Minggu, 27 September 2020
Indonesia | English

Opa dan Oma Adalah Saudara Kita

05 Desember 2019 Jurnalis : Chrestella Budyanto (Tzu Chi School), Fotografer : Chrestella Budyanto (Tzu Chi School)


Guru dan siswa SMA Tzu Chi Indonesia menyanyikan lagu Satu Keluarga dengan didampingi para relawan di Panti Werdha Budi Mulia 2.

“Makna dari ungkapan, Semua orang yang terlahir ke dunia adalah saudara" adalah bahwa umat manusia harus bisa saling menganggap bagaikan sanak saudara, harus saling mengasihi tanpa perasaan membeda-bedakan.” 
(Master Cheng Yen)

Hari masih pagi, tetapi Aula Panti Werdha Budi Mulia 2 Cengkareng, Jakarta Barat dipenuhi dengan wajah-wajah oma dan opa penuh yang penuh senyum. Ada aura gembira yang memenuhi udara dan wajah-wajah ceria yang terpancar dari oma dan opa ketika menyambut kedatangan siswa-siswi i SMA Tzu Chi. Sebanyak 74 siswa dari Kelas 10, dipimpin oleh Ibu Temmy Arisanti berbagi kasih dengan mengunjungi Panti Werdha Budi Mulia 2 di Cengkareng, Jakarta Barat pada 21 November 2019.

“Ketika saya baru sampai, saya merasa sangat senang bisa berada di sini, saya berharap kunjungan kita bisa membuat mereka senang,” kata Vanessa Lai, siswi kelas 10 Love SMA Tzu Chi Indonesia.

Ibu Temmy dan Pak Gunawan, guru kelas 10 SMA Tzu Chi yang menjadi penanggung jawab kunjungan kasih ini menyapa opa dan oma dengan riang, "Opa ... oma ... gimana kabarnya hari ini?" Para nenek menjawab dengan antusias, "Luar biasa!". Pak Gunawan bahkan menyanyikan beberapa lagu milik band legendaris Indonesia Koes Plus, yang berhasil membuat beberapa oma ikut bernyanyi dan menari bersama.

 

Siswa-siswi SMA Tzu Chi mementaskan drama singkat di Panti Werdha Budi Mulia 2.

Walaupun hanya satu hari saja, diharapkan kehadiran siswa-siswi SMA Tzu Chi dapat menghibur opa dan oma ditengah keseharian mereka, serta meninggalkan jejak kenangan indah. Setiap kelas bergiliran menampilkan tarian, nyanyian, dan pertunjukan drama kecil sambil menyempatkan waktu untuk mengunjungi opa dan oma yang tinggal di gedung-gedung lain di panti, termasuk oma dan opa yang sedang dirawat karena kondisi kesehatan yang kurang baik.

Vanessa Lai bersama teman-temannya, para guru, dan beberapa relawan Tzu Chi yang turut hadir juga menyanyikan lagu Satu Keluarga yang menjadi favorit opa dan oma. Saat ini, total  ada 336 opa dan oma yang tinggal di Panti Asuhan Budi Mulia 2. Kebanyakan dari mereka masih dalam kondisi kesehatan yang relatif masih baik dan masih bisa menyanyi dan menari dengan lincah. Namun tak sedikit pula beberapa harus sudah ada yang dirawat karena sakit.

"Saya merasa sedih banget ketika melihat kondisi oma yang lagi sakit, tetapi kan kalau kita berkunjung ke orang sakit, paling penting kita harus kasih mereka semangat supaya mereka juga gak patah semangat," kata Vannesa Lai.

Lihat penderitaan dan kenali berkat

 

Vanessa Lai dan kawannya ketika mengunjungi salah seorang oma yang sedang sakit. 
Beberapa hari sebelum berkunjung ke panti jompo, para siswa kelas 10 berkumpul di aula Xi Shi Ting, di Gedung Gan En untuk diperkenalkan dengan kelas pendewasaan remaja Tzu Shao dan mendengarkan cerita dari Yessie Christina, relawan Tzu Chi yang telah hampir 12 tahun aktif dalam Misi Amal Tzu Chi di Medan dan Jakarta. "Kalau kita mau ke panti jompo atau misi amal, kita harus menjaga perasaan, dan melindungi hati mereka. Mungkin kamu bisa merasa nggak nyaman berada di sekitar mereka, tetapi harus pandai-pandai supaya kalian nggak menunjukkannya," kata Yessie Christina.

 

Yessie Christina shigu sudah menjadi relawan sejak 2007, sebagai bagian dari komunitas Tzu Chi, dia merasa bersyukur karena dapat membantu orang lain dan melihat dunia dengan kacamata yang lebih besar, “Saya dapat melihat dunia dengan perspektif yang lebih besar sekarang, ini memungkinkan saya untuk merasa bersyukur selalu."

 

Yessie Christina, relawan Tzu Chi membagikan pengalaman dan nasihatnya kepada siswa/i SMA Tzu Chi.

Usai kunjungan selesai, Vanessa Lai tidak berhenti bersyukur karena masih memiliki keluarga, menurutnya banyak oma dan opa yang harus tinggal di panti jompo karena sudah tidak punya keluarga. "Ini mengingatkan saya untuk mencintai mereka ketika saya bisa, dan untuk melihat dan berbicara dengan nenek saya lebih sering, karena dia harus bosan di rumah."

Guru yang mendampingi pun merasakan hal yang tidak beda dengan Vanessa, Guru SMA Tzu Chi, Jefri Oliver mengatakan ini adalah pertama kalinya dia mengunjungi panti jompo, “Saya belum pernah sebelumnya, dan saya awalnya khawatir dan gugup tentang bagaimana harus bersikap atau berbicara, karena saya berusaha untuk tidak menyinggung mereka," kata Jefri Oliver. Bagi Jefri, kunjungan ke Panti Werdha Budi Mulia 2 adalah pengalaman yang membukakan mata, "Beberapa dari mereka sudah tua dan kurang sehat, tetapi banyak juga yang masih lincah dan semangat. Saya kagum," tambahnya.

Jefri Oliver berharap, melalui aktivitasini para siswanya juga dapat merasakan apa yang dia rasakan setelah perjalanan ini, “Saya berharap nantinya para siswa kami akan lebih mencintai keluarga mereka dan menghargai setiap momen yang dapat mereka miliki bersama,” kata Jefri Oliver.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 485 kali


Berita Terkait




Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat