggu tanggal 27 Oktober 2013 dimulai dari jam 09.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB untuk tiga wilayah : Kecamatan Panjang dilokasi Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha, di Pidada Panjang dibagikan 664 karung beras, kemudian pembagian beras di kecamatan Bumiwaras Telukbetung sebanyak 538 karung beras dibagikan dilokasi Terminal Sukaraja dan terakhir pembagian beras dilakukan di kecamatan Telukbetung Barat sebanyak 573 karung beras dilokasi kantor kecamatan Telukbetung Barat dijalan  Kuripan. Sisa beras yang dibawa kembali ke kantor telah diambil oleh warga keesokan harinya di kantor Tzu Chi sehingga total beras yang dibagikan sebanyak 60 ton/3,000 karung.

 

 
 

Artikel dibaca sebanyak : 1245 kali


Berita Terkait


Opa dan Oma Adalah Saudara Kita

05 Desember 2019

Menganyam Hati, Menganyam Semangat

04 Desember 2019

Terus Berjuang, Terus Optimis

03 Desember 2019

Program Bebenah Kampung di Kamal Muara

28 November 2019

Tumpeng yang Penuh dengan Semangat Cinta

27 November 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat