Rabu, 18 September 2019
Indonesia | English

Melindungi Bumi dengan Melestarikan Lingkungan

15 Oktober 2018 Jurnalis : Johan (He Qi Pusat), Fotografer : Jensen, Yanny, Willy (He Qi Pusat)


Noni Thio memberikan sharing tentang pelestarian lingkungan pada acara gathering anak asuh Tim Teratai Tzu Chi He Qi Pusat yang diadakan pada Minggu, 7 Oktober 2018.

Minggu pagi, 7 Oktober 2018 langit begitu cerah. Seperti biasa pada Minggu pertama setiap bulan Tim Teratai Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia kembali mengadakan acara gathering anak asuh yang bertempat di lantai 6 gedung ITC Mangga Dua, Jakarta.

Gathering ini merupakan ketiga kali acara rutin ini dilaksanakan pada tahun ajaran baru 2018/2019. Hadir sebanyak 46 anak asuh yang didampingi oleh 12 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat. Dalam acara ini selain anak-anak mendapatkan bantuan biaya pendidikan juga diberikan pemahaman budi pekerti sebagai bekal mereka terjun ke masyarakat kelak, sehingga menjadi manusia yang bukan hanya berpendidikan, tetapi juga mempunyai akhlak yang mulia.

Tema yang dibawakan kali ini mengenai pelestarian lingkungan, dimana kita tahu dunia saat ini sedang menghadapi sebuah masalah serius yaitu pemanasan global (global warming). Maka untuk untuk mencegah bumi menuju kerusakan yang lebih parah, anak-anak diberi pemahaman tentang pentingnya melestarikan lingkungan yang dimulai dari daerah di sekitarnya sedini mungkin.

Sebelum membahas tentang tema tersebut, para peserta diajak untuk memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen, yang merupakan guru dan pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi. Hal ini bertujuan untuk mengajarkan pada anak-anak agar selalu ingat dan menghormati seorang guru.


Sebanyak 46 anak asuh yang didampingi oleh 12 relawan Tzu Chi komunitas He Qi Pusat hadir dalam kegiatan ini.

Ria Sulaiman, Ketua Tim Teratai yang kali ini menjadi pembawa acara mengajak anak-anak untuk memulai setiap kegiatan dengan melakukan 3S (Senyum, Sapa, dan Salam) dengan orang-orang yang ada di sebelah dan di sekitar. Dampak 3S akan berpengaruh pada semangat dan suasana hati, memberikan energi positif sehingga akan berdampak positif pada kinerja.

Sementara itu, Noni Thio memberikan sharing tentang pelestarian lingkungan. Ia memang seorang relawan yang sangat memberikan perhatian pada bumi. Noni mengajak kita semua untuk menyayangi bumi, karena bumi telah melindungi kita seperti seorang ibu melindungi anak-anaknya. Tentu sebagai seorang anak, kita tentu sayang pada ibu kita, sehingga kita harus menjaganya dengan sepenuh jiwa raga. Dengan demikian kita pun harus menjaga bumi, jangan biarkan bumi ini rusak dan sakit.

Bumi yang rusak akan menyebakan panas yang berlebihan atau bencana alam. Panas yang berlebihan bisa disebabkan oleh pembakaran lahan hutan yang berlebihan, asap-asap pabrik ataupun kendaraan, juga kotoran-kotoran hewan ternak yang kelak akan menipiskan bahkan merusak lapisan ozon. Dengan demikian bumi tidak mampu melindungi diri dari pemanasan global. Belum lagi kita banyak memakai barang-barang yang akan menjadi sampah yang tidak bisa terurai dengan cepat, membuat bumi tidak lagi subur sehingga pohon-pohon tidak bisa tumbuh di atasnya. Semuanya akan mengakibatkan bencana yang semakin besar dan mengancam kehidupan kita.


Relawan Tzu Chi juga mengajak para peserta yang hadir untuk bersama-sama memeragakan isyarat tangan Cia Cai (makan sayur).

Maka dari itu, Noni mengajak kita semua agar lebih peduli pada bumi sehingga bencana bisa berkurang. Bagaimana caranya? Mulai saat ini kita harus bersikap bijaksana dengan mengurangi sampah di lingkungan sekitar. Sepulang dari acara gathering, anak-anak bisa memulai dengan cara memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan yang tidak bisa, baik di rumah maupun sekolah.

Anak-anak juga diajarkan tentang 5R: Reduce (mengurangi pemakaian barang-barang yang tidak dapat didaur ulang), Reuse (memakai kembali barang-barang yang masih layak pakai), Recycle (mendaur ulang barang-barang yang sudah tidak bisa dipakai untuk dibuat kembali menjadi barang baru), Repair (memperbaiki kembali barang-barang yang masih dapat diperbaiki untuk dipakai kembali), Rethink (berpikir bijak dalam membeli, memakai ataupun membuang barang).

Salah satu yang bisa dilakukan untuk menjaga bumi dengan bervegetaris. Relawan Tzu Chi juga mengajak para peserta yang hadir untuk bersama-sama memeragakan isyarat tangan Cia Cai (makan sayur). Tzu Chi memang terus mengenalkan vegetaris kepada semua relawan. Master Cheng Yen mengatakan cara yang paling cepat untuk melindungi bumi dengan bervegetaris.

Memasuki tahun ajaran baru ada anak asuh yang baru bergabung dengan Tim Teratai. Sesi selanjutnya pun diisi dengan perkenalan diri agar bisa saling mengenal lebih dekat.


Relawan mengajak anak-anak bersama-sama melakukan doa dan penggalangan dana untuk membantu meringankan penderitaan para korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan permainan yang dipandu oleh Jensen. Anak-anak dibagi beberapa kelompok. Setiap anak diminta untuk menuliskan keinginan mereka masing-masing. Ada yang banyak, ada yang sedikit. Setelah itu anak-anak diminta untuk berkeliling ruangan sambil membawa buku sebagai bentuk dari keinginan mereka. Semakin banyak keinginan, maka semakin banyak buku yang harus dibawa tiap-tiap anak dalam masing-masing kelompoknya. Walaupun seorang anak keinginannya sedikit, tetap harus memikul buku dari hasil keinginan temannya. Ini merepresentasikan bahwa keinginan manusia yang banyak menyebabkan bumi memikul beban yang sangat berat, dan keinginan berlebih dari satu orang berdampak pada orang lain juga. Seperti halnya panas yang teramat terik dan banjir maupun bencana alam harus dipikul oleh banyak orang walaupun yang menyebabkan ini terjadi hanya segelintir orang. Permainan ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu serakah mengejar keinginan, melainkan lebih mengutamakan kebutuhan bukan keinginan.

Di penghujung acara, relawan Tzu Chi juga mengajak anak-anak untuk turut merasakan penderitaan saudara-saudara para korban bencana gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tengah seminggu yang lalu. Mereka pun bersama-sama melakukan doa dan penggalangan dana untuk membantu meringankan penderitaan mereka. Acara kembali ditutup dengan memberikan penghormatan kepada Master Cheng Yen.

Editor: Yuliati

Artikel dibaca sebanyak : 462 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kerisauan dalam kehidupan manusia disebabkan dan bersumber pada tiga racun dunia, yaitu: keserakahan, kebencian, dan kegelapan batin.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat