Sabtu, 19 Oktober 2019
Indonesia | English

Memahami Misi Kemanusiaan Tzu Chi Melalui Film Sejarah

10 September 2019 Jurnalis : Wanda Pratama (He Qi Barat 2), Fotografer : Wanda Pratama (He Qi Barat 2)


Para relawan di komunitas He Qi Barat 2 sedang serius mengikuti kegiatan movie sharing bertema Sejarah Misi Amal Tzu Chi.

Misi Amal Tzu Chi memiliki dua tujuan utama; mendidik mereka yang mampu untuk membantu yang kurang mampu, dan membantu mereka yang kurang mampu untuk mewujudkan kekayaan batin mereka. Agar makin memahami tentang Misi Amal, relawan Tzu Chi di Komunitas He Qi Barat 2 mengadakan movie sharing di Depo Pelestarian Lingkungan Gading Serpong, Kampung Carang Pulang, Kelurahan Medang, Tangerang, Minggu, 1 September 2019. Film yang diputar adalah film Sejarah Misi Amal Tzu Chi.

Film dokumenter Sejarah Misi Amal Tzu Chi ini mengisahkan tentang awal mula perintisan Misi Amal Tzu Chi di Taiwan oleh para relawan Tzu Chi generasi pertama. Dengan ketekunan, ketabahan, dan kerja keras, para relawan menjalankan misi-misi kemanusiaan Tzu Chi dengan keterbatasan yang ada. Berdirinya Rumah Sakit Cinta Kasih Tzu Chi yang pertama merupakan buah karya monumental kerja keras para relawan Tzu Chi.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00- 11.30 WIB ini diikuti oleh 32 relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Barat 2 yang meliputi Tangerang, Serpong dan sekitarnya. Setelah menyaksikan pemutaran film dokumenter Sejarah Misi Amal Tzu Chi, kegiatan dilanjutkan dengan sharing pengalaman para relawan yang sudah berpengalaman melakukan berbagai kegiatan Misi Amal.


Andy didampingi Johnny Chandrina sedang membagikan pengalamannya menjalankan Misi Amal Tzu Chi.

Selain saling sharing pengalaman kegiatan Misi Amal, seperti Johnny Chandrina sebagai pembicara, Ingga Limiwati, dan  Andy Stioharto juga menceritakan berbagai pengalaman batin yang diperolehnya dengan mengikuti kegiatan Misi Amal. Andy Stioharto, bercerita ketika ia harus melatih kesabaran saat menghadapi penerima bantuan yang kurang bisa bersyukur dan kurang berniat untuk berusaha memperbaiki hidupnya.

“Terkadang kami sesama relawan fungsionaris Misi Amal juga ada silang pendapat mengenai bagaimana cara membina para penerima bantuan kami. Ada penerima bantuan yang kami bantu biaya sewa kos tempat tinggalnya dengan memberikan uang tunai langsung kepadanya, tapi ternyata uangnya tidak dibayarkan ke pemilik kos. Akhirnya kami bayarkan ke pemilik kosnya langsung,” kata Andy.

Sementara Ingga Limiwati berbagi kisah ketika ia turut merasakan kesedihan saat mendampingi seorang penerima bantuan yang mengalami depresi dan merasa hidupnya tidak berguna lagi akibat diasingkan oleh keluarganya.


Ingga Limiwati (duduk depan, keempat dari kanan)menceritakan pengalamannya yang paling menyentuh hati saat mendampingi penerima bantuan yang mengalami depresi.

“Malahan kami sempat berbeda sikap menghadapinya, karena ada teman relawan dalam tim kami yang berpendapat orang ini hanya manja, butuh perhatian lebih saja,” jelas Ingga.

Menanggapi sharing pengalaman dari Andy dan Ingga, Johnny sebagai pembicara memberikan pengarahan agar para relawan misi kemanusiaan secara konsisten terus melakukan pendampingan dan pengarahan kepada para penerima bantuan. Pendampingan ini agar mereka juga bisa melatih diri menjadi lebih baik dan mampu mengajak orang lain di sekitarnya agar juga melakukan kebajikan dan berwelas asih kepada sesama.

“Yang terpenting relawan harus memiliki dasar ketulusan, keyakinan, dan kebenaran yang kuat dalam melakukan pendampingan. Karena itulah sharing seperti sekarang ini penting untuk sering dilakukan,” kata Johnny.

Johnny Chandrina, penanggung jawab dan pembicara dalam acara movie sharing ini menjelaskan, kegiatan movie sharing yang baru perdana dilaksanakan di He Qi Barat 2 ini adalah inisiatifnya. 


Johnny memberikan penjelasan kepada para relawan usai sama-sama menyaksikan film. 

“Sebenarnya movie sharing ini hampir sama dengan bedah buku, di mana setelah kita mendengar sharing dari narasumber, kita bisa merespon sharing pengalaman atau bertanya. Hanya saja, kalau baca buku mungkin tidak semua orang punya hobi itu,” kata Johnny.

Johnny berharap dengan kegiatan menonton film ini, para relawan bisa jadi lebih semangat dalam mendalami dharma. Semua relawan bisa lebih paham pemikiran dan kebijaksanaan Master Cheng Yen. Relawan juga bisa belajar meneladani apa yang Master lakukan. Johnny berharap kegiatan movie sharing ini dapat rutin dilakukan di Depo Pelestarian Lingkungan Medang. Tentunya dengan memutar film yang temanya berbeda-beda.

Dalam penutupan acara movie sharing ini, Johnny juga berpesan kepada seluruh relawan agar tidak pantang menyerah ketika menghadapi setiap kesulitan dalam menjalani misi kemanusiaan Tzu Chi.

“Ingat Master Cheng Yen sebagai teladan kemandirian, cinta kasih dan keuletan dalam menjalankan setiap kegiatan kita,” tutur Wakil Ketua He Qi Barat 2 ini mengakhiri kegiatan siang itu.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 291 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Memiliki sepasang tangan yang sehat, tetapi tidak mau berusaha, sama saja seperti orang yang tidak memiliki tangan.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat