Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Berbagi Kebahagiaan Bersama Oma dan Opa

12 Februari 2020 Jurnalis : Elin Juwita (Tzu Chi Tebing Tinggi), Fotografer : Lidyawati, Erik Wardi (Tzu Chi Tebing Tinggi)


Senyum kebahagiaan terlihat di wajah oma dan opa saat memasuki ruangan yang dituntun relawan dan diiringi tepuk tangan anak-anak Kelas Budi Pekerti Tzu Chi yang menyapa mereka dengan “Gong Xi Fa Chai Akong Ama (sebutan untuk kakak dan nenek).

Keluarga adalah tempat ternyaman bagi kita untuk bersandar dalam segala kondisi dan juga tempat untuk merasakan kehangatan diantara orang tua dan anak-anak. Akan tetapi, hal berbeda dirasakan oma dan opa yang tinggal di panti jompo. Kebutuhan akan sandang dan pangan mungkin sangat tercukupi bagi mereka yang tinggal disana, namun kasih sayang dari keluarga, khususnya anak-anaknya sangat jarang atau bahkan tidak pernah lagi mereka rasakan.  Oleh karena itu, Tim Pendidikan Tzu Chi Tebing Tinggi pada hari Minggu, 02 Februari 2020 mengajak anak-anak Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Tebing Tinggi mengunjungi oma-opa yang berada di Panti Jompo Yasobas Tebing Tinggi dalam rangka merayakan Imlek. Sebanyak 75 anak murid kelas budi pekerti dan 45 relawan Tzu Chi dengan semangat menghibur 20 orang oma opa penghuni Panti Jompo Yasobas. Saat oma opa memasuki ruangan acara dengan dituntun relawan dan diiringi tepuk tangan anak-anak dan relawan yang menyapa mereka dengan “Gong Xi Fa Chai Akong Ama (sebutan untuk oma opa), merekahlah senyuman kebahagiaan di wajah oma dan opa.

 

Anak-anak menghibur para penghuni panto jompo dengan permainan barongsai.

Dari kegiatan ini anak-anak dibimbing untuk memahami bahwa keindahan kehidupan terbentuk dari pendidikan yang baik dengan menerapkan tata krama dan pembentukan moral yang dimulai dari keluarga, yaitu berbakti kepada orang tua. Dengan melihat langsung kehidupan oma dan opa di panti jompo, akan timbul rasa syukur dalam diri mereka bahwa hari ini mereka masih memiliki orang tua yang senantiasa mendampingi, mendidik, dan memotivasi mereka. Sepeti dituturkan Elin Juwita, penanggung jawab Kelas Budi Pekerti Tzu Chi Tebing Tinggi, “Ini ketiga kalinya kita membawa anak-anak ke panti jompo untuk mengunjungi oma opa di sini dalam rangka Imlek dan berbagi cinta kasih kepada mereka. Dari kegiatan ini anak-anak bisa melihat langsung kehidupan oma opa di sini sehingga dalam diri mereka timbul kesadaran akan rasa syukur hari ini karena masih memiliki orang tua yang senantiasa menyayangi dan mendukung mereka. Ini juga menjadi praktik langsung bagi anak-anak untuk menunjukkan kasih sayang dan kepedulian mereka kepada oma opa dengan menganggap mereka sebagai bagian dari keluarga sendiri.” Relawan yang baru dilantik sebagai Komite Tzu Chi ini juga mengungkapkan bagaimana relawan mengajarkan anak-anak untuk senantiasa menghormati dan menghargai orang tua mereka dengan cara yang halus, menyuguhkan teh dan kue kepada oma dan opa.  “Tadi oma opa juga merasa sangat bersukacita mendengar anak-anak memanggil mereka dengan “Akong” dan “Ama”, sebutan yang mungkin mereka rindukan dari anak dan cucu mereka sendiri,” ungkap Elin.

 

Penampilan isyarat tangan menjadi salah satu hiburan yang diberikan kepada opa dan oma yang juga ikut bersemangat memperagakan isyarat tangan tersebut.

Kegiatan dimulai dengan penampilan barongsai dari anak-anak. Momen Imlek melekat dengan angpau sebagai wujud doa dan berkah yang baik di tahun yang baru. Dalam kesempatan ini “Dewa Rezeki” turut membagikan angpau kepada opa oma, anak-anak, dan mereka yang hadir.

Dalam salah satu sesi acara, relawan juga merayakan ulang tahun bagi oma opa. Tidak ketinggalan anak-anak dengan santun bersujud dan menyuguhkan teh dan kue kepada oma-opa. Ucapan selamat Tahun Baru Imlek dan hanturan doa supaya mereka sehat selalu disampaikan anak-anak kepada oma-opa sebelum mereka menyuguhkan teh dan kue.

 

Persembahan teh dan kue kepada oma dan opa dilakukan dengan perasaan tulus. Tidak ketinggalan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek dan doa supaya para penghuni panti jompo ini selalu sehat dan bahagia. 

Kegembiraan dirasakan salah satu anak murid Kelas Budi Pekerti Tzu Chi, Gilbert Aldrich Franjaya. Ini merupakan kunjungan keduanya ke panti jompo. “Saya merasa sedih melihat Akong dan Ama yang tinggal di sini karena tidak mendapatkan kasih sayang dan keluarganya banyak yang sudah meninggalkan mereka. Setelah melihat panti jompo ini, ke depannya saya akan semakin berbakti pada orang tua saya dengan menaati perkataan mereka,” kata Gilbert. Menurut Gilbert, sejak mengikuti Kelas Budi Pekerti Tzu Chi banyak perubahan diri yang positif yang ia rasakan.  “Saya sudah tidak lagi melawan (perkataan) orang tua saya, jadi lebih rajin dan sering  melakukan pekerjaan rumah,” ungkapnya.

 

Anak-anak dan relawan Tzu Chi juga ikut memberikan angpau kepada opa dan oma.

Acara ditutup dengan doa bersama serta pemberian angpau dari relawan dan juga anak-anak kepada opa dan oma. Melalui praktik nyata ini, diharapkan anak-anak dapat lebih memahami makna kehidupan yang sesungguhnya sehingga kelak mereka dapat bersumbangsih dengan tulus, penuh cinta kasih, dan selalu sukacita.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 518 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Meski sebutir tetesan air nampak tidak berarti, lambat laun akan memenuhi tempat penampungan besar.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat