Sabtu, 20 Juli 2019
Indonesia | English

Berbagi Semangat Hidup Menjelang Imlek

28 Januari 2019 Jurnalis : Indarto (He Qi Barat 1), Fotografer : Indarto (He Qi Barat 1)


Relawan Tzu Chi bersiap membersihkan rumah Siauw Siswanto.

Sabtu pagi yang berawan, tepat di tanggal 26 Januari 2019,  beberapa relawan Tzu Chi berkumpul di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng. Selepas siraman Dharma pagi hari, para relawan berangkat ke rumah Siauw Siswanto, salah satu Gan En Hu (Penerima Bantuan Tzu Chi) di daerah villa Taman Bandara, Cengkareng. Kho Sioe Ing, relawan Tzu Chi mempelopori kegiatan ini bersama dengan 10 Relawan lainnya.

Siauw Siswanto adalah seorang laki-laki berumur 47 tahun yang sudah menerima bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi sejak tahun 2016. Siauw Siswanto menderita penyakit Autoimune sejak berusia 27 tahun. Sudah lebih dari 18 tahun ini ia tidak bisa beraktivitas dan terpaksa hanya berbaring di ranjangnya saja. Penyakitnya ini menyerang persendian di kaki, lutut dan tangannya yang membuat sendi-sendinya tidak bisa digerakkan sehingga menyebabkan kelumpuhan.

Awal Siauw Siswanto mengenal Tzu Chi dari DAAI TV, dan kemudian bertemu dengan relawan Tzu Chi, Merry Christine yang melihat kondisi Siauw Siswanto sudah sangat memprihatinkan. Siauw Siswanto saat itu tidak mau bersosialisasi dengan orang luar karena malu akan penyakit yang dideritanya dan malu dengan kondisinya yang sangat tidak terawat. Seperti tidak pernah mandi, rambut yang berantakan karena tidak pernah dirapihkan serta kuku kaki dan tangan yang panjang dan hitam-hitam. Semenjak itu, relawan memberikan perhatian dan mengajukan bantuan kepada yayasan sehingga diberikan bantuan berupa tunjangan biaya hidup kepada Siauw Siswanto.

Relawan Tzu Chi juga pernah membawa Siauw Siswanto untuk berobat ke RSCM. Namun menurut tim dokter di sana, Siauw Siswanto sudah tidak dapat disembuhkan.


Para relawan membersihkan rumah Siauw Siswanto.


Siauw Siswanto dibawa keluar rumah dan didudukkan ke kursi roda untuk kemudian dimandikan. Kuku-kukunya juga dipotong. 

Menyambut Imlek, Kho Sioe Ing berinisiatif mengajak beberapa relawan untuk membantu membersihkan tempat tinggal Siauw SIswanto yang berada di daerah Villa Taman Bandara, Cengkareng, Jakarta Barat. Tepat pukul 08.30 pagi, para relawan berangkat menuju ke lokasi di mana Siauw Siswanto tinggal. Sesampainya di rumah kontrakan Siauw SIswanto yang hanya berukuran kurang lebih 2,5 x 4 Meter ini, relawan disambut oleh senyuman hangat Siauw Siswanto dan ibunya yang saat itu juga sedang berada di sana. “Shalom” teriakan Siauw Siswanto dari dalam rumahnya.

Dalam waktu yang singkat, relawan dengan sigap bergegas untuk membersihkan rumah tinggal Siauw Siswanto. Siauw Siswanto digendong keluar rumah, didudukkan ke atas kursi roda untuk kemudian dibersihkan dan dimandikan. Siauw Siswanto karena hidup seorang diri, rumah tempat tinggalnya jarang sekali dibersihkan, apalagi dengan kondisinya yang lumpuh membuatnya sama sekali tidak dapat membersihkan tempat tinggalnya.  Bahkan membersihkan tubuhnya sendiri, sehingga Siauw SIswanto jarang sekali mandi, dan memotong kukunya. Orang terdekat Siauw Siswanto, ibunya sendiri datang hanya untuk memberikan makan kepada Siauw Siswanto.


Kho Sioe Ing sedang mengepel lantai rumah Siauw Siswanto.

Para relawan membersihkan seluruh penjuru rumah Siauw Siswanto dengan membuang sampah-sampah yang ada, menyapu dan mengepel, serta menggantikan seprei, dan membuang barang–barang yang sudah tidak dapat digunakan lagi.  Siauw Siswanto yang sedang duduk di kursi roda dimandikan, lalu kuku-kukunya dipotong.  Siauw Siswanto sangat senang karena merasa segar dan bersih. Tempat tidurnya pun sudah bersih. Rumahnya pun juga sudah tidak ada sampah yang berserakan lagi.


Setelah rumah bersih, seprei pun dipasang agar Siauw Siswanto dapat berbaring dengan lebih nyaman.

Kho Sioe Ing SJ mengatakan, kegiatan bersih-bersih ini adalah dalam rangka menyambut Imlek. Ia merasa sangat senang melihat semangat hidup Siauw Siswanto kini.

“Siauw Siswanto awalnya sudah tidak punya semangat hidup kemudian diberikan semangat kembali oleh para relawan yang sering berkunjung dalam kegiatan kunjungan kasih. Saat ini Siauw Siswanto sudah bisa dibuat sebagai penyemangat hidup bagi orang lain untuk hidup lebih baik lagi,” ujarnya.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 504 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat