Selasa, 21 Mei 2019
Indonesia | English

Jarak Tak Menjadi Penghalang

23 Desember 2016 Jurnalis : Nuraina 傅麗蓉 (Tzu Chi Medan), Fotografer : Amir Tan 陳俊賓 (Tzu Chi Medan)

doc tzu chi

Relawan memeluk anak-anak setelah menerima kartu ucapan dari anak asuh pada kunjungan kasih yang dilaksanakan pada tanggal 21 Desember 2016 di Lubuk Pakam.

Rabu, 21 Desember 2016 sebanyak delapan orang relawan berkunjung ke Sekolah Dharma Bakti di Jl. Bidan Desa Bakaran Batu, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Adapun tujuan kunjungan ini adalah untuk mengundang semua anak asuh Tzu Chi yang ada di Lubuk Pakam untuk berkumpul bersama di penghujung tahun ini. "Walaupun jarak Kota Lubuk Pakam dengan  Medan sekitar 35 km dan harus ditempuh dalam waktu satu setengah jam lebih, kami relawan Medan tidak melupakan anak asuh kami yang berada di Kota Lubuk Pakam," kata Lim Im Ju, koordinator kegiatan.

Jenny, salah satu guru Sekolah Dharma Bakti dan juga relawan Tzu Chi mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi atas bantuan yang sudah diberikan oleh para relawan khususnya di bidang pendidikan. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana nasib anak-anak, jika tidak mendapat uluran tangan dari Yayasan Buddha Tzu Chi dan kami sebagai pendidik juga mengharapkan bimbingan dari Yayasan Buddha Tzu Chi agar kami dapat mengarahkan anak-anak ke jalan yang lebih baik dan ke jalan Bodhisatwa," ucap Jenny yang juga merupakan orang tua asuh Tzu Chi ini.

doc tzu chi

Jenny, salah satu guru sekaligus relawan Tzu Chi memberikan sambutan mewakili pihak Sekolah Dharma Bakti.


Tony bersama relawan Tzu Chi Medan lainnya menerima kartu ucapan yang diberikan dengan menerpakanbudaya humanis Tzu Chi.

Tony mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi menyampaikan pesan cinta kasih kepada seluruh anak asuh Yayasan Buddha Tzu Chi. “Kami berharap anak-anak kami ini bisa giat belajar dan harus bisa menyelesaikan jenjang pendidikan, karena saat ini orang yang berijazah saja susah mencari pekerjaan. Jadi anak-anak asuh kami, kami harapkan bisa lebih tekun belajar supaya kelak bisa membantu orang tua dan juga bisa membantu orang lain," ujar Tony.

Pesan Dharma dari Master Cheng Yen disampaikan lewat ceramah Master Cheng Yen yang menghimbau anak-anak agar mau dan harus berbakti pada orang tua. Selain mendengarkan pesan Dharma, anak-anak sekolah Dharma Bakti dan beberapa anak asuh juga memeragakan dua lagu isyarat tangan yaitu, Di Qiu De Hai Zi dan Gan Xie. Dan sebagai wujud terima kasih anak-anak kepada para relawan, anak-anak memberikan kartu yang di buat sendiri dan menuangkan isi hatinya di kartu tersebut. "Terharu membaca ucapan terima kasih dari anak-anak," kata Siu Lin.

Shellen Dhea Af Gaumi membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Ia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada relawan Tzu Chi yang sudah membantu biaya pendidikannya. 


Di penghujung acara, relawan membagikan paket bingkisan kepada setiap anak asuh.

Selain memberikan kartu, anak-anak juga mempersembahkan puisi. Satu di antaranya adalah Shellen Dhea Af Gaumi. Dengan ekspresi wajah yang sedih membacakan puisi "Terima Kasih" dan terima kasihnya ditujukan untuk relawan Tzu Chi yang selama ini membimbing mereka. Shellen, sulung dari 4 bersaudara yang ditinggalkan orang tuanya mencari nafkah di luar kota dengan menjual ikan hias. Pendapatan orang tua tidak mencukupi untuk pendidikan Shellen, untuk itu sejak 4 tahun yang lalu Shellen menjadi anak asuh Tzu Chi. "Setiap orang pasti tidak mengharapkan dibantu orang lain, cuma karena ekonomi keluarga maka Shellen menjadi anak asuh Tzu Chi. Shellen kelak ingin membantu di Tzu Chi," kata Shellen.

Sedangkan Chandra, bungsu dari 4 bersaudara yang kehilangan kasih sayang dari sang Bunda yang telah meninggal 3 tahun yang lalu dan hanya ditemani ayahnya yang bekerja sebagai petugas keamanan jaga malam, di mana penghasilan sang ayah juga tidak mencukupi untuk membiayai Chandra sekolah, sehingga biaya sekolah dibantu Tzu Chi. "Saya sangat bangga dengan Master Cheng Yen yang mempunyai banyak murid yang bisa saling membantu dan menolong orang yang sedang kesusahan dan saya bercita-cita kelak saya ingin menjadi murid Master bisa membantu orang lain," tutur Candra mantap.

Karena kegiatan di penghujung tahun,  sebelum acara berakhir Lim Ik ju membagikan angpau dan parcel kepada semua anak asuh. “Semoga dengan acara kumpul bersama ini, terjalin hubungan kekeluargaan yang semakin erat dan dengan adanya bantuan biaya pendidikan  semoga anak-anak bisa dengan tenang menimba ilmu pengetahuan tanpa harus khawatir dengan biaya sekolah," kata Lim Ik ju dengan bahagia.

Artikel dibaca sebanyak : 1624 kali


Berita Terkait


Berbagi Cinta Kasih di Gathering Anak Asuh Awal Tahun 2019

18 Januari 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat