Minggu, 22 September 2019
Indonesia | English

Batuk Hilang Karena Suka Cita

12 September 2008 Jurnalis : Irvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Irvan (Tzu Chi Bandung)

 
foto

Para relawan Tzu Chi mengajarkan gerakan isyarat tangan (shou jie) kepada 14 penghuni Panti Jompo Priangan, Bandung, Jawa Barat.

Kamis, 11 September 2008, relawan Tzu Chi Bandung melakukan kunjungan kasih ke Panti Jompo Priangan yang terletak di Jl. Karmel 1 No. 56 Lembang, Bandung, Jawa Barat. Panti yang berdiri sejak 1977 itu hanya dihuni oleh 14 orang manula dan 4 orang pengurus panti. Rombongan kecil relawan yang berjumlah 8 orang itu tiba pukul 10 pagi dan kedatangannya disambut ramah oleh para penghuni panti.

Kegiatan dilakukan di aula panti yang terkesan sederhana. Dengan luas 10x4 m2, ruangan yang biasa digunakan sebagai tempat berkumpul bersama itu hanya dihiasi bangku-bangku plastik dan meja. Ruangan itu tampak bersih walau tak begitu besar. Dengan pencahayaan yang berasal dari beberapa lampu dan jendela yang cukup lebar membuat ruangan ini terlihat sangat terang.

Ketika rombongan relawan datang, keadaan ruangan masih terlihat sepi. Belum satu pun penghuni panti yang duduk di kursi yang telah disediakan. Tak lama, beberapa oma dan opa berjalan tertatih-tatih menuju tempat duduk yang telah disediakan. Beberapa diantaranya harus ditemani tongkat yang setia menemani. Bahkan, ada pula oma yang harus dijemput dan dituntun untuk menuju aula.

foto  foto

Ket : - Dengan penuh semangat dan keceriaan, relawan Tzu Chi Bandung bersama penghuni panti bernyanyi
           bersama. Perhatian dari relawan sangat berarti bagi para penghuni yang mayoritas tak lagi memiliki
           sanak keluarga. (kiri)
         - Menggunting rambut dan kuku merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilakukan relawan Tzu Chi di panti
           jompo. (kanan)

Tidak lama kemudian, seorang oma berambut panjang dengan sweater coklat yang membalut baju merah dengan motif bunga-bunga, datang dengan membawa sapu tangan yang ditutupkan ke mulutnya. Setelah ditanya, ternyata oma tersebut sedang terserang batuk. “Oma Yohana memang lagi batuk, tapi tidak parah kok, hanya biasa saja,” ujar Ooh, suster yang setia mendampingi seluruh penghuni panti. Oma yang telah berumur 66 tahun ini memilih duduk di urutan paling belakang. “ Malu ah lagi batuk,” jawabnya singkat ketika ditanya mengapa tidak duduk di depan.

Sapu tangan putih itu tak pernah lepas dari tangan Oma Yohana. Sesekali dia menutup mulutnya ketika ingin batuk. Tetapi, pemandangan itu tidak terlihat lagi ketika relawan memperagakan isyarat tangan dan Oma Yohana tertarik untuk mengikutinya. Zhou Leung, relawan Tzu Chi segera menghampiri Oma Yohana dan berbincang dengan oma yang sudah 2 tahun tinggal panti ini. Keakraban di antara keduanya begitu terasa, terlihat dari senyum di wajah Oma Yohana. Kegembiraan semakin bertambah ketika Oma Yohana dipersilahkan untuk menyanyi di depan. Dengan mimik muka yang terlihat gembira, Oma Yohana bernyanyi di depan bersama para relawan.

Sapu tangan putihnya kini hanya tergolek di sebelahnya. Seolah lupa akan batuknya, Oma Yohana terus larut dalam kegembiraannya. Dia terus bernyanyi bersama dengan temannya serta sesekali menggerakkan tangan sebagai tanda suka cita.

foto  foto

Ket : - Keceriaan begitu tergambar di wajah Oma Yohana ketika salah seorang relawan Tzu Chi mengajaknya
           berbincang-bincang. (kiri)
         - Oma Yohana sangat bergembira saat bernyanyi bersama relawan Tzu Chi. Memberi hiburan dan keceriaan
           merupakan bagian dari kunjungan relawan Tzu Chi ke panti-panti jompo. (kanan)

“Saya gembira sekali hari ini. Tadinya saya batuk-batuk, tapi lalu hilang karena sangat happy,” kata Oma Yohana dengan ceria. “Saya lihat para oma dan opa hari ini terlihat sangat senang sekali dengan kunjungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Biasanya nggak pernah seperti ini, biasanya mereka hanya diem di kamar, duduk di depan, atau jalan-jalan di halaman. Oma Yohana juga sampai batuknya hilang karena sangat senang. Mungkin lupa ya kalau dia lagi batuk,” tambah Ooh, suster yang mengurus para oma dan opa di panti ini.

Tak ketinggalan, Yosef, pengurus dan pendeta di panti itu pun menyampaikan kesannya, “Kami merasa sangat senang dengan kedatangan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi karena telah menyemangati Oma dan Opa. Mereka sangat membutuhkan hal seperti ini karena mereka jarang dikunjungi.”

 

Artikel dibaca sebanyak : 1003 kali


Berita Terkait


Menjadikan Donor Darah Sebagai Gaya Hidup

17 September 2019

Memanfaatkan Kain Perca untuk Kegiatan Amal

16 September 2019

Menjalin Jodoh Lewat Keindahan Budaya Humanis

13 September 2019

Memahami Misi Kemanusiaan Tzu Chi Melalui Film Sejarah

10 September 2019

Bantuan Kebakaran untuk Warga Kaliawi

09 September 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Tak perlu khawatir bila kita belum memperoleh kemajuan, yang perlu dikhawatirkan adalah bila kita tidak pernah melangkah untuk meraihnya.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat