Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Cinta Kasih untuk Opa dan Oma

24 Juni 2014 Jurnalis : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Rangga Setiadi (Tzu Chi Bandung)

Suasana Panti Wreda Senjarawi ketika para relawan Tzu Chi bernyanyi bersama dengan opa.

Bersumbangsih dan giat melatih diri dengan peduli terhadap sesama adalah sikap yang digenggam relawan Tzu Chi. Hal tersebut merupakan penopang hidup untuk berbuat kebajikan, salah satunya diwujudkan dalam kegiatan kunjungan kasih ke panti sosial. Pada kesempatan kali ini, 19 Juni 2014, para relawan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Bandung mengunjungi Panti Wreda Senjarawi yang berlokasi di Jl. Jeruk No. 7, Bandung.

Kunjungan kasih ini merupakan bentuk kepedulian dari para relawan Tzu Chi yang kemudian dituangkan  dalam berbagai pelayanan. Pada hari itu, para relawan Tzu Chi melayani opa dan oma dengan merapihkan penampilannya, seperti menggunting kuku, serta mencukur rambut dan janggut. Selain itu, opa dan oma pun dibagikan satu kotak makan ringan dan buletin Tzu Chi. Guna membuat suasana lebih meriah, relawan Tzu Chi mengajak opa dan oma untuk bernyanyi bersama. Secara bergantian, opa dan oma dengan penuh percaya diri membawakan beberapa tembang favoritnya.

Relawan Tzu Chi Bandung sedang menyiapkan makanan untuk dibagikan kepada opa dan oma.

Relawan Tzu Chi Bandung, Siluhua Nadia Hudaya (kiri) dan Liana (kanan) memberikan makanan kepada oma yang terbaring sakit.

Ramah Tamah Dalam Pelayanan

Kunjungan kasih merupakan bentuk dari cinta kasih universal Tzu Chi terhadap sesama. Hal tersebut dapat dirasakan oleh Pang Hok Nio, salah satu penghuni panti ini. "Perasaan oma baik, relawan Tzu Chi ini memperhatiken oma opa juga ya seiman yang nggak seiman rata lah. Tanggapannya meriah lah, memperhatiken lah, membantu kepada yang usianya lanjut," katanya.

Oma yang sudah berusia 77 tahun ini terkesan dengan kinerja para relawan Tzu Chi. Baginya, relawan Tzu Chi telah memberikan pelayanan yang baik dengan penuh keramahan. "Oma selalu punya hati untuk mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya atas relawan Tzu Chi dateng kemari berkunjung. Dengan mengasihi dan memberi makanan juga pelayanan baik, juga ramah tamah,” ungkapnya.

Oma Pang Hok Nio mengikuti dan memperagakan nyanyian isyarat tangan ”Satu Keluarga”.

Relawan baru Tzu Chi Bandung, Jen Jen, melayani oma dengan mencukur rambut.

Bagi relawan Tzu Chi, melayani opa dan oma mampu memberikan rasa gembira dalam hati. Selain itu, berinteraksi langsung dengan opa dan oma mampu memberikan kesan yang mendalam. Misalnya saja rasa haru yang mampu mengingatkan akan keberadaan orangtua sendiri. "Saya pertama dateng hari ini sangat senang, sangat gembira dan membantu ke kondisi badan saya yang biasa saya suka nggak enak badan atau suka pusing jadi ini membawa kegembiraan di hati dan pikiran saya, sangat membantu banget. Ada juga perasaan terharu karena inget ke almarhum ayah ibu, ya, jadi saya seperti menganggap (opa dan oma) ayah ibu sendiri aja," kata Jen Jen, relawan Tzu Chi Bandung yang baru pertama kali berpartisipasi dalam kunjungan kasih.

Dengan adanya niat baik, kita semua dapat menjalin jodoh untuk berbagi dengan siapapun. Seperti dalam kunjungan kasih ini, para relawan Tzu Chi memiliki kesempatan untuk beramal yang sekaligus mendapatkan pelajaran hidup dalam memperlakukan orangtua.

Artikel dibaca sebanyak : 1505 kali


Berita Terkait


Menyambut Natal Bersama Oma Opa

17 Desember 2018

Perhatian untuk Kakek dan Nenek di Panti Wreda Senjarawi

04 April 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat