Senin, 20 Mei 2019
Indonesia | English

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

16 Desember 2016 Jurnalis : Nopianto (Tzu Chi Batam), Fotografer : Victor Huang, Nopianto (Tzu Chi Batam)

Gathering Gan En Hu : Perayaan Natal dan Toleransi Beragama

Relawan Tzu Chi membagikan angpau kepada anak-anak yang hadir dalam acara gathering penerima bantuan pada tanggal 11 Desember 2016 yang bertempat di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Batam.

Minggu, 11 Desember 2016, relawan Tzu Chi Batam kembali mengadakan sebuah acara Gathering dengan 190 keluarga Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi) di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Batam. Tidak seperti biasanya, selain membagikan bantuan biaya hidup dan pendidikan kepada penerima bantuan, relawan juga merayakan Hari Natal pada pertemuan kali ini.

Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB. Setelah bersama-sama mendengarkan ceramah Master Cheng Yen melalui Lentera Kehidupan, acara dilanjutkan sharing tentang Toleransi Beragama yang dibawakan oleh Stella. Menurut penjelasannya, ada berbagai manfaat yang bisa didapatkan dengan adanya sikap toleransi antar sesama, seperti terhindar dari adanya perpecahan umat beragama, mempererat tali silaturahmi, dan memperkaya diri dengan agama orang lain.

Sebanyak 190 penerima bantuan didampingi keluarga bersama-sama berdoa agar dunia bebas dari bencana.

Melalui pemberian bingkisan Natal, insan Tzu Chi berharap bisa meringankan beban mereka pada perayaan Natal tahun ini.

Selain menjelaskan manfaat hidup rukun beragama, Stella juga mengulas beberapa fakta menarik mengenai Yayasan Buddha Tzu Chi, salah satunya ialah arti di balik kata ‘Buddha’ yang tertera di nama yayasan amal sosial ini. “Kata Buddha dalam yayasan kita bukan untuk membedakan maupun menonjolkan, justru kita ingin semua yang datang ke sini bisa mengerti walaupun agama berbeda-beda, tetapi kami sangat rela tanpa pamrih dan senang bergaul dengan semua yang berbeda agama,” jelasnya.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembagian bingkisan Natal kepada 42 keluarga Gan En Hu yang beragama Kristen. Dengan penuh hormat, para relawan membagikan masing-masing sebuah paket yang berisi beras, minyak goreng, sirup minuman dan lain sebagainya. Melalui pemberian bingkisan ini, insan Tzu Chi berharap bisa meringankan beban mereka pada perayaan Natal tahun ini. “Kita tahu selama ini keluarga yang kita bantu dalam segi ekonomi selalu kurang, jadi kita menyediakan paket untuk mereka, supaya pada saat itu mereka juga bisa merayakan dan merasakan sedikit suka cita dari penerimaan paket tersebut,” ujar Nelly, selaku Koordinator amal Tzu Chi Batam.

Master Cheng Yen pernah berkata bahwa Tzu Chi merupakan sebuah organisasi yang didasari semangat religius (zong jiao). “Zong” berarti setiap orang harus memiliki tujuan benar dalam hidupnya. “Jiao” berarti pendidikan seumur hidup. Dengan menitikberatkan jiwa universal seperti inilah, Insan Tzu Chi terus bersumbangsih kepada sesama manusia tanpa membedakan agama. Acara siang hari itu pun diakhiri dengan doa bersama.  

Salah seorang Gan En Hu, Supiyah yang didampingi Stella (kanan) juga berbagi kisah tentang bagaimana ia dan keluarganya bisa mengenal Tzu Chi.

Artikel dibaca sebanyak : 1974 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat