Sabtu, 24 Agustus 2019
Indonesia | English

Melakukan Dengan Sukarela, Menerima Dengan Sukacita.

03 Juli 2019 Jurnalis : Meity Susanti (Tzu Chi Palembang), Fotografer : Meity Susanti, Dewi Sartika (Tzu Chi Palembang)


Relawan Tzu Chi memberi perhatian kepada para pasien yang telah berusia lanjut dan tidak bisa beraktivitas sendirian (membutuhkan pendampingan).

Dalam ceramahnya, Master Chen Yen mengatakan, “Harapan saya, di negara mana pun kalian berada, kalian (para relawan) dapat menabur benih kebajikan agar berakar dan tumbuh lebat. Satu benih bertumbuh menjadi tak terhingga dan yang tak terhingga bertumbuh dari satu. Ini dimulai dari sebersit niat dan sebutir benih kebajikan.“

Dengan sebuah tekad dan persiapan yang matang, dr. Sefy, anggota TIMA (International Medical Association) Palembang mengadakan Baksos Kesehatan Degeneratif (tahap I) di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tuna Grahita Karya Ibu, Jl. Sosial No. 510, Palembang, Sumatera Selatan. Baksos diadakan pada tanggal 30 Juni 2019, mulai pukul 09.00 – 14.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan 72 relawan dan 40 orang tim medis (17 dokter, 5 dokter Koas, 11 perawat dan 7 apoteker). Sebelumnya pada tanggal 23 Juni 2019 telah diadakan survei untuk wilayah setempat, dan sebanyak 670 kupon pemeriksaan kesehatan diberikan kepada warga.


Relawan Tzu Chi Palembang melakukan survei ke rumah-rumah warga dan memberikan 670 kupon pemeriksaan kesehatan kepada warga yang kurang mampu.

Tujuan diadakannya baksos kesehatan degeneratif ini adalah menjalankan Misi Kesehatan Tzu Chi, mempertahankan niat awal relawan saat bergabung bersama Tzu Chi, menjalin jodoh dengan warga setempat, dan karena faktor jarak Puskesmas dari tempat tinggal warga cukup jauh dan tidak dilalui kendaraan umum. Seperti yang dikemukan Sefy, relawan Tzu Chi, ”Dengan dilakukannya baksos (kesehatan degeneratif) ini saya melihat warga sangat bahagia dan antusias. Salah satu pasien bahkan bilang, ‘dokternya ramah-ramah dan baik’, membuat mereka merasa nyaman. Kita akan mengadakan baksos di sini selama 3 bulan berturut- turut. “


Baksos kesehatan degeneratif ini diikuti oleh 295 orang warga berusia lanjut.

Baksos kesehatan degeneratif membutuhkan jangka waktu panjang karena setelah dilakukan pemeriksaan pertama, bila ada gejala maka pasien akan diberikan obat selama 1 bulan menurut anjuran dokter. Kemudian di bulan ke-2 akan dilakukan pemeriksaan ulang untuk memantau kondisi pasien dan bila perlu dilanjutkan di bulan ke-3 sehingga pasien merasa dirinya sudah sehat.

Kehangatan Keluarga Tzu Chi
Selain pemeriksaan, Tim Medis Tzu Chi juga melakukan penyuluhan kesehatan yang dibawakan oleh dr. M. Rasyid Ridho, dr. Muhammad Imam Mulia, dr. Edwin Hidayat. Ketiga dokter ini menjelaskan mengapa penyakit darah tinggi, asam urat, diabetes dan lainnya yang terjadi pada lansia dapat timbul salah satu faktornya karena tidak menerapkan pola hidup tidak sehat. Dengan sosialisasi ini diharapkan warga dapat beralih ke pola hidup yang lebih sehat. Seperti dikemukankan oleh Jasril, “Saya ke sini karena mau berobat. Saya ada sakit darah tinggi dan diabetes makanya agak susah jalan. Saya sangat terbantu dengan adanya baksos kesehatan ini, karena kalo dirumah sakit kita harus bayar, sedangkan di sini gratis dan relawan disini baik-baik.” Jasril juga berjanji mulai saat ini mau mengurangi merokok dan menjaga kesehatan.


Selain dokter, ada pula calon dokter, apoteker, perawat, dan relawan Tzu Chi yang terlibat dalam baksos kesehatan degeneratif ini.

Sebanyak 295 warga telah diperiksa kesehatannya. Selanjutnya, Baksos Kesehatan Degeneratif ke-2 akan diadakan pada tanggal 4 Agustus 2019, dan Tahap ke-3 pada 1 September 2019. Seperti dikemukakan dokter Wira “Menurut saya baksosnya menyenangkan karena berjalan sesuai rencana dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Udah nggak sabar dengan baksos berikutnya.” Dokter Wira berharap kegiatan ini bisa dilakukan lebih rutin sehingga Misi Kesehatan Tzu Chi dapat dirasakan oleh lebih banyak orang. “Gan En (terima kasih) kepada seluruh relawan yang sudah ikut andil dalam acara, baik dari tim medis maupun non medis. Saya berharap dengan membantu orang dalam kegiatan baksos kesehatan ini, akan ada lebih banyak orang yang mau ikut serta dalam misi cinta kasih,” ungkapnya.


Dengan penuh kesungguhan hati relawan melayani tiap pasien yang datang untuk berobat

Semua relawan dalam berkegiatan tidak hanya mengejar kebahagiaan pribadi saja, tetapi juga berharap sumbangsih yang mereka berikan dapat meringankan penderitaan warga. “Setiap saya mengikuti kegiatan Tzu Chi, sosok Master Chen Yen adalah panutan yang memotivasi saya dalam bersumbangsih. Beliau adalah guru yang sangat luar biasa yang telah menyediakan ladang berkah buat kita semua dalam mengembangkan cinta kasih kepada sesama, serta mengajarkan pada kita untuk Yong Xin (bersungguh hati) dalam menjalankan misi-misi,” kata Suharjo, relawan Tzu Chi, “Baksos ini sangat menyentuh karena saya melihat cukup banyak pasien yang datang dengan keluhan berbagai penyakit dan pulang dari sini mereka membawa perasaan gembira dan sukacita.”


Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 176 kali


Berita Terkait


Sehat Kartiniku di Usia Lansia

26 April 2019

Sehat adalah Kebahagian

06 Juni 2018


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat