Sabtu, 21 September 2019
Indonesia | English

Sukacita Bersama Oma dan Opa di Panti Wreda Karitas

30 Juli 2019 Jurnalis : Galvan (Tzu Chi Bandung), Fotografer : Galvan (Tzu Chi Bandung)


Relawan Tzu Chi membawakan lagu dan isyarat tangan Satu Keluarga dihadapan opa dan oma di Panti Wreda Karitas.

Relawan Tzu Chi Bandung kembali mengunjungi Panti Wreda Karitas di Jl. Ibu Sangki No.35, RT01/RW13, Kel. Cibeber, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Bandung. Sebanyak 9 relawan pada Kamis, 18 Juli 2019 menghibur serta melayani oma dan opa dengan penuh kasih sayang layaknya orang tua sendiri.

Keseharian para relawan Tzu Chi tak bisa dilepaskan dari kesibukan pekerjaannya masing-masing. Namun, ditengah kesibukannya itu para relawan Tzu Chi senantiasa meluangkan waktunya untuk berbagi kasih dengan sesama. Kunjungan rutin ini merupakan bentuk kepedulian relawan kepada oma opa yang jauh dari sanak saudaranya.

Sebagai pembuka dari kunjungan ini, para relawan Tzu Chi mempersembahkan nyanyian isyarat tangan Satu Keluarga dan Sebuah Dunia Yang Bersih. Setelah itu, para relawan Tzu Chi melayani opa dan oma dengan cara memijat, membagikan makanan, serta mencukur rambut. Untuk membuat suasana lebih meriah, para relawan Tzu Chi mengajak opa dan oma untuk bernyanyi bersama.


Relawan Tzu Chi, Pepeng Kuswati mendampingi Oma Poniyem (74) dan mengajaknya berbincang-bincang tentang kehidupannya.


Sr. Olivia, pengurus panti dan kerohanian Panti Wreda Karitas menyambut positif kegiatan rutin insan Tzu Chi ini.

"Hari ini kita sengaja meluangkan waktu khusus untuk oma-opa mengingat mereka itu merindukan kita semua relawan Tzu Chi. Karena kita menganggap mereka juga seperti orang tua kita sendiri," ucap Pepeng Kuswati, relawan Tzu Chi.

Disamping memberi hiburan bagi oma-opa, relawan Tzu Chi pun mengajak para penghuni panti untuk senam ringan. Hal tersebut dilakukan agar otot-otot oma dan opa tidak kaku, juga menjaga agar tubuh tetap prima, terutama aliran darah dapat berjalan dengan baik. “Kami mencoba agar oma dan opa terbiasa dengan gerakan-gerakan ringan. Pada intinya semua anggota tubuh harus bergerak minimal 1.000 kali dalam sehari, tujuannya untuk menjaga kesehatan oma dan opa,” tambah Pepeng.

Kehadiran para relawan tentu disambut baik oleh oma dan opa, salah satunya Poniyem (74) yang sudah 11 tahun tinggal di panti ini. Ia selalu tersentuh dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan relawan Tzu Chi. ”Senang rasanya setiap mendapatkan kunjungan dari (relawan) Tzu Chi, mereka itu baik-baik dan selalu kami di sini,” ungkapnya.


Relawan membantu menjelaskan mengenai kegiatan-kegiatan kemanusian Tzu Chi dari Buletin dan Majalah Tzu Chi.


Dengan penuh kehangatan relawan menyapa dan berinteraksi dengan para penghuni panti.

Wanita asal Purworejo, Jawa Tengah ini mengatakan bahwa ia berada di panti Wreda Karitas ini dititipkan oleh anaknya. Sesekali putra semata wayangnya itu menjenguknya. ”Awalnya karena anak saya sibuk bekerja karena pekerjaannya sering keluar kota sehingga saya dititipkan di sini biar ada yang mengurus. Anak saya mendapatkan informasi tentang panti ini dari rekan-rekannya, akhirnya saya di bawa ke sini,” ucap Poniyem.

Walau begitu Poniyem tak patah semangat untuk menjalani kehidupannya. Menurutnya, kasih sayang atau bentuk perhatian bisa datang dari siapa saja yang memang peduli kepada para penghuni panti seperti dirinya.

Hal positif juga diungkapkan oleh Suster Olivia, OP, pengurus dan bagian kerohanian di Panti Wreda Karitas. Menurut Suster Olivia, kedatangan relawan Tzu Chi memberi warna tersendiri bagi oma dan opa di Karitas. "Kalau yang saya lihat mereka sangat antusias, mereka sukacita ada kegembiraan di wajah mereka. Mereka sangat senang dengan kehadiran para relawan di tempat ini," ungkap Olivia.

Wujud kasih sayang yang ada dalam diri hendaknya bisa diberikan kepada siapa saja. Berbagi kasih dengan menganggap opa dan oma layaknya orangtua sendiri, merupakan suatu tindakan yang mulia. Semoga apa yang telah dilakukan oleh relawan Tzu Chi dapat memberikan inspirasi untuk saling mengasihi terhadap sesama.

Editor: Hadi Pranoto

Artikel dibaca sebanyak : 188 kali


Berita Terkait


Bersumbangsih Bersama dan Berbagi Keceriaan

27 Agustus 2019

Menyatukan Keping-Keping Kehidupan

12 Agustus 2019

Belajar, Berbagi dan Bergembira Bersama

07 Agustus 2019

Berjuang Menghadapi Penyakit

31 Juli 2019

Ketegaran Menghadapi Ujian Kehidupan

24 Juli 2019


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kita sendiri harus bersumbangsih terlebih dahulu, baru dapat menggerakkan orang lain untuk berperan serta.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat