Sabtu, 14 Desember 2019
Indonesia | English

Ingin Segera Tinggal di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi

11 November 2019 Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Anand Yahya


Verifikasi pada Minggu, 10 November 2019 ini mengakomodir warga korban gempa, likuefaksi, dan tsunami Palu yang belum berkesempatan mengikuti verifikasi pada bulan Agustus 2019 lalu.

Verifikasi calon penerima bantuan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako hadir lagi. Ini adalah bagian kedua. Jika di bulan Agustus 2019 yang lalu verifikasi berlangsung selama tiga hari, verifikasi kali ini berlangsung sehari, Minggu 10 November 2019. Masih di lokasi yang sama di Aula Baruga, Taman Vatulemo Palu, Sulawesi Tengah.

Ada 400 warga yang ikut verifikasi ini. Salah satunya Milton (44), warga Kelurahan Panau, Palu Utara yang rumahnya tinggal fondasi saja setelah dihempas tsunami pada September tahun 2018 lalu. Tak hanya kehilangan tempat tinggal, dalam musibah ini Milton juga kehilangan anak bungsunya, Rifkal Seprianto yang masih duduk di bangku kelas 3 SMP.

Rumah Milton berjarak 30 meter dari bibir pantai. Sore itu, ia dan sang istri serta anak-anaknya tengah bersantai di teras rumah menunggu adzan Maghrib berkumandang.

“Pas kejadian itu ada yang lari,’ombak naik ombak naik’, lari kami. Tapi tidak bisa selamat, anak kami meninggal. Jasad anak saya baru ditemukan pada hari Minggu, dan dikuburkan di pemakaman umum di gunung. Pakai sepotong kain kafan karena tiada toko buka. Jadi setiap hari Jumat sore kami pergi berziarah,” kenangnya.


Sudah satu setengah bulan ini, Milton bersama dua anaknya bekerja sebagai seniman bangunan di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako. Milton mengerjakan tugasnya dengan sepenuh hati, apalagi rumah yang ia bangun adalah untuk warga Palu. Ia mengungkapkan keinginannya agar lolos seleksi penerima bantuan rumah Tzu Chi.

Anak pertama dan anak kedua Milton selamat. Milton dan anak pertamanya sempat dioperasi di Rumah Sakit Apung (RSA) di Pelabuhan Pantoloan Palu dan dirawat selama tiga hari.

“Lutut dan siku saya ini pen semua. Tempurung lutut kiri hancur. Relawan Tzu Chi datang ke sana juga dan beri kami sejumlah uang,” katanya mengenang.

Syukurlah, sang istri, Ainar (43) juga selamat. Ketika terbawa arus, Ainar tersangkut di pohon mangga. Jam 10 malam, Milton menemukan Ainar di lapangan depan Polsek Tawaeli.

Saat ini Milton dan keluarganya tinggal di huntara Al-Khair bersama istri, dua anak, menantu dan seorang cucu. “Istri sudah tidak mau tinggal di Tawaeli, masih trauma. Saya pun masih trauma karena tertimpa reruntuhan,” terangnya.  

Setahun Kemudian
Satu tahun telah berlalu, kini Milton mengaku sudah dapat menerima cobaan hidup tersebut. Apalagi Milton dan kedua anaknya sudah dapat menyambung hidup dengan ikut membangun Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako sebagai tukang atau seniman bangunan.

“Saya bangun yang kokoh. Senang sekali dapat pekerjaan di sini. Pas hancur PLTU itu sudah tak lagi bekerja. Saya sudah banyak kirim berkas (lamaran) masuk, tapi belum juga ada panggilan. Di Gorontalo juga ada (kirim),” ujar Milton.


Anak kedua Milton, Riky Hermanto tampak mengecat bagian dari rumah yang dalam proses dibangun.


Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako, Palu kini terus dikebut pembangunannya.

Sebelumnya, Milton bekerja sebagai operator alat berat di PLTU Tawaeli di Panau. PLTU ini sudah hancur akibat tsunami.

“Kebetulan ada teman manggil untuk las, jadi kerja di Perumahan Tzu Chi ini,” ujarnya.

Saat ini, bisa lolos verifikasi dan mendapat Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi di Tadulako adalah keinginan terbesar Milton. “Saya ingin sekali dapat Perumahan Tzu Chi,” kata Milton penuh harap.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Bambang Syabarsah mengaku senang sekali dengan verifikasi lanjutan ini yang memberikan kesempatan bagi warga yang pada Agustus lalu terlewat ikut verifikasi.

“Kami sekali lagi terima kasih. Tentunya satu saja yang kami harap agar Huntap-huntap ini segera berdiri agar masyarakat tidak terlalu lama menunggu. Terutama yang rumahnya hilang ini kan mereka banyak yang di Huntara, ada yang kos atau kontrak. Dengan terbangun mereka bisa menempati ini kan mereka bisa punya harapan baru,” kata Bambang.


Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Palu, Bambang Syabarsah mengatakan jika verifikasi lanjutan ini memberikan kesempatan bagi warga yang belum ikut verifikasi bulan Agustus lalu.


Joe Riady, relawan Tzu Chi yang menjadi penanggung jawab kegiatan verifikasi. Ada 16 relawan Tzu Chi yang bertugas kali ini.

Joe Riadi, relawan Tzu Chi menuturkan, pembangunan Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Tadulako di Palu terus berjalan dan dikebut. Ada beberapa kendala yang dihadapi, salah satunya tentang ketersediaan air. Namun Tzu Chi akan terus mencari jalan keluarnya agar keinginan warga Palu untuk hidup tenteram dengan memiliki rumah dapat segera terwujud.

“Kita sih mau secepatnya, tapi kami juga masih mengurus soal air. Perusahaan Air Minum (PAM) belum masuk, saluran air juga belum dibikin got-nya. Kalau saluran air sudah ada, kita bisa perkirakan 300 keluarga sudah bisa masuk,” tegas Joe Riadi.

Editor: Hadi Pranoto   

Artikel dibaca sebanyak : 383 kali


Berita Terkait


Lebih Dekat dengan Para Pengungsi di Palu dan Sigi

02 Oktober 2019

Kesadaran Kebencanaan Warga Palu yang Meningkat

03 September 2019

Keresahan Warga Palu Akan Hunian Tetap Lambat Laun Berkurang

28 Agustus 2019

Perjanjian Kerja Sama Tzu Chi Indonesia dan Pemda Kota Palu

05 Februari 2019

Bersatu Hati Menggalang Donasi Untuk Palu dan Lombok

26 November 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
The beauty of humanity lies in honesty. The value of humanity lies in faith.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat