Selasa, 16 Juli 2019
Indonesia | English

Langkah Pertama Sebagai Bodhisatwa Dunia

28 Maret 2019 Jurnalis : Agus (Tzu Chi Batam), Fotografer : Supardi (Tzu Chi Batam)


Minggu, 24 Maret 2019, 61 relawan mengikuti Pelatihan Misi Amal di Ruang Isyarat Tangan, Aula Jing Si Batam.

Melihat orang lain menderita, hati kita selalu timbul dorongan untuk membantu. Namun karena keraguan akan sifat manusia  ataupun keterbatasan  kemampuan individu, kita seringkali hanya bisa berdiam diri terhadap ketukan hati nurani tersebut. Untuk membantu para dermawan menapaki langkah pertama sebagai Bodhisatwa dunia, Tzu Chi Batam mengadakan Pelatihan Misi Amal Tzu Chi pada 24 Maret 2018 di Ruang Isyarat Tangan, Aula Jing Si Batam.

Pelatihan dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan para peserta memberikan hormat kepada Master Cheng Yen dan doa bersama. Ceramah Master yang berjudul 'Menapaki Jalan Bodhisatwa untuk Menolong Semua Makhluk yang Menderita' kemudian diputar. Dalam video, Master menekan pentingnya relawan untuk memiliki welas asih dan tenggang rasa. Relawan hendaknya menghadapi setiap kasus bantuan layaknya sebuah pelatihan untuk menambah kebijaksaan hidup.

 

Budiman mengajarkan relawan bagaimana memonitor status BPJS gan en hu.

Setelah selesai menyaksikan Ceramah Master, Dewi Soejati selaku pembawa acara segera menguji pemahaman para peserta terhadap ceramah yang baru mereka dengar. Apa itu Misi Amal Tzu Chi? Apakah tugas kita selesai saat menyalurkan bantuan materi? Apa misi sebenarnya seorang relawan amal Tzu Chi? Itulah berapa pertanyaan yang dilontarkan Dewi kepada para pserta.

Merespon pertanyaan Dewi, para peserta sangat aktif memberikan jawaban ataupun tebakan yang terbaik. Dewi kemudian menyimpulkan inti sari dari Ceramah Master tersebut. Misi relawan amal Tzu Chi ialah  mendidik gan en hu  (penerima bantuan Tzu Chi) untuk mengenali berkah, mensyukuri berkah, dan menciptakan berkah. Saat gan en hu mengenali berkah, dia akan berhenti menyalahkan keadaan ataupun orang sekitar. Saat gan en hu bisa mensyukuri berkah, dia akan menjadi orang yang tabah dan bahagia. Saat gan en hu bisa menciptakan berkah, penderitaan mereka akan berakhir. 

Relawan Misi Amal menjawab pertanyaan yang diajukan peserta. 

Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan presentasi singkat mengenai BPJS yang dibawakan oleh Budiman, karyawan amal Tzu Chi Batam. Dalam sharing-nya, ia menyampai prosedur pembuatan BPJS, cara memanfaatkan BPJS, dan bagaimana  relawan dapat memonitor status pembayaran BPJS para gan en hu.

Puncak dari acara Pelatihan Amal ini sendiri ialah sesi tanya jawab. Untuk menjawab setiap pertanyaan dan keraguan peserta, pelatihan hari ini menghadirkan Ketua Misi Amal Huai 1, Lina Ng dan perwakilan Ketua Misi Amal Huai 2, Nani.

 

Mina, peserta pelatihan, mengekpresikan rasa ingin tahunya dengan pertanyaan.

Salah satu peserta yang aktif bertanya ialah Mina, relawan Abu-putih Tzu Chi Batam. Sejak menjadi relawan di tahun 2018,  ia selalu ingin terlibat dalam Misi Amal  Tzu Chi sebagai tim survei.

“Misi amal ini sudah dari dulu terpikir oleh saya. Tzu Chi  selalu membantu orang. Bagaimana cara Tzu Chi membantu orang? Penasaran juga kan. Penasaran dan ingin tahu. Di pelatihan tadi ketahuan rupanya Tzu Chi cara membantu orang itu ada step by step-nya, yang kita pahami hari ini. Cukup menambah pengetahuan dan wawasan,” tutur Mina.

Selama sesi tanya-jawab, para relawan senior, Nani, Lina dan Dewi Soejati, juga membagikan pengalaman yang  mereka dapatkan setelah bertahun-tahun bahkan belasan tahun menangani kasus. Lewat sharing dari para senior, para peserta sadar bahwa tidak semua pengajuan akan dibantu oleh Tzu Chi. Hanya saat pengaju benar-benar tidak sanggup secara materi dan Tzu Chi Batam sanggup membantunya, barulah pengajuan bantuan tersebut akan disetujui.

 

Wina Yunara, mantan gan en hu Tzu Chi, senang bisa berjodoh dengan Tzu Chi dan sekang bisa menjadi donatur tetap.

Di akhir pelatihan, Dewi juga mengundang para peserta untuk menyampaikan pesan dan kesan mereka terhadap kegiatan hari ini. Dewi juga mendorong relawam amal untuk sharing pengalaman mereka saat menangani kasus. Melihat tidak ada peserta yang maju, Yuliana pun menghimpun keberanian dan mengacungkan jarinya.

“Sebelum saya ikut Tzu Chi, saya sering lihat berita di WA (Whatsapp) atau Facebook, banyak orang minta bantuan atau sumbangan. Tapi itu entah benar atau penipuan. Andai saya sendiri berdana apakah cukup untuk mereka. Beruntung saya ikut di Tzu Chi ini, saya betul-betul bisa kembangkan cinta kasih nyata. Saya bisa ikut survei, saya betul-betul tahu kondisi nyata dan penderitaan pasien. Terus saya sering ikut survei, lalu di meeting saya diajarkan oleh para senior bagaimana menghadapi kasus,” ujar Yuliana, relawan Abu-putih yang baru bergabung di Misi Amal Tzu Chi.

 

Foto Bersama setelah Pelatihan Misi Amal Berakhir.

“Saya sangat senang  lihat pasien yang lapor kasus bilang dia sudah sembuh dan selesai operasi. Saya sangat bahagia karena pasien sudah betul-betul keluar dari penderitaan mereka,” tambahnya.

Pelatihan yang berdurasi dua jam, tepatnya dari pukul 09.30 hingga 11.30, ini telah berhasil menjawab banyak keraguan dan masalah yang menghambat para peserta untuk bergabung di Misi Amal Tzu Chi. Walau masih banyak yang dapat peserta pelajari di Misi Amal Tzu Chi, namun pengatahuan dan wawasan yang mereka terima hari ini akan cukup bagi mereka untuk memulai langkah pertama mereka sebagai Bodhisatwa dunia dan mulai meringankan penderitaan sesama.

 

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 482 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat