Rabu, 08 April 2020
Indonesia | English

Demi Kemanusiaan, Donor Darah Tetap Berjalan

26 Februari 2020 Jurnalis : Supardi (Tzu Chi Batam), Fotografer : Roberto, Supardi (Tzu Chi Batam)


Setiap calon donor akan disambut oleh relawan yang membawa hand sanitizer (sabun pembunuh kuman). Hal ini untuk memastikan kebersihan, kesehatan, dan memastikan keamanan para donor maupun relawan.

Sejak merebaknya wabah virus Conona di Tiongkok dan beberapa negara lainnya, Tzu Chi Batam telah menunda bahkan membatalkan beberapa kegiatan yang dijadwalkan atas dasar keamanan. Namun, ada satu kegiatan yang diputuskan untuk tetap laksanakan mengingat stok darah PMI Batam yang cenderung berkurang karena banyak orang yang menunda waktu untuk berdonor darah sejak merebaknya wabah virus Corona. Kegiatan donor darah Tzu Chi Batam tetap dilaksanakan pada Minggu, 16 Februari 2020 di halaman belakang Aula Jing Si Batam.

Karena takut terpapar virus Corona, banyak warga memilih untuk tidak berpergian, kecuali kerja ataupun belanja bahan kebutuhan sehari-hari. Walau keputusan tersebut sangatlah bijak, namun hal ini menyebabkan persediaan darah di Kota Batam berada di bawah batas aman.

“Karena virus ini, banyak kegiatan donor darah yang ter-cancel. Kita kekurangan stok darah. Dibandingkan biasanya, darah yang terkumpul berkurang sekitar 20-30 persen,” kata dr. Novia, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Cabang Batam. “Kemudian dapat kabar dari Moi Moi (relawan Tzu Chi), hanya lokasinya yang dipindahkan. Ini sangat membantu kita karena kita benar-benar membutuhkan stok darah,” kata dr. Novia menambahkan.

 

Relawan juga berdoa bersama agar kegiatan donor darah ini dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Keputusan untuk tetap menjalankan Baksos Donor Darah bukan sebuah keputusan yang mudah bagi relawan Tzu Chi Batam. Master Cheng Yen selalu mengingatkan relawan untuk memastikan diri kita aman dulu sebelum kita menolong sesama. Selaras dengan wejangan Master tersebut, relawan Tzu Chi Batam selalu menjadi keselamatan peserta dan relawan prioritas utama. Namun, Master Cheng Yen juga menyampaikan untuk tidak menunda dalam berbuat bajik dan melangkah dengan berani untuk sesuatu hal yang dianggap benar dan penting. Untuk menemukan solusi dimana kegiatan dapat tetap dilaksanakan dan keamaan dapat tetap terjaga, tim kegiatan memutuskan untuk berdiskusi dengan anggota Asosiasi Tenaga Medis Tzu Chi (TIMA) Tzu Chi Batam.

“Kita koordinasi dengan sangat intensif dengan (relawan) TIMA kita. Dari situ akhirnya diputuskan harus ada beberapa tindakan yang lebih, contoh briefing relawan sebelum kegiatan agar relawan bisa menjaga diri, itu pertama. Kedua, dari sisi donor, kita ada beberapa pengecekan tambahan juga, seperti pengecekan suhu tubuh sebelum pendaftran dan interview apakah mereka berpergian keluar negeri. Yang keluar negeri dalam 2 minggu, kita tolong dulu untuk saat-saat ini. Kita juga menyediakan hand sanitizer untuk relawan dan juga pendonor,” ungkap Susanto Chua, koordinator kegiatan.

 

Kepala PMI Cabang Batam, Sri Soedarsono memuji keberanian relawan dan para donor yang tetap mau bersumbangsih meski wabah virus Corona.

Untuk menjaga keamanan relawan dan para donor yang hadir, anggota TIMA Batam dengan teliti mengecek setiap kondisi setiap orang yang datang, baik itu relawan, pendonor ataupun pendamping yang hadir. Terdapat sebanyak 12 orang calon donor yang tidak lolos screening awal ini karena sedang sakit ataupun baru pulang dari luar negeri.

Di antara para donor yang berhasil mendonorkan darahnya, terdapat Rosmiati yang hadir dengan dua orang putrinya. “Karena saya merasakan bahagia bisa membantu (orang lain), terus di Batam juga belum ada yang kena (virus Corona), jadi saya rasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan,” kata Rosmiati.

Di tengah kegiatan donor darah, Sri Soedarsono, Ketua PMI Cabang Batam juga mendatangi lokasi kegiatan untuk menyampaikan rasa syukurnya kepada para relawan dan donatur yang hadir. “Terima kasih Bapak dan Ibu masih berani untuk donor darah. Masih banyak yang membutuhkan darah untuk melahirkan, kecelakaan, dan penyakit-penyakit lainnya. Jadi melalui ini, saya mengucapkan terima kasih dan berharap Bapak dan Ibu bisa sampaikan ke teman-temannya jangan ragu-ragu karena banyak yang sebelum donor sekarang tidak mau sehingga menyebabkan kekurangan darah,” kata Bu Dar, panggilan akrab Sri Soedarsono.

 

Isu Virus Corona tidak menghalang niat Rosmiati (baju cokelat) untuk turut bersumbangsih di kegiatan donor darah Tzu Chi.

Daripada terjebak oleh rasa takut, alangkah baiknya bila kita mengenal lebih dalam hal yang kita takuti. Dengan demikian, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang sesuai. Jangan biarkan ketakutan menguasai, kita harus terus melangkah dengan pasti dan hati-hati. Berkat keberanian yang ditunjukan oleh para relawan dan donatur, Tzu Chi Batam hari itu dapat menggalang sebanyak 191 kantong darah untuk PMI Cabang Batam guna memenuhi kebutuhan darah masyarakat.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 532 kali


Berita Terkait


Menanam Kebajikan Melalui Donor Darah

11 Maret 2020

Mengenang Sosok Eka Tjipta Widjaja dalam Rangkaian Kegiatan Sosial

10 Februari 2020

Setiap Detik Berlombalah untuk Berbuat Kebajikan

20 Januari 2020

Niat Baik Mengalahkan Rasa Takut

24 Desember 2019

Niat Membantu Sesama

19 Desember 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat