Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Mengantarkan Kebahagiaan

11 Agustus 2020 Jurnalis : Khusnul Khotimah, Fotografer : Khusnul Khotimah, Dokumentasi Bakti Amal

Awal bulan tak hanya dinantikan para karyawan untuk mendapatkan gaji bulanan. Para Gan En Hu atau penerima bantuan Tzu Chi jangka panjang juga menantikan tanggal muda untuk menerima bantuan bulanannya, baik berupa susu, popok, bahkan biaya hidup.

Selama pandemi virus corona, umumnya bantuan bulanan dikirim melalui ojek daring, namun ada beberapa Gan En Hu yang karena kondisi tertentu, jatah bantuannya dikirim langsung. Seperti Oma Lily (65) yang tak punya rekening bank. Bantuan biaya hidup beserta DAAI Mi pun diantar langsung oleh Ng Jan Njoek atau yang biasa disapa Ayen, relawan He Qi Utara 2.

Bersyukurnya Bisa Dibantu Tzu Chi


Senin, 10 Agustus 2020, relawan Tzu Chi dari He Qi Utara 2, yakni Ayen serta Fie Yen, mengantarkan bantuan biaya hidup dan DAAI Mi bagi Oma Lily yang dibantu sejak tahun 2017.

Sejak tahun 2017, Oma Lily mendapat bantuan dari Tzu Chi. Suaminya waktu itu mengajukan biaya pengobatan bagi Oma Lily yang tulang panggulnya patah karena jatuh dari kamar mandi. Tzu Chi pun mengabulkan pengajuan bantuan tersebut, yang tak hanya dalam hal biaya pengobatan, namun juga biaya transportasi ke rumah sakit.

Sementara itu suami Oma Lily yang sebelumnya bekerja mengajar bahasa Mandarin bagi para tenaga kerja, meninggalkan pekerjaannya untuk merawat Oma Lily. Karena tak ada lagi sumber penghasilan di rumah tersebut, Tzu Chi juga memberikan bantuan biaya hidup serta biaya sekolah dua cucunya.

Seolah awan gelap belum juga menghilang, Oma Lily yang sebelumnya sudah sempat operasi dan bisa berjalan, kembali jatuh dan patah pinggul untuk kedua kalinya. Bahkan waktu itu Oma Lily sempat terkena TBC. Kembali Tzu Chi membantu biaya transportasi selama berobat. Bahkan saat melihat rumah Oma Lily yang sangat berantakan karena ia sendiri tak leluasa bergerak, tim relawan He Qi Utara 2 beramai-ramah membersihkan rumahnya hingga bersih dan sedap dipandang.


Oma Lily mengakui bantuan dari Tzu Chi merupakan sandaran hidupnya. 

Oma Lily mengaku tak bisa membayangkan bagaimana nasibnya dan keluarganya melewati cobaan hidup tanpa bantuan-bantuan dari Tzu Chi.

“Saya sedih, saya kalau tidak dibantu Tzu Chi saya bagaimana ya,” ujarnya.

Melihat Oma Lily yang menangisi hidupnya, Ayen serta Fie Yen, cepat-cepat menenangkan Oma Lily.

Ai (tante), Ai tetap jaga kesehatan, tak usah banyak pikiran. Relawan juga berusaha untuk bisa membantu,” tutur Ayen.

Dengan segala bantuan yang diterimanya dari Tzu Chi, Oma Lily berupaya untuk dapat memberikan sumbangsih yang ia bisa. Sejak ia dibantu, Oma Lily dengan kemauan sendiri, mengumpulkan sampah daur ulang yang ia temui dan memberikannya ke Tzu Chi. Memang tidak setiap bulan, namun barang daur ulang itu dikumpulkan hingga beberapa karung lalu relawan Tzu Chi akan mengambil ke rumahnya.

“Ada orang bujuk saya untuk jual saja, ngapain sih mengumpulkan segala. Saya bilang, saya jual tidak seberapa, saya dibantu lebih besar,” pungkasnya.

Ingin Melihat Nova Tumbuh Normal 


Dalam kunjungan kali ini Ayen serta Fie Yen juga membawakan bantuan paket sembako.

Usai mengantar bantuan biaya hidup dan DAAI Mi kepada Oma Lily, Ayen serta Fie Yen bergegas menuju rumah balita, Novalia Jelita Anggun yang saat ini baru berusia 10 bulan. Nova, sebenarnya baru dibantu oleh Tzu Chi dua bulan yang lalu.

Nova mengalami pendarahan otak karena jatuh dari lantai dua. Tangga rumah kos yang ditempati keluarga Nova, yang saat itu berada di kawasan Jelambar, Jakarta Barat memiliki tangga yang curam. Nova pun dilarikan ke Rumah Sakit Atma Jaya, Pluit Jakarta Utara.

Meski saat itu orang tua Nova hanya memiliki uang satu juta rupiah, dan tak punya layanan BPJS, tim dokter yang welas asih di Rumah Sakit Atma Jaya pun kemudian mengoperasi Nova. Oleh tim dokter juga, orang tua Nova pun diberitahu tentang Tzu Chi yang kerap memberikan bantuan kepada orang yang kesulitan, termasuk biaya pengobatan.

Ayen serta Fie Yen bersama Silvia dan ketiga anaknya. Nova sendiri saat itu bersama ayahnya di kontrakan baru mereka di kawasan Mangga Besar.

Silvia Ayunda (33), ibu Nova lalu mengajukan bantuan ke Tzu Chi untuk biaya pengobatan Nova. Setelah melalui proses survei, maka Tzu Chi pun memberikan bantuan biaya pengobatan Nova hingga tiga tahap dalam jumlah yang relatif besar.

“Setelah dioperasi kondisi Nova membaik. Dia sudah mulai lincah, tertawa, sudah bisa merespon. Kata dokter kan (kondisi Nova) bisa kena mata, ternyata enggak. Kami panggil sudah menengok, kami kasih mainan dia mengikuti. Kepala juga sudah mulai kering, sudah mulai bagus,” kata Silvia. 

Tak hanya bantuan berupa biaya pengobatan Nova dan biaya kontrakan, Tzu Chi juga memberikan bantuan biaya hidup karena beberapa hari setelah Nova diizinkan pulang dari rumah sakit, ayah Nova, Tjio Andi masuk rumah sakit karena sakit jantung.


Nova saat masih dirawat di RS Atma Jaya pada 11 Juli 2020.

Melihat Silvia, ibu Nova, yang mesti bolak-balik ke rumah sakit, tim relawan He Qi Utara 2 pun berinisiatif mengirimkan makan pagi dan sore bagi ke-5 anak mereka selama sepekan. Sementara Nova dibelikan bubur sereal khusus bayi.

Silvia dan dan Tjio Andi  memiliki lima anak, yang paling besar baru berusia 15 tahun, namun tak lulus SD karena tak ada biaya. Sebenarnya relawan ingin mengikutkan anak sulung Silvia untuk kejar paket, namun dengan kondisi pandemi Covid-19, hal itu belum memungkinkan.

Dalam kunjungan kali itu Ayen serta Fie Yen membawakan bantuan paket sembako. Silvia mengaku sangat bersyukur dapat mengenal Tzu Chi yang telah membantunya untuk bangkit dari masalah hidup yang bertubi-tubi.

“Tzu Chi sangat membantu kami. Ibaratnya, dari kami tidak punya apa-apa, sekarang kita punya (dukungan). Yang tadinya kami kekurangan, sekarang lebih ada,” kata Silvia.


Fie Yen selaku relawan pendamping, melakukan pendampingan kepada orang tua Nova di RS Atma Jaya.

Dalam kunjungan kali ini, rupanya Silvia sedang berkemas untuk pindah kontrakan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat, yang fentilasinya lebih baik sehingga Nova tak rewel lagi. Nova sendiri telah berada di kontrakan baru bersama ayahnya. Fie Yen, relawan yang sejak awal ikut menyurvei kondisi Nova berpesan kepada Silvia untuk tetap optimis bahwa Nova akan tumbuh dengan baik sebagaimana balita sehat lainnya.

“Saya tadinya, waktu survei awal saya lihat Nova waduh kayaknya bagaimana ya, sedih saya. Kan masih panjang perjalanannya. Kira-kira sudah lewat dua pekan, saya tanya Bu Vivi bagaimana Nova? Oh sudah membaik, sudah bagus, wah saya senang banget, berarti ini anak tidak kenapa-kenapa. Saya bilang kalau nanti Nova setahun, saya mau bikinkan dia kue ulang tahun. Saya harap Nova dapat tumbuh baik,” harap Fie Yan optimis.

Editor: Metta Wulandari

Artikel dibaca sebanyak : 320 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Bertuturlah dengan kata yang baik, berpikirlah dengan niat yang baik, lakukanlah perbuatan yang baik.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat