Sabtu, 10 April 2021
Indonesia | English

Berkenalan dengan Aula Jing Si Tzu Chi Indonesia

13 Juli 2018 Jurnalis : Suyanti Samad, Michelle Novenda (He Qi Pusat) , Fotografer : Suyanti Samad, Agus DS (He Qi Barat 2), Michelle Novenda (He Qi Barat 2)


Sebanyak 210 calon relawan Tzu Chi yang berasal dari Bekasi, Cikarang, PGC, Pademangan, Bogor, Jembatan Lima, dan wilayah Jakarta Selatan berkunjung ke Aula Jing Si.

Aula Jing Si yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk Jakarta, yang sering dikenal dengan bangunan pembabaran dharma tanpa suara, merupakan bangunan pencatatan sejarah tentang perjalanan Tzu Chi Indonesia hingga Tzu Chi International. Minggu, 1 Juli 2018, 32 insan Tzu Chi He Qi Pusat mengajak 210 calon relawan Tzu Chi yang berasal dari Bekasi, Cikarang, PGC, Pademangan, Bogor, Jembatan Lima, dan wilayah Jakarta Selatan berkunjung ke Aula Jing Si. Kunjungan ini sekaligus merupakan sosialisasi dan pelatihan Relawan Abu Putih untuk tahun 2018.

Kunjungan ke Aula Jing Si ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB. Sebanyak 200 orang yang hadir dalam acara ini menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Mereka dibagi dalam tiga grup yang masing-masing beranggotakan sekitar 60 orang untuk memudahkan touring dan penjelasan.

Mereka dibawa berkeliling ke Replika Gubuk Master, Lorong Fa Hua, Guo Yi Ting, Fu Hui Ting, Lorong Daai, juga dijelaskan mengenai fungsi dari setiap ruangan dan beberapa misi dan kegiatan Tzu Chi. Para peserta merasa sangat senang karena dapat berkunjung ke Gedung Tzu Chi terbesar di dunia, sekaligus menambah wawasan mengenai dunia Tzu Chi.

Menjalin Jodoh dengan Masyarakat umum


Kunjungan ini sekaligus merupakan sosialisasi dan pelatihan Relawan Abu Putih untuk tahun 2018.

Hari Raya Lebaran merupakan suatu momen tahunan yang sangat bermakna bagi sebagian besar umat Indonesia. Karena itu, insan Tzu Chi berserta sukarelawan dari berbagai wilayah membagikan bingkisan lebaran.

Berawal dari kesungguhan hati Denasari Yandi menggerakkan hati relawan Tzu Chi wilayah Bekasi untuk kembali berkegiatan Tzu Chi setelah sekian lama vakum di Tzu Chi. Ia juga menggalang hati sukarelawan, bergotong royong melaksanakan pembagian bingkisan lebaran bagi warga tidak mampu di wilayah Bekasi Timur pada 9 Juni 2018. Kebanyakan sukarelawan yang datang merupakan Ibu PKK yang berasal dari Bogor, Bekasi, dan Cikarang.

Melihat semangat para sukarelawan dari berbagai wilayah yang turut membantu membungkus bingkisan, muncul sebuah ide di benak salah satu insan Tzu Chi, Denasari Yandi beserta Like Hermansyah untuk mengadakan touring di Tzu Chi Center Pantai Indah Kapuk (PIK) ini.


Para pengunjung ini sebelumnya bersumbangsih ketika pembagian bingkisan lebaran bagi warga tidak mampu di wilayah Bekasi Timur pada 9 Juni 2018.

“Bukan hanya sekedar touring saja, tetapi harus menyampaikan filosofi Tzu Chi dari setiap poster yang ada di Aula Jing Si. Mulai dari Exhibition Hall, ram DaAi, hingga poster yang terdapat di ram Gan En, agar calon relawan tergerak dan mau menjadi bagian dari Tzu Chi,” jelas Like Hermansyah.

“Setiap poster dalam bangunan Aula Jing Si telah mencerminkan Visi Tzu Chi dan 8 Misi Tzu Chi.” tambah Like. Like sangat mengharapkan agar calon relawan yang datang dalam tur ini bisa mengenal Tzu Chi melalui bangunan Aula Jing Si.

Para peserta, di antaranya ada yang berasal dari Cipinang Besar Selatan, Rosffadiani dan Sulik Wijiati. Mereka mengaku sangat terkesan dengan infrastruktur bangunan Gedung Tzu Chi dan juga sangat mengapresiasi misi serta kegiatan yang diadakan di Tzu Chi.

“Habis bantu-bantu dengan bingkisan kita dapat pesan dari salah satu relawan di sini juga, katanya ada touring di Tzu Chi PIK. Setelah lihat gedungnya dengan mata kepala sendiri sih, wow, keren, amazing banget,” tutur kedua sukarelawan tersebut.


Melalui tur ini, Sulik dan Rosffadiani terkesan dengan jejak langkah Tzu Chi.

Sulik dan Rosffadiani memiliki kesan pertama yang positif terhadap yayasan ini. Menurut mereka, Yayasan Tzu Chi tidak memandang agama dan tidak mengharapkan balasan apapun ketika membantu sesama. Hal inilah yang membuat mereka tertarik untuk mendaftar sebagai relawan di Tzu Chi. Terlebih, pada dasarnya mereka memang aktif dalam bersosialisasi di lingkungan mereka.

Sulik dan Ros seringkali membantu penduduk daerah Cipinang untuk mengurus pembuatan KTP, BPJS, dan banyak hal lainnya. Mereka senang ketika dapat bersosialisasi dan membantu orang-orang yang membutuhkan. Walaupun terkadang proses pembuatan KTP atau BPJS memakan waktu yang cukup lama; yakni dua sampai empat minggu, mereka tetap sabar membantu penduduk di sana agar dapat mempermudah dan mempercepat prosesnya, tanpa memungut dan mengharapkan biaya tambahan. Mereka bahkan pernah datang dan menemui walikota guna memohon BPJS darurat untuk orang yang membutuhkan.

“Kalau dulu kan anak-anak masih kecil yah, jadi kita lebih fokus untuk cari uang dan menjaga mereka, tidak ada waktu untuk ikut kegiatan seperti ini. Tapi sekarang mereka sudah besar-besar, bisa cari uang sendiri, bisa mengurus diri sendiri, jadi kita bisa punya waktu luang untuk menjadi relawan aktif, mumpung masih sehat dan bertenaga, kita bantulah semampu kita,” tutup mereka.

Artikel dibaca sebanyak : 2311 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat