Rabu, 22 Mei 2019
Indonesia | English

Bersatu Hati Belajar Mengukir Sejarah Tzu Chi

11 April 2019 Jurnalis : Henny (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan (Tzu Chi Medan)


Pada Rabu, 3 April 2019, Tzu Chi Medan mengadakan kegiatan kelas belajar artikel dan skrip di Kantor Tzu Chi Medan.

Sebanyak 23 relawan mengikuti kelas belajar menulis artikel dan skrip pada Rabu, 3 April 2019 di Kantor Tzu Chi Medan. Kegiatan dibuka oleh Nuraina, relawan Tzu Chi Medan yang sekaligus menjadi  koordinator belajar menulis artikel dan skrip. Kegiatan diawali dengan bersama-sama mendengarkan ceramah Master Cheng Yen. Dalam ceramahnya, Master sangat bersyukur dengan adanya relawan Zhen Shan Mei sejak Tzu Chi berdiri hingga sekarang ada yang mencatatnya sejarahnya.


Untuk memulai kegiatan, para peserta mendengarkan Ceramah Master Cheng Yen yang berisi tentang pesan kebajikan untuk Relawan Zhen Shan Mei.

Setelah ceramah Master Cheng Yen selesai, Nuraina berbagi pengalamannya menulis sejak tahun 2012 hingga sekarang. Dalam menulis di Tzu Chi sangat berbeda jauh dengan menulis pada umumnya karena di Tzu Chi kita lebih mengutamakan Budaya Humanis serta berpedoman kepada unsur Zhen (Kebenaran), Shan (Kebajikan), Mei (Keindahan) dalam menceritakan kisah nyata yang mampu menginspirasi orang lain.

Sharing Nuraina kepada relawan peserta bahwa untuk menghasilkan tulisan yang baik butuh persiapan yang baik. Sebelum menulis sebaiknya kita melakukan langkah diantaranya seperti riset, liputan, dan wawancara pada saat kegiatan berlangsung dengan mempersiapkan alat tulis dan perekam suara. Namun yang paling penting adalah mempersiapkan mata telinga hati untuk melihat dan mendengar serta merasakan suasana kegiatan.


Sharing Nuraina kepada peserta tentang langkah-langkah menulis serta membahas tentang unsur dasar penulisan dan pedoman menulis di Tzu Chi.

Langkah selanjutnya adalah menulis dengan sumber dari riset serta data yang telah dikumpulkan. Menetapkan pesan yang akan disampaikan pada tulisan dengan membuat kerangka tulisan, mamasukkan kutipan langsung hasil wawancara. Selain itu membangun sebuah tulisan juga berpedoman pada unsur dasar 5W 1H yaitu What (apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana).

Relawan yang mengikuti kelas belajar menulis artikel dan skrip tampak bersungguh hati mendengarkan sharing dari Nuraina. Setelah selesai, para relawan diajak untuk berlatih menulis dengan mengembangkan sebuah kata menjadi sebuah paragraf. Pedoman lain dalam menulis artikel dan skrip Tzu Chi antara lain adalah menyebarluaskan kegiatan yang sudah dilaksanakan Tzu Chi untuk menginspirasi orang banyak.


Sebanyak 23 relawan Tzu Chi Medan mengikuti kelas belajar menulisa artikel dan skrip.

Nuraina juga memberikan beberapa tips dalam penulisan artikel serta mengajak relawan untuk latihan wawancara. Ia juga mengaku sangat senang dan bahagia melihat keseriusan para relawan peserta yang hadir. “Melihat antusias relawan memberikan saya sebuah harapan baru agar kedepannya semakin banyak relawan yang bisa menulis dan berkomitmen sehingga setiap jejak langkah Bodhisatwa Dunia akan ada yang mencatatnya dan menjadi sejarah Tzu Chi,” ungkap Nuraina. “Semoga dengan kegiatan ini dapat membantu relawan yang akan berkomitmen memulai langkah awal dalam menulis,”imbuhnya.

 

Nuraina mengajak relawan peserta kelas belajar artikel dan skrip latihan wawancara dengan saling memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan.

Endang Kamal, salah satu relawan dari He Qi Medan Cemara mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kegiatan kelas belajar menulis artikel dan skrip ini. Ia juga memberikan pesan cinta kasih kepada relawan peserta yang hadir pada akhir kegiatan “Di Tzu Chi, apapun dapat dipelajari asalkan tidak bosan untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah kemampuan serta melengkapi pengetahuan,” ungkap Endang Kamal.

Salah satu peserta Ratnawaty, relawan Abu Putih Logo yang baru dilantik Maret 2019 juga mengaku sangat bersyukur dapat mengikuti kelas belajar menulis artikel dan skrip ini. “Setelah mendengar Ceramah Master Cheng Yen diawal kegiatan tadi, saya merasa terpanggil untuk lebih berkomitmen di bidang Zhen Shan Mei. Dengan menulis saya bisa mencatat setiap kegiatan yang menjadi langkah Bodhisatwa Dunia dalam menebar cinta kasih,” jelas Ratnawaty.

 

Editor: Arimami Suryo A

Artikel dibaca sebanyak : 183 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Penyakit dalam diri manusia, 30 persen adalah rasa sakit pada fisiknya, 70 persen lainnya adalah penderitaan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat